Selasa, 16 Desember 2014

Cara Cepat punya Usaha : 2

Bagi yang belum membaca bagian satu, silahkan klik disini. Dalam pembahasan sebelumnya, cara cepat punya usaha yang di anjurkan oleh Robert T Kiyosaki adalah pertama, Keluar dari pekerjaan anda sekarang juga lalu buka usaha, kedua menabung hingga 50 Juta lalu buka usaha.

Cara yang ketiga ini berdasarkan apa yang saya alami selama ini, mungkin yang paling aman dari kedua cara di atas, anda tidak perlu keluar dari pekerjaan dan tidak perlu mengumpulkan modal hingga 50 juta.
cara punya usaha sendiri

Dalam beberapa artikel sebelumnya saya sudah menyinggung cara ini.

Yap, cara cepat memiliki usaha adalah anda menjadi Reseller atau menjadi makelar produk atau jasa produsen. Bisa dari teman anda atau suplier yang dapat dipercaya. Dengan menjadi reseller, makelar , affiliate
atau dropship, modal yang anda keluarkan sangat minim, bahkan bisa nol sama sekali. Anda tidak perlu pusing memikirkan produksi, packing dan pengiriman. Tugas anda Cuma satu, membantu menjualkan barang tersebut. Jika laku anda dapat komisi.

Saya memiliki kenalan yang mendapatkan komisi ratusan juta hanya dari menjual model seperti ini. Dengan era internet seperti sekarang ini, anda bisa mendapatkan banyak produk yang anda sukai dengan mudah. Mulai dari apa yang anda sukai, agar muncul passion dalam menjualkannya.

Bisnis apapun bentuknya butuh 2 syarat utama, kesabaran dan kegigihan. Tidak ada hasil instan, semua butuh proses dan kadang membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Tergantung semangat, fokus dan konsistensi anda dalam membangun usaha itu sendiri.

Saya ambil contoh bahwa saya saat ini adalah agen Madu hutan, saya ambil dari suplier terpercaya, saya dapatkan harga jauh dibawah harga pasaran, saya mulai berjualan, saat mulai ada pesanan saya beli Madu dari suplier kemudian saya kirimkan ke pemesan. Saya selama ini memanfaatkan media online untuk melakukan fungsi marketing, jadi saya tidak perlu tempat untuk memajang produk, biaya sewa atau investasi tempat sama dengan nol. Kemudian, berapa pendapatan yang akan saya dapatkan? Ya itu tergantung kita juga, mau berapa keuntungan yang kita dapatkan dari masing masing produk yang kita jual.

Bisnis itu kerja marathon panjang dan butuh energi besar, kesabaran dan kegigihan menjadi bahan bakar. Jika anda konsisten, dalam waktu 1 tahun anda akan mulai dapat menemukan hasilnya. Saat sudah banyak yang tahu bahwa anda seorang agen produk tertentu, mereka akan lebih mudah menemukan anda.

Saya yang awalnya hanya agen madu, bermodalkan hanya 100ribu rupiah, saat ini mulai naik karir menjadi penyedia/ suplier madu hutan dengan merek saya sendiri, saya juga memiliki beberapa agen yang tersebar di beberapa daerah di sumatera dan jawa. Dan anda juga boleh jika ingin menjadi agen saya hehe, diskon untuk agen mencapai 40% dari harga eceran, lumayanlah untuk tambah uang jajan.

Begitulah kawan kawan, cara cepat untuk punya usaha, pertama anda keluar dari pekerjaan anda saat ini, kedua anda menabung hingga terkumpul modal 50 Juta rupiah, ketiga anda mulai dari menjadi agen produk orang lain, dari sana anda dapatkan komisi. Pelan pelan anda kuasai cara dan pasarnya, selanjutnya anda akan dapat punya yang anda manajemeni seutuhnya. Persis seperti apa yang saya lakukan. Kalo masih bingung mau jadi agen apa? Hubungi saya, insyaAllah saya punya banyak suplier terpercaya untuk anda.



Semoga bermanfaat.


---- 

baca juga :


*) gambar dipinjam dari sini
Read more

Senin, 15 Desember 2014

Sudah punya Bisnis?

Kata kata bisnis saat ini menjadi sesuatu yang indah terdengar. Seakan yang menyebutannya atau yang menyandang gelar seorang yang memiliki bisnis menjadi sesuatu yang membanggakan. Benarkah kita memiliki bisnis? Bagi kita yang ditanya bisnis apa sekarang? Kadang dengan bangga kita berkata, bisnis online, bisnis baju, bisnis konveksi, bisnis lain lainnya.

Dalam pengantar ebook gak penting “ 11 Kesalahan Manajemen Usaha Buat Pemula” saya katakan bahwa berat rasanya menyandang gelar seorang pebisnis entah mengapa? Mungkin sejatinya saya belum memiliki bisnis, saya hanya memiliki usaha/ pekerjaan, bedanya saya “bos” dipekerjaan saya sendiri. Dalam bahasa Robert T Kiyosaki self employee.

cashflowquadrant

Bagi yang telah mengenal konsep cashflow Quadrant yang dicetuskan Kiyosaki, tentu kita gak asing dengan istilah Self employee, Employee, Business Owner dan Investor.

Bagi kita yang mengaku memiliki bisnis, coba anda tinggalkan bisnis anda selama 1 minggu, kemudian perhatikan apakah bisnis anda tetap tumbuh dan berkembang atau justru malah stagnan dan jika ditinggalkan lebih lama malah tutup?

Jika jawabnya adalah tetap hidup dan terus  meningkat, selamat anda memiliki bisnis. Jika belum artinya anda hanya memiliki pekerjaan bukan memiliki bisnis.

Bisnis sejatinya adalah sebuah pekerjaan yang kita miliki namun ia bekerja dengan sistem. Sistem yang membuat ia tetap berjalan saat ada atau tidak adanya anda.  Membangun sistem bisnis itu bukan perkara sebentar butuh waktu dan konsetrasi. Bahkan bisnis online yang katanya tinggal tekan tombol kemudian ditinggal tidur dan akhirnya menghasilkan juga merupakan sebuah akumulasi dari kerja keras berbulan bulan dan modal materi yang tidak sedikit.

Penyakit pebisnis pemula adalah ingin segera mensistematisasi bisnisnya, mencoba memaksakan membuat sistem dan merekrut banyak orang untuk menjalankan sistem itu. tapi perlu diingat, bahwa bisnis pondasinya adalah kita sang pemilik, jika kita tidak menyiapkan pondasinya terlebih dahulu, bisnis kita ibarat rumah tanpa pondasi rapuh sekali.

Tidak ada sukses dalam semalam

Semua butuh proses waktu, tenaga dan konsistensi dalam menjalankannya.

Kabar baiknya semua itu bisa kita pelajari dan percepat dengan mempelajari pola sukses orang orang yang sudah sukses dengan bisnisnya.

Ingat bahwa sukses itu berpola dan gagal itu juga berpola.

Tugas kita adalah menemukan pola sukses dan menghindari pola gagal. Sekali kita temukan pola suksesnya, maka dalam bentuk bisnis apapun kita tetap akan berhasil.

Jadi inilah definisi Bisnis menurut Robert T Kiyosaki, bisnis adalah “sebuah sebuah organisasi yang memiliki sistem dan dapat  menghasilkan uang, tanpa melibatkan keberadaan Anda dan pada akhirnya akan menghasilkan apa yang disebut sebagai penghasilan pasif, kita tetap berpenghasilan walau tidak bekerja.

Jadi sudahkah kita memiliki bisnis?

Salam


---- 

Baca Juga 


Read more

Cara Cepat Buka Usaha Sendiri

mulai usahaSaya punya banyak kawan yang pengen segera punya usaha sendiri, apalagi yang sudah mulai jenuh terjebak dalam rutinitas pekerjaan. Akhirnya banyak juga kawan saya tadi, yang mengurungkan niatnya entah karena apa?

Padahal  kata seorang teman saya lagi yang sudah berbisnis, buka usaha itu mudah kok, tinggal bilang aja, “ ya, saya mulai usaha sendiri.” Mudah kan? Hehe

Sayangnya ada banyak mitos yang kita percayai saat kita hendak memulai usaha sendiri dan akhirnya membuat kita TAKUT untuk memulainya, ya kan?

Kemaren saya datang ke acara ulang tahun anaknya kawan istri saya, saat sedang acara game oleh badut ada beberapa anak yang dipanggil ke depan dan ditanya cita cita nya, kalo besar mau jadi apa? Macam macam jawabnya sayangnya gak ada yang bilang pengen jadi pengusaha.

Mungkin salah satu faktornya adalah orang tua kita juga tidak terlalu setuju kalo kita membangun usaha kita sendiri, pesan orang tua rata rata “ sekolah yang bagus, biar bisa kerja di sini di sana dan lain lain”  belum pernah atau jarang sekali orang tua yang berpesan ke anaknya, “nak, sekolah yang bener biar jadi pengusaha sukses” salahkah orang tua? Gak, karena yang beliau beliau tahu selama ini hanya sebatas hal di atas, bahwa bekerja itu harus punya gaji, punya kantor, punya seragam. Mungkin ya.  Mohon maaf buat orang tua.

Ok, lanjut, jadi bagaimana cara cepat untuk buka usaha?

Robert Kiyosaki pernah memberikan 2 tips

Keluar dari pekerjaan anda saat ini dan segera memulai usaha sendiri
Katanya sih Robert Kiyosaki paling suka cara ini, langsung keluar dan langsung buka usaha sendiri. Tapi tergolong ekstrim, tapi seru sekaligus menantang, keluar dan membangun kerajaan bisnis sendiri.

Mengumpulkan uang hingga 50 juta baru buka usaha sendiri
Cara ini tergolong moderat, kalo masih bekerja, silahkan bekerja ada dulu sembari mengumpulkan uang hingga mencapai 50 juta rupiah. Kenapa 50 juta, ini modal yang cukup aman untuk memulai usaha sendiri. Jadi anda bisa buka usaha tanpa modal dari pinjaman/ hutang.

Makan apa kami nanti gan, kalo langsung keluar begitu aja? Mungkin itu reaksi pertama yang muncul kalo kita di sodori opsi pertama. Ya, bagi anda yang masih takut, kurang nyali dan tekad, opsi ini memang tidak direkomendasikan. Ibarat mau bisa berenang, kalo Cuma baca teori ya gak bakal bisa berenang, kalo mau bisa berenang cepat ya langsung nyebur di kolam dong, ya kan?  

Cara pertama  ini tidak saya rekomendasikan ya, tapi untuk yang siap berdarah darah, cara ini paling efektif untuk bisa punya usaha dalam waktu singkat. Tips dari kami, segera kembangkan bisnis anda dan hasilkan aliran kas harian, mingguan, bulanan dan tahunan.

Kalau yang kedua? Ini juga bukan pilihan yang enak ya, uang  50 Juta itu bukan jumlah yang sedikit, belum lagi kalau sudah terkumpul dan dimulai tetap ada resiko gagal dan bangkrut, gimana? Hehe, tenang sembari anda menabung anda bisa mempelajari hal pokok tentang bisnis, apa saja?

Pertama sekali anda perlu belajar tentang Marketing, kedua Tentang Keuangan, ketiga tentang hukum bisnis, lalu tentang sistem bisnis dan produk. Saya tidak sarankan anda memulai dari memikirkan produk, repot nanti. Hehe, cukup saya saja yang salah, dulu saya mikirnya urutannya dibalik, hasilnya sukses, sukses ditutup.

Nah, belakangan ini saya menemukan cara KETIGA untuk bisa memulai usaha sendiri. Untuk yang ketiga ini nanti saya tulis dalam bagian khusus 


salam

--- 

baca juga 

Read more

Jumat, 12 Desember 2014

Bagaimana Mendapatkan Prospek

calon pembeli potensial

Setiap kita membangun sebuah usaha atau bisnis yang kita inginkan adalah produk yang kita jual laku di pasar, tidak hanya laku, tapi juga mudah menjualnya. Bagi kita yang pernah belajar tentang marketing, bahwa dahulu produsen asik memproduksi barang lalu di jual. Karena dahulu belum banyak pesaing, asal produk itu dibutuhkan dan belum ada subtitusinya, maka konsumen ‘terpaksa’ untuk membelinya.

Hari ini dengan pasar yang sangat terkotak kotak, masyarakat mulai cerdas memilih produk/ jasa yang dibelinya, maka sang pemasar harus cerdas memikirkan strategi bagaimana produk yang kita jual laku di pasar.

Dalam tulisan yang lalu sudah saya singgung tentang segmentasi dan marketing mix, ini menjadi dasar penyusunan strategi pemasaran kita. Kita gak mungkin sanggup penjangkau semua orang. Dan gak semua orang membutuhkan produk kita. Itulah sebabnya kita perlu memilah dan memilih siapa yang patut dan layak menjadi konsumen kita.

Mereka yang patut dan layak itu kita sebut sebagai PROSPEK.

Kawan saya pernah memberi contoh seperti ini:
Bagi para Lelaki yang sudah menikah, dahulu saat sebelum menikah, siapa prospek anda? Pasti seorang wanita, apakah semua wanita bisa menjadi istri anda? Tidak juga kan, kita harus menentukan kriteria siapa yang pantas menjadi istri kita.? Ya kan?

Nah, itu yang kadang dilupakan para pemasar, mereka lupa bahwa mencari prospek itu ibarat mencari pasangan hidup. Tidak main terabas  atau main tebas sembarangan, harus diseleksi. Kalau kita mencari pasangan hidup ada 4 kriteria, agama, harta, rupa dan keturunan. Lalu bagaimana jika prospek untuk produk kita?

Kriteria utama calon pembeli yang potensial adalah BAN

B : Budget

A : Authority

N : Need

Calon pembeli potensial itu harus memenuhi ketiga kriteria ini, 

Budget adalah calon pembeli yang memiliki daya beli, percuma kan kalo kita menjual atau menawarkan produk ke orang yang tidak punya daya beli? Sampai berbuih kita menjelaskan kelebihan produk kita, mereka gak akan beli, gak mampu...

Authority atau pembuat keputusan untuk membeli. Salah satu trik yang sering diberikan para sales profesional adalah  tembak langsung ke bos-nya. Minimal orang yang bisa membawa kita menemui bos-nya. Ini penting juga, kadang kita menjumpai orang orang yang punya uang, tapi ia harus minta izin orang yang lebih berpengaruh untuk meminta persetujuan membeli atau tidak.

Need, pembeli potensial adalah mereka yang membutuhkan produk kita. Ingat konsumen hanya membeli sesuatu yang berguna bagi mereka. salah satu kriteria berguna adalah produk itu haruslah apa yang ia butuhkan.

Ketiga kriteria ini menjadi kunci bagi kita untuk dapat mengenali siapa pasar potensial kita, mereka punya keinginan/ kebutuhan akan produk, mereka punya daya beli dan mereka memiliki otoritas untuk memutuskan, oke saya ambil ini.

sebenarnya ada role play yang bisa kita mainkan agar pemahaman semakin kuat, ini akan saya sambung di tulisan berikutnya, stay tune.


Salam.


*) hasil diskusi KPMI medan

----

baca juga :

Read more

Kamis, 11 Desember 2014

3 Film yang Menginspirasi untuk Berbisnis



Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, semua bisa diraih jika kita berusaha untuk meraihnya.

----

Keterbatasan fisik tidak menghalanginya untuk hidup mandiri. Walau sebenarnya ia berhak untuk mendapat santunan, ia berkeras bahwa ia mampu.

Tumbuh bersama ibunya ia mengenal dua kata yang selalu diajarkan sang ibu, yaitu patience dan persistence. Dua kata  ini yang terus mendorongnya untuk berusaha terus hingga akhirnya mencapai apa yang ia inginkan.

Inspirasi memulai BisnisBill porter, itu namanya. Seorang pemasar langsung. Ia berjalan dari satu rumah ke rumah lainnya menawarkan barang barang kebutuhan sehari –hari dari perusahaan watkins. Penolakan? Adalah sebuah rutinitas yang ia temui dalam kegiatannya sehari – hari. Namun ia tidak menyerah, terus berusaha dan akhirnya pelan pelan orang orang mulai percaya dengannya dan mulai berlangganan. 

Bahkan hubungan yang terjalin tidak hanya antara penjual dan pembeli, namun sudah seperti keluarga. Bill sudah menjadi bagian keluarga besar pelanggannya. Kadang ia datang tidak untuk menjual barangnya, namun untuk diskusi banyak hal termasuk di dalamnya urusan pribadi.

Hasilnya, beberapa kali Bill potter menjadi pemasar terbaik di perusahaannya. Sebuah harga yang pantas untuk usaha tak kenal lelah, sabar dan gigih. Film tentang bill potter ini berjudul “Door to Door”.  Pernah juga saya tulis sedikit catatantentang film ini di sini.


----

Bertahun tahun hidup dalam keadaan yang tak enak. Memiliki pekerjaan sebagai penjual mesin untuk mengukur kepadatan tulang. Sebuah mesin yang bagus namun sayangnya memiliki harga yang lumayan tinggi. Ia sebenarnya seorang yang cerdas, namun satu kesalahan dalam mengambil keputusan mengakibatkan hidupnya kacau bertahun tahun. Tidak hanya ditinggal istri, iapun ditinggalkan kawan-kawannya.

Inspirasi BisnisSatu titik balik dalam hidupnya terjadi saat ia memutuskan untuk menjadi pialang saham. Ia melihat para pialang saham adalah orang orang yang bahagia. Ia mengejar itu. mengejar kebahagiaan. Bosan ia menjalani hidup seperti sampah, tinggal di penampungan, mengharapkan bantuan pemerintah. Begitu lemah di depan anaknya.

Anaknya menjadi motivasi agar ia hidup lebih baik. Ia tidak ingin anaknya menderita, ia harus berhasil agar hidup mereka membaik.

Setiap keputusan ada harga, tidak ada makan siang gratis. Saat ia memutuskan untuk mulai bekerja sebagai pialang saham, ia harus belajar banyak hal baru, mengerjakan sesuatu yang sebelumnya tidak pernah ada dalam pikirannya. Tapi satu yang pasti ia yakin bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika kita berusaha untuk mencapainya.

Will smith berbagi ceritanya untuk kita dalam pursuit of happiness.

----

Inspirasi bisnis

Lahir dari keluarga yang berkecukupan membuatnya terlena dan banyak menghabiskan waktu untuk hal yang sia – sia.

Sehari hari ia habiskan waktunya untuk bermain game online, padahal ia masih berstatus seorang pelajar.  Setelah menyelesaikan SMAnya ia masih belum juga berubah, minimal mengurangi waktu bermainnya untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian masuk perguruan tinggi negeri.

Apalagi, ia mulai menemukan keasyikan baru dalam game online. Ia bisa mendapatkan uang dari menjual asesoris yang ia dapatkan dari permainan itu. bahkan pembelinya dari negeri lain.
Di usia yang sangat muda, ia sudah memiliki banyak uang dan mampu membeli mobil sendiri.
Namun, pada akhirnya akun game onlinennya di banned, ia kehilangan semua aset di game onlinenya.

Sudah merasakan enaknya punya uang sendiri, ia mulai untuk berbisnis. Bisnis pertamanya adalah menjual vcd player bajakan, murah namun kualitasnya tidak terjamin. Ia gagal. Lalu ia mencoba banyak usaha, menghadiri expo peluang usaha dan sebagainya.

Tengah asik membangun usahanya, usaha ayahnya bangkrut dan seluruh aset ayahnya harus di sita bank. Merasa tidak memiliki apa apa lagi, orang tuanya diminta pindah ke Cina oleh kakaknya yang sudah hidup mapan di cina. Ia menolak pergi. Ia berjanji akan membawa kembali keluarganya ke kampung halamannya.

Secara tidak sengaja, ia menemukan produk yang menarik, cemilan rumput laut. Mulailah ia membangun usahanya. Berkali ujicoba tak ditemukan rasa yang pas sesuai dengan apa yang pernah ia makan sebelumnya. Saat semua sumberdaya telah dikerahkan, saat sang paman yang menemaninya juga sudah tumbang dan harus dirawat di rumah sakit, saat itulah muncul pertolongan Tuhan. Ia menemukan resep camilan rumput laut yang enak.

Selanjutnya produknya terus diminati dan berkembang bahkan sekarang sudah masuk ke berbagai negara di dunia. Di usia 25 ia sudah punya aset milyaran. Dan sesuai janjinya ia jemput orang tuanya pulang dan ia lunasi hutang ayahnya.

Itulah sedikit cerita tentang “Top” ittiphat, seorang pengusah muda dari Thailand, jika kita pernah menemukan produk camilan rumput laut “tae kae noi” di supermarket, itulah produk si Top ini.

----


Baca Juga

Memulai Usaha Modal Nol, Bagaimana Caranya?
case study : mengundang Investor
Buka usaha : Mulai dari mana?
Read more

Minggu, 07 Desember 2014

Faktor Kali dalam Bisnis




Jika ingin mendapatkan 100 juta perbulan, maka begini caranya. 

Jika produk kita memiliki harga Rp. 100.000, dengan keuntungan 20% nya atau sekitar Rp. 20.000, maka untuk mencapai keuntungan 100 Juta per bulan, kita harus menjual sebanyak 100 juta dibagi Rp. 20.000 = 5000 unit produk. 

Sederhana itu, lalu tugas kita selanjutnya adalah membagi 5000 unit tadi menjadi penjualan harian, artinya 500 unit dibagi 30 hari atau sekitar 167 unit perhari. 

Menurut hukum penjualan asuransi yang diyakini para sales profesional, bahwa setiap 10 prospek maka akan ada 3 orang yang tertarik dan 1 orang yang membeli. jadi untuk menjual 167 unti produk sebulan, kita harus menawarkan minimal ke 1670 orang.

Dan kabar baiknya, anda dapat meningkatkan rasio prospek dan closing menjadi lebih tinggi dengan semakin berpengalamannya anda dibidang penjualan. bahkan ada seorang sales profesional yang rasio prospek dengan closing sebesar 10 : 8, setiap ia memprospek 10 orang, maka 8 di antaranya membeli produk yang ia tawarkan. salah satu teknik yang digunakannya adalah dengan membangun Rapport. 

Seperti itu cara mendapatkan keuntungan 100 juta perbulan. jika memang target 100 juta masih terlalu tinggi, silahkan sesuaikan dengan target penjualan anda sendiri. Prinsipnya tetap sama, faktor kali yang akan membantu mengangkat nilai keuntungan usaha anda. 

Namun, satuhal yang harus kita pahami juga bahwa, semakin tinggi penjualan, semakin tinggi keuntungan, maka faktor resikonyapun akan meningkat pula dan kita harus mempersiapkan mental untuk menghadapi tingginya faktor resiko bisnis yang akan semakin membesar, seiring dengan meningkatnya penjualan.

Akhirnya tetaplah berpikir positif dan lakukan hal hal yang positif, bahwa tidak ada yang tidak mungkin, semua adalah mungkin jika kita serius menginginkannya dan percaya bahwa Tuhan akan membantu kita. 

selamat mencoba, kreatiflah 
Read more

Rabu, 03 Desember 2014

Kesalahan Pemula : Tidak Paham Bagaimana Kelola Keuangan Usaha

cara manajemen usaha


Kelemahan usaha yang baru dibangun adalah masalah manajemen keuangan
usaha. Prinsip yang harus kita pegang terus dalam membangun usaha adalah uang
cash adalah darah dalam usaha. Dia tidak bisa kurang, harus selalu tersedia dalam
jumlah yang kita tentukan (posisi aman). Seperti cadangan devisa yang harus
selalu ada, yang digunakan untuk keadaan darurat. Seperti gagal bayar, hutang
macet dll.

Untuk itu pertama sekali coba kita buat catatan berapa uang cash yang saat ini
sedang kita pegang? Berapa yang ada di dalam rekening bank?

Lalu, hitung berapa besar piutang kita?

Berapa banyak persediaan barang yang dapat dijual segera?

Selanjutnya, buat catatan tentang hutang – hutang usaha kita, karena ini harus
segera di bayar, jangan sampai lupa kapan jatuh temponya. Walau si pemberi
piutang tidak masalah, ini terkait masalah kepercayaan.

Dalam manajemen keuangan ada 3 hal yang harus kita pahami. Pertama proyeksi
laba rugi, lalu Laporan Arus Kas, dan Perubahan Neraca. Ketiga laporan dasar
keuangan ini mudah kok dipahami, agar kita tahu seberapa sehat keuangan usaha
kita, seberapa besar pertumbuhan usaha kita. Bagaimanapun, pertumbuhan usaha
itu dilihat seberapa besar pertumbuhan “uang” yang mereka miliki.

Secara sederhana melihatnya, selama usaha ini berjalan, berapa banyak asset dan
nilai ekuitas (modal) usaha itu tumbuh. Semakin banyak atau besar, maka semakin
baiklah usaha tersebut. Dibandingkan dengan apa? Dengan hutang usaha.

Untuk awal, minimal kita mencatat semua pendapatan dan pengeluaran usaha
kita. Sedetailnya. Dalam bentuk catatan sederhana, terdiri dari

| Tanggal | Keterangan | Debet | Kredit | Saldo |

Selanjutnya, dalam manajemen keuangan usaha ini, bedakan uang pribadi dan
uang usaha. Buat beberapa rekening, tandai bahwa rekening ini untuk uang –
uang usaha. Dan rekening yang lain untuk keperluan pribadi.

Walau usaha itu punya kita, seluruh uang cash yang ada di rekening usaha adalah
milik kita, tapi belajarlah untuk menggaji diri kita sendiri. Yang nominalnya
disesuaikan dengan perkembangan usaha. Jangan mematok gaji terlalu tinggi,
nanti dapat mengganggu keseimbangan uang usaha itu sendiri. Ambil sewajarnya,
jika terus tumbuh kita bisa menambah gaji kita atau menambah bonus untuk diri
kita sendiri.

Tapi ingat, PISAHKAN uang PRIBADI dan uang USAHA.

Kecerdasan finansial adalah kunci untuk kaya. Saya menyesal tidak mempelajari
hal ini sejak dulu, baru beberapa waktu belakangan ini saya memahaminya.
Padahal di perkuliahan S1 saya dulu, prinsip – prinsip keuangan ini semua
dipelajari.

Saran saya kita jangan mengikuti kesalahan saya dulu. Kita harus melek
finansial, minimal kita mengerti cash flow (arus kas) usaha kita, kendalikan agar
tetap sehat. Saat itu berhasil kita lakukan, insyaAllah usaha kita akan tumbuh
terus, walau tidak langsung besar, usaha ini punya ketahanan yang lebih
dibandingkan usaha lain.


-----

baca juga :

Cara Hitung Break Even Point dan Manfaatnya
Kesalahan Pemula : Ingin Bermalas malasan

Read more