Jumat, 16 September 2016

Lebih Penting Mana : Profit atau Cash?



Beberapa hari yang lalu saya di ingatkan oleh sebuah email dari salah seorang guru saya, bang Fikry Fatullah. Beliau bertanya, seperti judul artikel ini, penting mana profit atau cash. Beliau juga menceritakan beberapa kasus kegagalan beliau dalam bisnis – bisnis sebelumnya. Dan akan terlihat benang merahnya nanti.


Bagi yang sudah mengikuti kelas online manajemen uang bisnis (#MUB) insyaAllah akan paham mana yang harus di dahulukan. Hal ini selalu saya ulang ulang di berbagai kesempatan saat kelas berlangsung. Dan di modul kelas ini juga saya tegaskan (menegaskan apa yang sudah di ajarkan para guru bisnis kami) bahwa CASH adalah Darah. Ia tidak bisa kurang, anda pasti tau penyakit anemia. Penyakit kekurangan darah, bagaimana mereka terlihat? Lemah letih dan lesu, tidak ada gairah.

Profit memang penting dan ia menunjukkan seberapa efisien bisnis kita berjalan. Semakin efisien, maka potensi profit semakin tinggi. Namun, satuhal yang harus diingat bahwa profit itu ternyata sesuatu yang semu, dan cash adalah sesuatu yang masuk akal. Mengapa?

Terkadang, jumlah uang yang ada di catatan saat di bandingkan dengan aslinya seringkali miss. Dimana salahnya? Umumnya di banyak bisnis, terutama pemula yang catatan keuangannya masih tumpang tindih, perbedaan catatan dengan aslinya itu disebabkan ada 2 hal yang terlewat. Pertama 
STOK dan kedua, PIUTANG.

Kita sering tidak sadar bahwa stok itu menyebabkan uang cash kita “terduduk” tidak produktif, tidak mengalir, mengendap. Jika berlangsung dalam waktu yang lama ia bisa mengganggu keseimbangan di dalam bisnis. Apalagi untuk produk produk yang memiliki tingkat inovasi tinggi seperti fashion dan teknologi. Tiap sebentar keluar seri terbaru, model terbaru, sehingga stok kita menjadi tidak lagi relevan. Apalagi saat kita salah dalam menentukan strategi harga jual produk. Kerugian kita makin dalam.

Piutang? Ini sama buruknya. Karena berharap barang laku dan stok berkurang namun sistem pembayaran dengan sistem mundur atau kredit. Bisnis kita mengalami defisit karena masih ada beberapa uang cash yang tertahan di pelanggan. Sedihnya banyak orang itu sering amnesia saat punya hutang. Cepat lupa bahwa ia punya hutang. Jika dalam jumlah sedikit memang tidak terasa, apalagi cash yang kita punya dalam jumlah banyak. Namun, untuk usaha (lagi lagi pemula) dengan modal minim, piutang jelas suatu kondisi yang tidak sehat.

Jadi, mana yang lebih penting? Profit atau cash?

Jelas cash! Ini tidak bisa di bantah. Bisnis yang baik adalah bisnis dengan kondisi cash yang baik, namun jika omzet = cash in (uang masuk) jelas ini sangat baik, karena profit akan sama dengan jumlah cash bersih yang diterima.

Nah, semoga kawan kawan dah dapat gambaran ya. Bahwa dalam bisnis, uang cash, cash flow, cash in, cash in nett itu menjadi sesuatu yang sangat penting untuk diperhatikan. Bukan sekedar banyak jual, penjualan yang tinggi akan menjadi sia – sia saat uangnya tidak ada. Semoga bermanfaat, silahkan share jika merasa bermanfaat.



Kamis, 11 Agustus 2016

Perang Harga, Siapa yang Menang?

Dalam upaya memenangkan konsumen, ada banyak sekali taktik yang bisa di kembangkan oleh bisnis. Harga adalah salah satunya, namun sayangnya saat ini harga sepertinya menjadi satu satunya senjata yang digunakan banyak pengusaha. Dan pada akhirnya yang terjadi adalah perang harga.

Dalam tulisannya Rico Huang soal price war, beliau banyak bercerita soal ini dan intinya sih, tidak ada ada yang menang di perang harga. Kita rugi, rezeki kompetitor juga di ganggu, produk menjadi hina dan konsumen tidak mendapatkan value yang bagus. Bahkan konsumen bisa tidak dapat produk sama sekali kalau kita dan kompetitor bangkrut akibat perang harga (fikry fatullah).

Di era digital saat ini, yang memenangkan persaingan bukanlah mereka yang menjual paling murah, tapi mereka yang punya pelayanan bagus (service) dan logistik juaralah yang akan memenangkan persaingan. Walau ironisnya sampai hari ini masih ada juga yang berpikir bahwa untuk menang persaingan harus dengan banting - bantingan harga.

Guru kami menuliskan bahwa untuk memerangi perang harga ada beberapa hal yang bisa kita lakukan, antara lain:

Pertama : Value kita harus bagus

Hal ini adalah dasar dalam bisnis, sejatinya bisnis adalah pertukaran value dan produk adalah salah satu dari bagian value itu.

Value sebenarnya adalah benefit yang kita tukarkan dengan sejumlah biaya yang disebut harga. Kebanyakan orang takut menaikkan harga karena takut pasarnya lari. Nah, jika konsumen sudah menetapkan value suatu produk, artinya ia sudah mendapatkan benefit atas harga yang ia keluarkan. Jadi agar value di benak konsumen tidak berubah, setelah kita naikkan harga, maka tingkatkan juga benefit yang mereka rasakan.

Jika secara matematis di gambarkan VALUE = BENEFIT/ Biaya (harga)

Kedua : agar Value bagus, Proses bisnis dan SDM harus Solid dan Mulus

Terkadang konsumen membeli bukan karena produknya saja, tapi ada hal lain yang membuat mereka “nyaman” bertransaksi dengan kita. Dan kenyamanan itu bisa didapatkan dalam proses bisnisnya atau dengan SDM kita.

Dan menurut Hiten shah, hal yang paling menantang dalam bisnis adalah prosesnya dan SDM.

Ketiga : Persepsi Bagus Menurut Pasar/ Calon Pembeli

Bagus menurut siapa? Benar menurut siapa? Ini yang biasa disebut persepsi. Kita sering menduga duga apa yang ada di dalam benak konsumen, saya juga sering mendapatkan melihatlah dari kacamata konsumen, bukan kacamata kita sebagai produsen. Kadang, konsumen bahkan tidak tahu apa yang mereka butuhkan. Tugas kitalah yang menggali kebutuhan dan memberikan solusi atas jawaban mereka.

Keempat : Trafik dan Aset

Kuasai bagaimana mendatangkan trafik dan membangun aset online. Para guru kami sering mengatakan bahwa makanan bisnis itu adalah trafik. Makin banyak trafik makin baik, tinggal bagaimana kita berkomunikasi dan mengubah trafik menjadi penjualan.  Lalu jangan lupa untuk mulai membangun aset online kita. Di dunia yang makin digital, kebutuhan online makin tinggi, jika kita tidak juga membangun aset online, kita bakal terus tergerus dan ketinggalan.

Kelima : Produk yang Unik

Kalau kita memiliki produk yang unik dan belum ada yang jual, pasar masih gelap soal harga, kita bisa tentukan harga sesuka kita. Dan peluang untuk mendapatkan laba dan memberikan value yang baik terhadap produk menjadi lebih tinggi.

Dalam kelas manajemen uang bisnis sering saya sampaikan bahwa bisnis tujuannya adalah mendapatkan cash, jika kita gagal mendapatkan cash, kita tak ubahnya lembaga sosial bukan organisasi bisnis. Fokus ke sana seharusnya.
Dan untuk mendapatkan cash yang relatif banyak, maka laba harus tinggi. Laba di dapat dari pengurangan antara penjualan dan biaya biaya. Jika kita jual murah, sementara biaya tinggi, apakah kita bisa dapat laba yang layak?
Dengan dapat laba yang layak, kita  bisa mengembangkan bisnis menjadi lebih bagus lagi, meningkatkan produksi, meningkatkan layanan dan lain  lain.
Intinya hindari perang harga, gak ada untungnya. Jangan terjebak paradigma jual murah = laris. Banyak yang terjebak dengan paradigma ini, mereka bangga dengan mutasi rekening yang tinggi, tapi sejatinya mereka tidak mendapatkan apa – apa, hanya kelelahan dalam menjalankan bisnis.



*)Tulisan ini terinspirasi oleh guru kami fikri fatullah

Mengulang Kajian : Aset Liabilitas dan Cut Cost

Bagian 1 : Aset dan Liabilitas

Bagi yang sudah baca ebook 19rahasia keuangan bisnis, pastinya sudah menemukan penjelasan soal aset dan liabilitas. Inilah yang jadi rahasia para orang yang hidup makmur dan jadi penyebab orang jatuh dalam jurang kemiskinan.

Secara sederhana, aset adalah sesuatu yang akan menyebabkan uang cash kita meningkat. Ia akan menghadirkan uang cash lagi dan lagi...seperti beternak uang.

Contoh yang paling mudah adalah kita beli rumah, kemudian dijadikan kos kosan, tiap bulan kita mendapatkan uang sewa dari kos. Apakah cukup ini saja? Ternyata tidak, ada catatan lain, pendapatan kita harus lebih besar daripada biaya yang keluar. Misal kos tadi, maka biaya perawatan rumah kos harus lebih kecil dari pendapatan yang kita dapatkan.

Lalu liabilitas? Jelas kebalikannya. Liabilitas adalah kewajiban alias beban. Ia menyebabkan uang cash kita keluar, misalnya yang paling gampang kita beli gadget untuk gaya gayaan...hasilnya apa? Biaya pulsa jadi lebih tinggi dari biasa, dan sedihnya, saat gadget coba untuk dijual kembali, ia tidak memberikan nilai yang lebih tinggi dari saat ia dibeli...

ada yang punya pengalaman menjual gadget bekas dengan harga lebih tinggi dari harga beli? Kalo ada ajaib.

Tugas pertama kita agar selamat di area keuangan adalah

KENALI ASET dan LIABILITAS yang kita miliki...

Pahamkan?


Bagian 2 : CUT COST

Tujuan utama mendirikan bisnis adalah untuk mencetak cash!

Sehebat apapun kemampuan menjual kita, jika kita tidak mampu mengendalikan yang namanya biaya alias cost, maka penjualan yang besar tidak akan memberi arti apa apa.

Di dalam ebook 19 rahasia keuangan sudah saya jelaskan pendapat teman saya soal bagaimana memperkuat cash.
  • Meningkatkan penjualan
  • Menekan biaya (produksi dan operasional)
  • Mengurangi piutang
  • Mengendalikan stok barang


Nah, dari keempat cara ini, 3 hal terakhir memiliki benang merah yang sama yaitu “menekan/ mengurangi cost”

Sehebat apapun penjualan kita, jika kita gagal mengendalikan biaya dalam bisnis kita, penjualan yang besar itu menjadi tidak ada gunanya.

Dalam kebanyakan kasus yang saya temui, kasus meningkatnya biaya dalam bisnis kita bermula dari ketidakmampuan kita dalam mengendalikan biaya yang muncul. Biaya memang sesuatu yang pasti, namun kita punya hak untuk mengendalikannya.
Contoh kasus yang sering saya temui adalah :

Pertama, Membeli barang (stok) yang tidak diperkirakan sebelumnya. Khilaf karena sedang diskon besar atau membeli banyak diskon lebih gede dan seterusnya. Memang stok ini pada akhirnya akan di gunakan, namun ia akan menggerus cash dalam jumlah besar di waktu singkat. Jika bisa di imbangi dengan masuknya cash ke bisnis (stok langsung habis) ya ga pa pa, masalahnya kalau stoknya butuh waktu yang lama untuk di konversi jadi uang (terjual)

Kedua, memberi PIUTANG alias ngutangi konsumen, karena takut barang gak laku atau ada pikira lebih baik barang keluar dari pada Cuma numpuk di stok. Nah, ini juga kesalahan. Masih ingat prinsip dasar keuangan bisnis? Sebisa mungkin menghindari hutang dan piutang. Bukannya apa, ini akan mengganggu uang cash bisnis kita. Piutang membuat stok kita keluar tapi gak jadi uang...nantikan di bayar bang? Iya, apakah kurang dari 1 bulan? Kalo ngaret gimana? Belanja kita selanjutnya bagaimana? Kita sedang jadi pebisnis atau lembaga sosial?

Ketiga, membeli barang yang gak mengenerate cash alias Cuma jadi liabilitas aja. Alias Cuma bikin uang cash keluar dari kantong kita...misal beli mobil baru yang lebih canggih, untuk penampilan...masa pengusaha Cuma pake xenia atau luxio? Ganti dong CR V... ganti hape baru yang lebih pada fashion bukan untk digunakan sebagai “CS”

Nah, tingkatan kedua dari tangga bisnis yang saya pahami adalah “meningkatkan profit” cara Cuma dua, jual lebih banyak dan kurangi biaya.

Sudah listing apa saja biaya biaya dalam bisnis anda?


Sudah ada 2 Pekerjaan Rumah yang harus di lakukan ya...?

Senin, 23 Mei 2016

Cara Lebih Produktif

Kita pasti ingin lebih produktif, baik dalam pekerjaan, maupun dalam keseharian. Namun, masalahnya banyak di antara kita tidak mengetahui cara meningkatkan produktivitas pribadi. Secara umum produktivitas adalah perbandingan antara hasil kerja (output kerja) dengan sumber daya (input yang digunakan). Jika hari ini kita bekerja, maka perbandingan hasil kerja yang kita hasilkan dibandingkan dengan input untuk menghasilkan pekerjaan tadi, itulah nilai produktivitas kita.

cara meningkatkan produktivitas


Bagi kita yang bekerja sebagai karyawan, menghitung produktivitas kita masing masing terlihat lebih mudah bila dibandingkan dengan yang bekerja sebagai wirausaha. Sebagai karyawan kita sudah memiliki rutinitas kerja alias KPI  (key performance indicator) yang harus dicapai. KPI ini adalah standar kinerja kita masing  - masing, dapat dikatakan saat hasil kerja kita di bawah standar maka produktivitas kita rendah, jika jauh di atas KPI, produktivitas kita dapat dikatakan tinggi.

Namun, bagi para wirausaha kesulitan pengukuran nilai produktivitas terjadi karena biasa mereka tidak memiliki standar penilaian unjuk kerja alias kinerja mereka sendiri. Semua di buat mengalir seperti biasa. Ukurannya dilihat dari seberapa besar pertambahan pendapatan saja, tanpa memperhatikan faktor sumberdaya (input ) yang digunakan.

Namun, dalam beberapa waktu belakangan ini, kami mencoba melakukan satu hal yang sudah dirutinkan oleh teman teman yang lain, namun dengan sedikit modifikasi.

Kami mencatat sebuah cara untuk meningkatkan produktivitas pribadi kita adalah dengan :

1. Menentapkan Tujuan

Kami pernah membaca bahwa bagi orang  - orang yang ingn menurunkan berat badan dengan meningkatkan intensitas olahraganya, perlu menyusun sebuah target. Misalnya, lari pagi ke lapangan merdeka medan selama 30 menit. Bukan sekedar menetapkan lari pagi 30 menit. Nah, mereka mereka yang menetapkan tujuan yang lebih spesifik ternyata mendapatkan hasil yang lebih baik daripada yang tidak menetapkan tujuan di awal.

Sama halnya saat kita berencana ingin meningkatkan produktivitas pribadi, tetapkan tujuan yang spesifik dan terukur. Ini akan membantu pikiran kita untuk fokus mengejar target yang ditetapkan. Namun, terkadang, ada kesulitan juga saat menyusun target ini. Tapi, tidak mengapa, tulis saja target yang spesifik dan kita merasa sanggup untuk mencapainya.

2. Menyusun To Do List

Langkah kedua ini mungkin sudah tidak asing ditelinga kita. Hampir setiap kita mengenal istilah ini. Ya, benar menyusun daftar kerja yang akan kita kerjakan. Atau menyusun rencana apa yang akan kita kerjakan. Dan ternyata, lagi lagi menyusun to do list ini juga bukan perkara mudah, banyaknya sih karena tidak konsisten. Hari pertama, kedua ok, saat masuk ke hari ketiga mulai mengendur dan akhirnya ditinggalkan.

Lalu bagaimana agar bisa konsisten?

Kami melihat langkah ketiga berikut ini akan sangat membantu kita agar lebih konsisten dalam merencanakan apa yang akan kita kerjakan dan mengerjakan apa yang kita rencanakan.

3. Memilih 2 Pekerjaan yang PALING PENTING dari to do list

Kami menemukan bahwa, langkah ketiga inilah yang harus kita lakukan berulang kali, hingga menjadi sebuah kebiasaan. Jika kita bisa membangun ini menjadi kebiasaan, kamiyakin kita akan lebih fokus dan lebih konsisten menjalankan program yang kita susun. Pikiran kita pada umumnya memiliki sebuah ‘penyakit’ yang sama yang disebut oleh Adi Silarus sebagai monkey mind. Pikiran monyet.

Tau monyetkan? Sifat serakahnya membuat ia ingin menguasai banyak hal. Coba berikan monyet satu makanan, lalu sesaat kemudian berikan lagi makanan lain, dan berikan lagi yang lain. Pasti ia akan berusaha menguasainya, tangan, kaki, mulut dan seterusnya.
Pernah membaca cara menangkap monyet yang paling efektif? Ternyata hanya menggunakan toples yang berisi permen dan toplesnya memiliki leher yang agak mengecil. 

Begitulah sifat monyet.

Nah, dengan memilih 2 pekerjaan yang PALING penting, pikiran kita akan lebih fokus untuk mengerjakannya. Dan peluang untuk terselesaikan pekerjaan itu menjadi lebih besar.
Lalu, hasil kerja kita sedikit dong? Coba aja bandingkan dengan saat kita menyusun banyak rencana. Apakah hasilnya lebih baik? Kehilangan fokus justru membuat kita tidak melakukan apa apa. Bingung!

Satu hal lagi yang kamicatat, ternyata done lebih baik dari perfect!

Dicoba ya...

4. Evaluasi

Setelah kita lakukan 3 langkah di atas, jangan lupa untuk selalu mengevaluasi pekerjaan. Sejauhmana nilai/ skor kita dalam menyelesaikan to do list yang sudah kita kerucutkan menjadi 2 pekerjaan saja dalam 1 hari. Apakah masih ada gangguan yang muncul saat berusaha menyelesaikan pekerjaan itu, apa dan bagaimana mengatasinya. Semua kita catat dan kita cari solusinya.

Pakai mind map agar lebih mudah menggali sumber  - sumber solusi baru atau menggunakan diagram tulang ikan (fish bone diagram) untuk mencari akar masalah. Anda juga dapat menggunakan 5 why dalam menggali sumber masalah. Dan tools lain yang dapat anda gunakan dalam menganalisa apa kekurangan dan apa saja improvisasi yang dapat dilakukan.

Tanamkan dalam pikiran kita bahwa tidak ada cara terbaik, namun selalu ada cara yang lebih baik.


Itulah 4 langkah yang dapat kita lakukan dalam upaya meningkatkan produktivitas pribadi. Sebagai penutup, ternyata produktivitaslah yang menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing. Di Amerika dibutuhkan 35 man hour untuk menghasilkan 1 buah mobil. Jerman membutuhkan 23 man hour dan Jepang membutuhkan 17 man hour untuk 1 unit mobil. Dan seperti kita ketahui bersama bahwa industri otomotif Jepang begitu kuat di dunia, walau hari ini mulai di saingi Korea, tapi tetap parameternya di produktivitas, sejauhmana output yang kita hasilkan dengan memanfaatkan sumberdaya yang kita miliki.  

Senin, 02 Mei 2016

Studi Kasus : Jual Madu Hutan Asli Riau


Beberapa waktu yang lalu kami berkesempatan belajar bagaimana menjual via internet. Bagaimana menemukan kata kunci yang tepat untuk produk jualan kami. Dan kebetulan kami menjual madu hutan asli sumatera dan membuka peluang usaha/ kerjasama baik sebagai agen, reseller atau yang ingin maklon madu pun bisa kami sediakan (detail info di 0823 6638 0788). Produk utama kami adalah madu hutan asli sumatera yang berasal dari hutan sialang riau. Bagi sebagian orang, produk madu hutan riau terutama yang dari hutan sialang sudah tidak asing lagi.




Dalam seminar kemarin, kami mendapatkan beberapa materi tentang seo, bagaimana mengoptimisasi iklan yang kita pasang di berbagai media, mulai dari iklan baris, sosmed, hingga web. Dan memang saat ini kami sedang mengembangkan web khusus untuk produk madu kami di refillmadu.com. melalui web ini kami akan mencoba menawarkan beberapa paket kerjasama/ peluang usaha mulai dari reseller madu, agen/ distributor produk madu. Kami mencoba untuk menyederhanakan persyaratannya. Sehingga teman  - teman yang tertarik memulai usaha, terutama usaha rumahan dapat bergabung menjadi bagian keluarga refillmadu.com.


Web refillmadu.com memang sudah berusia lebih dari satu tahun, namun karena beberapa hal, web ini belum 100% jadi. Dan dalam bulan bulan ini diharapkan web ini bisa running 100%. Di dalam web ini nanti selain peluang reseller, agen, distributor dan maklon madu. Kami juga menyediakan program affiliate. Berbeda dengan program affiliate yang lebih banyak ke produk digital, di refillmadu, kami menyediakan produk fisik.

Kembali ke seminar bagaimana menjual produk kita secara online. 


Ada beberapa hal memang yang harus diperhatikan, dan yang paling utama adalah pemilihan kata kunci yang akan kita gunakan. Kata kunci adalah kata  - kata yang digunakan oleh calon konsumen yang mencari informasi di mesin pencari google.co.id. nah, untuk kasus ini maka gunakan sudut pandang konsumen, bukan sudut pandang kita sebagai penjual.


Misalnya, kami sebagai penjual madu online, maka kata  - kata yang akan kami ketikkan di kolom mesin pencarian bakal berbeda dengan apa yang akan diketikkan oleh konsumen. Untuk itu, posisikan diri kita sebagai konsumen yang hendak mencari informasi seputar produk yang kita jual. Oleh karena itu, pengetahuan kita soal produk kita menjadi penting.


Pengetahuan Produk


Bicara pengetahuan produk, semisal produk madu. Maka ada banyak sekali kata  - kata yang kemungkinan akan dituliskan oleh para calon konsumen. Contoh : manfaat mengkonsumsi madu, Khasiat madu hutan, jual madu hutan asli riau di medan (jika kita tinggal di medan dan ingin mencari produk madu di medan), peluang usaha madu (jika kita ingin mencari peluang usaha madu). Atau jika anda ingin mencari suplier madu, bisa mengetikkan suplier madu di Lampung (jika mencari sulier di Lampung). Atau jika anda tertarik untuk maklon madu, kita dapat juga menuliskan maklon/makloon madu.


Gali sebanyak mungkin peluang kata kunci yang akan digunakan oleh calon pembeli. Dan google sendiri sudah memberikan rekomendasi kata kunci yang paling sering digunakan orang dalam mencari informasi di mesin pencari google. Biasanya jika kita mengetikkan sesuatu di kolom pencarian, maka akan ada “suggest” yang diberikan google kepada kita. Kita dapat menggunakan kata  - kata ini sebagai kata kunci turunan yang ingin kita kembangkan ke dalam bentuk artikel atau deskripsi foto misalnya.


Mengapa suggest ini muncul? Suggest ini muncul dikarenakan masyarakat yang mencari informasi itu sudah sangat banyak. Oleh google data itu tersimpan dan dijadikan masukkan untuk kita yang sedang mencari informasi.


Ada 3 hal yang bisa kita lakukan jika ingin artikel/ iklan yang kita pasang di web kita memiliki peringkat yang baik di google. Ini hanya tips yang saya dapatkan bagaimana menulis artikel yang mudah dikenali mesin mencari. Ada banyak cara, tapi ini yang paling dasar perlu kita ketahui.


Pertama, JUDUL, gunakan kata kunci sebagai judul. Robot google akan mencrawl setiap web dan yang pertama sekali ia kenali biasanya judulnya. Sesuaikah judul artikel kita dengan kata yang diketikkan orang yang mencari informasi di mesin pencari. Seperti yang kami lakukan melalui contoh artikel ini adalah “Jual Madu Hutan Asli Riau”. Benar, kami ingin menembak kata kunci madu hutan asli riau. Dan dikhususkan lagi untuk mereka yang mencari informasi tentang penjual produk madu. Ada dua kemungkinan, ingin konsumsi sendiri atau ingin mencari suplier madu terpercaya.

 Kedua, alamat URL, di kolom alamat url, biasanya akan muncul, namaweb.com/judul artikel. Jika judul kita terlalu panjang, secara otomatis akan dipendekkan. Namun kita tetap bisa menggunakan seluruh judul sebagai alamat url artikel kita. Untuk pengaturannya bisa dipelajari nanti. Dan pastikan ada kata kunci di alamat url, jika sama dengan judul itu lebih baik.

Ketiga, ada kata kunci di setiap paragraf yang kita tulis. Misal kita ingin menembak kata kunci madu hutan asli riau, maka kita perlu mencari kata kunci turunan di google, terutama yang masuk sebagai suggest dari google. Lalu kita tebar kata kata kunci itu di dalam artikel kita.

Satu hal terakhir yang dapat kami sampaikan adalah susunlah artikel sebaik mungkin sehingga enak untuk dibaca. Pembaca artikel kita tetap harus menjadi target utama. Bukan sekedar mengejar rangking di mesin pencari. Kadang kepercayaan konsumen muncul dari kualitas informasi yang kita berikan kepada mereka. okelah, jika artikel kita di halaman pertama, namun saat dibuka ternyata gak enak di baca, web kita akan langsung ditinggalkan.

Saat ditinggalkan, kepercayaan calon konsumen menjadi menurun. Apalagi saat ia tidak sempat membaca nomor kontak yang kita berikan. Peluang closing semakin kecil. Untuk itu saran kami, jangan kecewakan calon konsumen yang datang ke web kita dengan kualitas artikel yang rendah.
 
Demikianlah sedikit pengalaman yang kami dapat dari seminar menjual secara online, dikarenakan kami menjual madu hutan asli riau, maka kami jadikan itu sebagai contoh kasus. Bagi teman  - teman yang tertarik dengan peluang bisnis madu, yang bisa dikerjakan dari rumah. Bisa kontak nomor admin refillmadu di 0823 6638 0788 atau pin bbm 545545B5, semoga dapat membantu mencarikan solusi peluang usaha untuk anda.

Minggu, 10 April 2016

Peluang Usaha Rumahan : Ber - Bisnis Madu


Ternyata sudah lama juga tidak menulis di sini, ada banyak kegiatan baik online maupun offline yang harus kami kerjakan. Pada kesempatan kali ini kami akan bercerita tentang salah satu usaha yang dimiliki oleh kawan kita. Ia memulai bisnis ini disaat kondisi habis bangkrut di dua usaha sebelumnya. Berbekal pelajaran dari kegagalan sebelumnya, ia kembali melangkah. Setelah diskusi dengan temannya tentang peluang usaha madu, ia memutuskan untuk memulai bisnis madu dari rumah.

Madu Hutan asli Sumatera

Kita semua pasti tahu bahwa madu adalah makanan terbaik di dunia. Memiliki berjuta manfaat bagi kesehatan. Itulah yang menjadi motivasinya dalam menjalankan bisnis ini. Produk madu adalah produk legend yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Selain itu, teman saya ini melihat trend pencarian madu di mesin pencari google juga tinggi. Artinya produk madu masih memiliki peluang yang bagus.

Memulai dengan 100 ribu

Kebangkrutan yang ia derita menyebabkan ia harus menanggung hutang yang tidak sedikit, modal habis. Walau ia masih bisa menghubungi beberapa investornya, ia memutuskan untuk kali ini ia ingin membangun usaha madu ini dengan menggunakan modal sendiri. Untuk itu, ia memulai bisnis madu ini dengan menggunakan modal seadanya. 100 ribu rupiah.
Berbekal 100 ribu ini ia belikan dua botol madu hitam pahit yang waktu itu sedang trend, karena memiliki banyak manfaat dan memberi efek yang lebih cepat daripada madu hutan murni. Dan 2 botol lakuk, ia belikan 3 botol dan seterusnya. Sampai datanglah beberapa orderan dari berbagai kota. Kebetulan teman saya ini hanya menggunakan Facebook sebagai media promosinya.
         Setahun lamanya ia bergelut dengan penjualan online hanya melalui akun personal facebook. Penjualannya tidak terlalu istimewa, karena memang yang ia pahami dari berjualan di Facebook hanya dengan menampilkan gambar dan ada kalimat call to action –nya serta nomor telepon yang dapat dihubungi. Ternyata itu saja tidak cukup.
Ia mendapat arahan dari temannya yang kebetulan lebih dulu memahami bagaimana menjual. Baik secara online maupun offline berbasis teknologi pikiran. Ia coba aplikasikan ilmu yang ia dapat dari temannya itu ke bisnis madu hutan yang sedang ia rintis ini. Hasilnya lumayan, penjualan meningkat hingga 5 kali lipat.

Melangkah lebih Jauh

Dunia penjualan adalah dunia yang paling dinamis, selalu ada terobosan baru dalam dunia penjualan. Apalagi dengan bantuan teknologi memaksa setiap pengusaha untuk bekerja lebih cepat dari sebelumnya. Termasuk teman kita ini, mau tidak mau, jika ia ingin terus eksis di bisnis madu ini, maka ia harus melakukan inovasi dalam penjualannya.
Namun, semua butuh biaya. Ini yang sering kami sampaikan bahwa untuk memulai bisnis kita dapat memulainya dengan tanpa modal, namun untuk naik kelas, sebuah bisnis tetap membutuhkan suntikan tambahan modal cash.
Berbekal pengalaman menjual selama beberapa bulan sebelumnya, ia tuliskan proposal peluang kerjasama bisnis madu, ia menamai usahanya dengan refillmadu. Dari pengalaman cashflow sebelumnya ia menemukan bahwa usahanya ini akan memberikan keuntungan sebesar sekian persen setiap bulannya, tergantung kinerja. Ia ingin usahanya berkah, untuk itu ia menghindari riba, ia gunakan prinsip bagi hasil dalam usaha yang ia tawarkan ke beberapa investor.
Alhamdulillah, kepercayaan teman  - temannya cukup tinggi, ia mendapatkan suntikan dana dari 11 orang teman, yang tersebar di seluruh indonesia, bahkan ada yang dari taiwan (seorang TKI).
Maka dikembangkanlah proses penjualan dalam bisnis madu yang ia namai refillmadu. Ia kemudian mencoba mengembankan web untuk menunjang penjualan (masih dalam pengerjaan) yatu refillmadu.com dan mencoba membangun tim reseller.
Dan saat ini, kawan ini memiliki beberapa produk unggulan yang ia jual,
  1. Madu hutan riau atau yang biasa disebut madu hutan sumatera.
  2. Madu Langsing, madu untuk menurunkan berat/ melangsingkan badan
  3. Madu gemuk, madu untuk menambah berat badan
  4. Madu For Mama, madu untuk meningkatkan jumlah produksi asi bagi ibu menyusui
  5. Madu Penyubur kandungan, cocok untuk pasutri yang ingin memiliki momongan
  6. Madu Gemuk Anak, Madu khusus untuk meningkatkan nafsu makan anak dan meningkatkan kecerdasan.
  7. Madu Hitam Pahit, madu yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan

Dan beberapa produk madu lainnya.

Dan melalui usaha ini, kawan kita ini ingin menawarkan peluang kerjasama bisnis, bisnis yang bisa dikerjakan dari rumah. Ya, bisnis rumahan, karena proses penjualannya dilakukan dirumah. Ada 3 peluang yang ditawarkan  kawan kita ini:

1     1.       Peluang usaha Keagenan Madu Hutan
                Untuk produk ini, ia memberikan 3 pilihan bentuk usaha
-     Makloon Madu, artinya kita sebagai agen dapat memesan Madu dalam kemasan yang telah dilabeli dengan Merk kita sendiri. Misalnya si A ingin madu hutan bermerk Al Hafizh, maka nanti kawan ini akan mencetakkan label madu hutan al hafizh. Tentunya ada minimum order untuk jenis ini.
-     Madu Hutan Curah, untuk jenis ini, teman  - teman bisa membeli madu dalam bentuk curah (jerigenan) yang kemudian dapat kawan  - kawan botoli sendiri dan dijual dengan merk sendiri juga.
-    Reseller Madu Hutan, untuk jenis ini, teman – teman tinggal menjualkan produk yang sudah disedikan oleh refillmadu.com. bahkan refillmadu.com akan mengirimkan langsung ke alamat anda dengan nama anda sebagai pengirim.

2     2.       Peluang Usaha Reseller Madu yang sudah ditambahkan Herbal
Dari 7 produk yang sudah disampaikan di atas, kita dapat menjadi resellernya. Kita tinggal menyebarkan promosi produk madu tersebut ke jaringan kita. Setiap penjualan kita kan mendapatkan discount mulai dari 20%. Dan persen diskon akan terus ditingkatkan sesuai dengan kinerja penjualan hingga 40%. Syarat menjadi reseller juga sangat mudah.

3     3.       Program Affiliasi Produk Madu
Peluang yang terakhir ini yang menurut kami paling menarik. Kita cukup menggiring trafiik untuk masuk ke link affiliasi kita di refillmadu.com, jika ada pembelian maka kita akan mendapatkan komisi. Program ini yang sedang ramai dibicarakan dalam dunia penjualan online.

Akhir kata, bisnis madu memang menarik, selain ia adalah produk legend, semua orang sudah tahu manfaat madu bagi kesehatan. Jadi tidak dibutuhkan banyak efoort untuk menjualnya. Selain itu, ami juga menemukan bahwa bisnis madu adalah bisnis dengan kestabilan harga jual yang sangat tinggi. Walau sudah lumayan berdarah, pasar madu tetap sensitif dengan harga, mereka akan kritis dengan madu yang dijual dengan harga murah. Mereka akan berpikir bahwa madu yang kita jual adalah madu palsu.
Dan berdasarkan penuturan kawan kita ini, bisnis madu akan tetap manis. Hingga beberapa tahun ke depan, ditambah dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat untuk kembali ke alam, artinya lebih banyak mengonsumsi makanan alami.
Semoga artikel tentang peluang usaha madu hutan ini dapat menjadi inspirasi bagi kita yang ingin memulai bisnis dari rumah. Madu dalam kemasan dapat menjadi pilihan yang menarik untuk dicoba. Jika ingin berkonsultasi soal bisnis madu hutan dan lainnya dapat hubungi no Wa 0823 6638 0788 atau BBM : 545545B5.

Selasa, 22 Desember 2015

Tips Manajemen Keuangan Usaha Sederhana

Dengan omzet 100 jutaan per hari tentunya bagi kita pemula menganggap itu sebagai bisnis yang luar biasa, tapi abang saya melihatnya dari sisi yang lain. Beliau merinti bisnis ayam potong sekitar 17 tahun yang lalu. Ia memulai dengan dua kandang, siang istrinya yang menjaga, malam beliau yang jaga. Waktu itu belum ada pagar keliling seperti sekarang. Bisnisnya tumbuh hingga mencapai penjualan 5000  - 10.000 ekor perhari. Bayangkan jika harga ayam perekor 20.000, maka omzet perhari mencapai 100  - 200 juta rupiah. Bisa dibilang beliau adalah penguasa pasar ayam potong di daerah kami. 

Namun, tahukah kawan  -  kawan, bisnis itu bangkrut.

Ya, abang saya katakan bahwa bisnis ayam potongnya bangkrut. Tapi jangan bayangkan ketika bangkrut semua asetnya hilang, tidak. Asetnya tetap ada dan dimanfaatkan untuk bisnis ayam juga, tapi bukan pedaging, petelur.

Kenapa beliau katakan bangkrut? Pertanyaan ini menjadi menarik.

Kemarin saat saya pulang kampung dan menyempatkan diri datang ke kandang, kami banyak bicara soal bisnis. Beliau bicara pengalaman selama ini dan saya bicara dari sisi bisnis online yang saya tekuni setahun belakangan ini.

walau beliau mencetak penjualan yang lumayan besar, namun ternyata semua itu hanya hitung  - hitung di atas kertas. Tidak dalam kehidupan yang nyata. Karena apa?

Sebelum saya jelaskan, satuhal yang saya catat dari perjalan bisnis saya yang masih seumur jagung. Bahwa memang penjualan menjadi tulang punggung bisnis, tanpanya bisnis tidak dapat tegak. Namun untuk membuat bisnis bisa tegak dan berjalan, kita butuh Uang Cash. Dialah darah, dialah jantung.

Dan kebanyakan pengusaha pemula seperti saya, mudah silau dengan besarnya angka penjualan alias omzet. Pikiran kita langsu mencoba menghitung berapa LABA yang dihasilkan, secara kasar jika penjualan sekian rupiah dan modal sekian rupiah maka kita mencatatkan laba sekian rupiah. Namun, kebanyakan pemula seperti saya ini lupa satu kaidah dalam manajemen keuangan. Laba adalah sesuatu yang SEMU, sedangkan yang nyata adalah ARUS KAS.

Lalu, apa kaitan ini dengan cerita bisnis abang saya yang bangkrut?

Abang saya mengatakan bahwa di bisnis ayam potong, ia menggunakan sistem bayar mundur, alias para agen atau langganan besarnya boleh HUTANG, dan dibayar ketika si agen mendapatkan uang dari penjualannya. Dan itu kesalahan dalam manajemen keuangan usaha yang saya catat. Memberi HUTANG. Mengapa jadi salah? Sudah jadi tabiat kebanyakan orang, mudah berhutang, sulit membayar. Abang saya kesulitan mencairkan piutang  - piutangnya yang nyangkut di agen  - agennya. Ada saja alasan untuk menunda pembayaran. Si agen lupa bahwa abang saya juga butuh dana segar untuk menjalankan bisnisnya.

Hutang macet, ibarat stroke pada tubuh manusia, ada aliran darah yang tersumbat.
Walau secara catatan omzet tinggi, laba muncul, tapi saat dihitung uang cash sesungguhnya, uangnya tidak ada. Di saat yang sama, beliau harus membayar tagihan  - tagihan yang muncul, beliau kesulitan.

Saya teringat teman saya, seorang manajer di tupperware, omzet sekitar 300 jutaan sebulan. Ia menjalankan sistem yang berbeda dengan kebanyakan agen tupperware lainnya. Ia memegang prinsip harus cash no credit. Walau pasar tupperware adalah ibu  - ibu dan ibu  - ibu adalah pecinta sejati sistem kredit, ia tetap tidak mau menggunakan sistem itu. dan hasilnya, bisnisnya tumbuh terus kok.

Lalu, saat saya memulai karir bisnis saya, yang saya lakukan adalah menjual komputer. Kebetulan sekali ada saudara mau beli komputer, saya sedikit banyak tahu tentang komputer. Akhirnya saya sanggupi untuk mencarikan beliau komputer sesuai dengan spesifikasi yang diminta. Saya berangkat ke kota, lalu membeli sebuah komputer dengan cash. Lalu saya jual dengan sistem kredit, tentunya dengan menambahkan sejumlah keuntungan yang menurut saya cukup adil. Membeli cash, menjual kredit. Betapa bodohnya saya saat itu. dan hasilnya bisa ditebakkan? Gulung tikar.

Lalu bagaimana dengan bisnis ayam petelur abang saya tadi? Setelah ia menyadari bahwa bisnis ayam potongnya sedang mengalami penurunan, ia mulai langkah baru, yaitu mulai mengganti kandang ayamnya menjadi kandang ayam petelur. Pelan pelan beliau masukkan bibit ayam petelur. Ia ubah haluan pelan  - pelan. Dan tahukah kawan, untuk ayam petelur ini, beliau tidak menerima hutangan. Mesti dibayar cash dimuka. Ada uang ada barang. Walau pelanggannya tidak sebanyak ayam petelur karena kebiasaan hutang tadi. Abang saya lebih nyaman menjalani bisnis ini. Tidak lagi dipusingkan dengan masalah tagih menagih hutang. Dan hari ini omzet hariannya sudah mendekati angka 100 juta lagi.

Dan yang ingin saya tegaskan disini adalah dalam mengelola keuangan usaha, apalagi dengan modal yang terbatas. Hindari Hutang piutang. Walau hutang itu sejatinya dibolehkan, sebelum kita terlena dan akhirnya terjebak dalam jerat hutang yang semakin besar. Baiknya hindari.

Saya teringat seorang teman, pengusaha konter hape, dari supliernya sudah berikan lampu hijau untuk bawa dulu barang, bayar secara cicil setiap minggu atau perbulan. Teman saya ini tetap keukeh tidak mau pakai sistem itu. karena apa? Ia menghindari hutang piutang. Biar kemampuan ia membeli barang untuk stok sedikit, daripada pusing mikirin hutang. Dan bisnisnya berkembang kok, ada 5 cabangnya.

Dan terakhir sebelum lupa, mas jaya setiabudi dalam statusnya beberapa minggu yang lalu mengatakan bahwa beliau mengakui kesalahannya, ketika mengajarkan bahwa gunakan sistem bayar mundur untuk mengakali ketiadaan modal usaha. Sekarang beliau menganjurkan lebih baik bayar cash, agar lebih adil untuk kedua belah pihak. Agar tidak ada pihak yang dizolimi.

Dan sekarang, prinsip ini saya bawa dalam bisnis jual beli MADU yang saya kerjakan sekarang. Keuangan kita stabil, laba terlihat dan arus kas lancar. Pernah reseller saya minta keringan dengan membayar madu yang dibeli dari saya selama 3 bulan. Memang jumlahnya besar. Target penjualan 1 bulan. Tapi, saya katakan tidak bisa, karena saya  beli madu ini ke suplier dengan uang cash. Secara logikakan gak ketemukan, uang cash dibayar dengan uang kredit.

Mudah  - mudahan kita semua dimudahkan untuk menjalankan bisnis, arus kas lancar dan bisnisnya selalu tumbuh. Bisnis yang sehat bukan hanya penjualannya tinggi, tapi aruskasnya lancar. Jadi, ingat tips dalam memanajemen keuangan bisnis, sederhana saja : hindari hutang dan piutang. Semoga bermanfaat

Saya , Bag Kinantan.


Silahkan share jika anda merasa ada manfaatnya. 

Senin, 30 November 2015

Tips Manajemen Keuangan Usaha


Ada banyak sekali tips di luar sana tentang manajemen keuangan usaha. Tapi saya ingin menuliskan apa yang pernah saya alami dan sedang saya kerjakan hari ini. Dalam sebuah buku tentang bagaimana menjadi seorang MBA (master administrasi bisnis) saya membaca bahwa laba adalah sesuatu yang semu sedangkan arus kas adalah nyata.

tips manajemen keuangan usaha

Teringat dengan tulisannya mas Jaya Setiabudi bahwa usahakan semua transaksi bisnis kita dalam bentuk cash, jangan lagi menggunakan model hutang (bayar mundur), walau sah sah saja jika kita melakukan ini. Menurut saya, inilah inti dari proses manajemen keuangan kita. Apalagi untuk usaha pemula dan dengan modal yang kecil serta pengalaman manajemen keuangan yang sangat minim.

Ya, seberapa baik putaran uang cash usaha kita akan menentukan kesehatan dan umur bisnis kita.

Saya punya teman, seorang manajer di tupperware, beliau menggunakan model transaksi cash, walau kawan kawannya menggunakan model kredit. Biasanya ibu  - ibu lebih suka kalo kredit ketimbang cash. Tapi beliau tidak takut kehilangan pelanggan, bahkan makin banyak. Sebulan omzetnya tembus 300 juta. Ketika saya tanyakan ke beliau, kenapa pakai model ini, beliau menjawab “ini bisnis saya, saya bertanggung jawab penuh di dalamnya dan saya yang paling tahu bagaimana kondisi bisnis saya. Jika yang tidak ingin berbisnis dengan saya, ya gak apa apa, silahkan cari yang lain.” Hanya saja, karena pelayanan beliau prima, langganannya nyaman berbisnis dengan beliau.

Contoh lain, kakak kandung saya yang paling besar. Bisnisnya ayam potong, ayamnya sudah ratusan ribu, putaran ayam perhari mencapai 10.000 ekor. Namun 2 tahun belakangan ini beliau tinggalkan bisnis ayam potongnya dan beralih ke ayam petelur. Waktu saya tanya kenapa? Beliau menjawab, bisnis ayam potong itu pakai sistem pembayaran mundur (hutang) terakhir sulit menagihnya dan kita kesulitan uang cash. Sebenarnya bisa dikatakan usaha ayam potongnya bangkrut. Jadi sekarang kita gak ternak lagi, Cuma ambil dari petani lalu kita jual lagi dengan sistem cash (eceran), gak ada resiko, gak pusing menagihnya. Dan untuk bisnis ayam petelurnya beliau pakai model pembayaran cash. Walau untung lebih sedikit, tapi putaran uang lancar.

Dan dulu sewaktu memulai usaha, saya juga melakukan kesalahan ini, menjual dengan sistem kredit, pikiran saya waktu itu, yang penting barang keluar dulu. Ternyata setelah itu saya kesulitan, karena ketiadaan uang cash. Untuk itulah di usaha terakhir saya ini, saya putuskan memakai skema pembayaran cash, agar tidak menyulitkan kedua belah pihak. Tidak ada yang merasa terbebani dan terdzolimi.

Inilah tips manajemen keuangan usaha buat pemula yang saya kerjakan dalam beberapa bulan ini, hindari hutang dan piutang. Jaga putaran keuangan cash selalu positif. Jika kawan kawan sudah menerapkan ini, usaha kawan kawan akan jauh lebih sehat.

Memang untuk membesarkan bisnis kita butuh modal tambahan dan salah satu cara untuk mengakalinya adalah dengan “berhutang” ke suplier. Jika kita punya nama baik di suplier mungkin bisa saja kita diberikan “pinjaman” barang untuk di jual lebih dulu lalu bayarnya mundur. Namun sebaiknya lakukan cara lain untuk mengakalinya. Salah satunya dengan menggaet investor, dalam tulisan sebelumnya sudah saya jelaskan beberapa tips bagaimana cara menggaet investor. Silahkan baca  - baca lagi. Ada banyak cara untuk mengakali agar bisnis kita bisa tumbuh dan membesar,

Semoga tips manajemen keuangan usaha untuk pemula ini dapat menginspirasi bagaimana menjaga keuangan usaha kita tetap sehat.

Bersambung....

=====

Tema tulisan ini terinspirasi dari diskusi pagi ini di grup WA #cakapbisnis 2 Soal Hutang dan Piutang.


Minggu, 29 November 2015

Belajar (lagi) Cara Menyusun Segmentasi Pasar

Saat membaca - baca ulang tentang re –profilingnya mas Jaya Setiabudi saya jadi berpikir, sepertinya ada yang salah dengan segmentasi dan target pasar yang saya susun dalam bisnis model refillmadu.com dan ini menuntut untuk segera diperbaiki. Seperti yang pernah saya tulis di status FB beberapa hari yang lalu, bahwa ada beberapa produk yang memiliki segmentasi dan target pasar tersendiri namun dalam prakteknya kami masih mengeneralisir ke beberapa kriteria profil target pasar saja.



Nah, kebetulan sekali saya lagi baca ulang buku “mahalnya” pak Laksita, ada sedikit bahasan tentang segmentasi pasar. Di dalam buku ini, pak laksita menjelaskan bahwa pada dasarnya segmentasi pasar itu terbagi menjadi 3 kelompok besar, pertama segmen bawah, menengah dan atas. Masing masing segmen memiliki keunggulan dan kelemahan masing  - masing.

Untuk segmen kelas bawah, inilah segmen dengan jumlah populasi paling besar. Kriteria mereka saat membeli produk berpusat pada kuantitas dan harga. Jika produk yang kita jual memenuhi ekspektasi mereka akan dua hal ini maka penjualan akan terjadi. Contoh yang paling gampang adalah warteg atau rumah makan padang serba 8000. Jumlah banyak, harga murah, dan mereka tidak terlalu peduli dengan rasa/ kualitas masakannya.

Menjual di segmen ini kelebihannya adalah jumlah populasinya sangat tinggi, sekali membeli banyakpun mungkin saja terjadi, namun kelemahannya kita akan sedikit repot melayaninya dan satulagi profit yang dihasilkan terbilang rendah. Tingkat persaingan juga sangat tinggi, perang harga tidak dapat dihindarkan.

Segmen kedua dalah segmen menengah. Pada kelas ini pasar mulai cerdas, mereka sensitif dengan harga namun mulai kritis terhadap kualitas, saat kualitas dan harga sesuai dengan ekspektasi mereka, mereka akan membeli. Terkadang, produk yang sebenarnya tidak dibutuhkan, namun karena kebutuhan akan gengsi, mereka membelinya. Biar dibilang kekinian. Mereka biasanya terlihat di mall, makan di restoran menengah dan dari segi jumlah mereka mulai berkurang, namun dengan strategi harga yang tepat, pasar ini tetap gurih untuk digarap.

Segmen terakhir adalah kelas atas, mereka sangat tidak mempermasalahkan harga, bagi mereka asal kualitas produk yang ditawarkan ke mereka memiliki kualitas premium dan dapat menunjang penampilan mereka, mereka akan beli. Cara berpikir segmen ini agak unik, bagi mereka harga yang mahal menunjukkan kelas sebuah produk. Walau kadang dari sisi bahan tidak berbeda dengan bahan kelas menengah. Namun, untuk kelas atas ini ada satu hal yang harus diperhatikan oleh setiap produsen/ pengusaha yaitu Kesempurnaan. Kelas ini tidak ingin terlihat ada kekurangan, mereka butuh produk yang sempurna di mata mereka.

Dengan penjelasan di atas, saya berharap kawan kawan mendapat satu inspirasi, sebenarnya produk yang kita jual ini berada pada segmen yang mana. Tugas kita selanjutnya adalah menyusun “profil” segmen yang kita bidik. Misalnya segmen menengah, kira  - kira kriteria pasar yang disebut segmen menengah itu seperti apa? Apakah mereka bekerja? Apa pekerjaannya?Dengan penjelasan di atas, saya berharap kawan kawan mendapat satu inspirasi, sebenarnya produk yang kita jual ini berada pada segmen yang mana. 

Tugas kita selanjutnya adalah menyusun “profil” segmen yang kita bidik. Misalnya segmen menengah, kira  - kira kriteria pasar yang disebut segmen menengah itu seperti apa? Apakah mereka bekerja? Apa pekerjaannya? Berapa penghasilannya? Tinggal dimana? Bagaimana aktivitas berbelanjanya, apakah sudah mulai beralih ke online atau belum? bagaimana lingkungan pergaulannya (komunitas yang diikuti)? Dan lain lain. Semakin detail semakin bagus.


Mungkin ini dulu sebagai pengantar, jika ada yang ingin didiskusikan monggo, seputar segmentasi dan target pasar. 


sumber gambar disini 

Selasa, 24 November 2015

Mentalitas “Saya TAHU!”

mentalitas saya tahu

Bicara tentang mentalitas Saya tahu, 

Saya teringat kisah sepasang suami istri yang datang ke universitas harvard, siapa yang belum tahu harvard? Sebuah universitas ternama dan tertua di amerika serikat. Kedua orang tua ini adalah orang tua dari salah satu mahasiswa di harvard yang ingin bertemu dengan rektor. Mereka berpakaian biasa karena mereka tinggal di peternakan.

“Kami ingin bertemu dengan rektor.” Kata mereka di meja sekretaris rektor. Namun, sayang saat itu rektor sedang ada pertemuan. Mereka menunggu hingga rektor selesai pertemuannya.

Setelah lama menunggu orang tua ini berkesempatan bertemu dengan rektor. Ketika bertemua mereka memberitahukan kalau mereka adalah orang tua dari seorang mahasiswa.

“Anak saya kuliah di  harvard dan sangat menyukai sekolah ini. Anak saya sudah meninggal. Maksud kedatangan saya  kesini adalah untuk meminta izin pada Bapak untuk membuatkan tugu untuk anak saya di sekolah ini, terserah dimana.”

Mendengar maksud ini rektor marah marah. “Apa  - apaan ini? Memangnya sekolah ini taman makam? Mana mungkin setiap anak yang menyukai sekolah disini, meninggal terus minta dibuatkan tugu disini, lama lama jadi sekolah tugu. Tidak bisa!!”

“tapi, bolehkah kami membeli sebagian tanah di harvard ini?” orang tua tadi tidak menyerah.

“Jangan macam macam ya, kami membangun sekolah ini menghabiskan dana $7,5 juta.” Sahut Rektor sengit.

Ketika rektor menyebut angka, orang tua tadi diam, mereka saling berpandangan. Tiba tiba sang istri mengatakan, “ Kalau Cuma $ 7,5 juta, kenapa tidak kita buka sekolah sendiri saja ya?”

Lalu dibukalah STANFORD UNIVERSITY di Palo Alto California, karena kemauan kedua orang tua tadi ditolah Rektor Harvard.

====

Ketika prinsip Saya Tahu, I Know, lebih dikedepankan. Jika mentalitas rektor adalah menggali apa maksud dan tujuan orang tua ini, mungkin akan terjadi akhir cerita yang berbeda. Seharusnya sang rektor coba menggali kenapa sih orang tua itu memiliki rencana seperti itu? Namun, nyatanya mental I know nya lebih kuat.

Dalam penjualan juga kita kenal prinsip “yang bertanya yang menang”

Konsumen perlu kita gali kebutuhannya atau apa harapannya. Saat seorang penjual menjunjung mentalitas, saya tahu. Maka bisnisnya tidak akan bertumbuh lagi.

Kata kata i know adalah dua kata yang diharamkan oleh PENGUSAHA TERKENAL. Mereka berpikiran terbuka dan mereka tidak pernah berkata “I Know”, namun mereka mengatakan “ Hm... menarik..”

Termasuk ketika ada Penawaran  - Penawaran yang datang kepadanya. Mereka tidak serta merta menolak, namun mereka akan munculkan sikap mental siap menerima masukan atau menerima cerita, terkait keputusan akhirnya menerima atau menolak penawaran itu persoalan lain. Mereka yang berpikir terbuka, akan belajar dari siapapun untuk memperkaya sudut pandangnya.


Saat kita berkata “saya tahu” maka saat itu kita menutup diri dari kemungkinan untuk bertumbuh. Kita akan berhenti bertumbuh saat kita berhenti belajar. 

*sumber cerita buku big brain big money
** sumber gambar : thehealingcoach(dot)com