Rabu, 28 Januari 2015

3 alasan pelanggan semakin sulit dimengerti

Artikel ini terinspirasi dari apa yang pernah ditulis oleh Hermawan Kartajaya dalam tulisan berseri di kompas.com dan koran kompas. Tulisan tersebut telah terbit tahun 2008 atau sekitar 6 tahun yang lalu.  Walau kesannya sudah lawas, tapi pembelajaran yang bisa kita ambil dari artikel itu masih cukup relevan dengan kehidupan kita saat ini. Terutama bagi kita yang berkecimpung di dunia marketing.

Artikel lawas itu berjudul seberapa dalam anda memahami pelanggan anda?

Di dunia marketing yang senantiasa berkembang sampai saat sekarang ini, ternyata tantangan untuk memahami konsumen semakin sulit. Jika dahulu kita tidak perlu membaca kebutuhan dan keinginan pelanggan, cukup produksi banyak – banyak lalu pasarkan, barang akan laku dengan sendirinya. Namun, sekarang model itu tidak bisa lagi kita gunakan. Kita harus membaca selera konsumen, lalu menyediakan produk barang/ jasa yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya tersebut.

Dan hari ini, tantangan menyelami kebutuhan dan keinginan pelanggan itu jauh lebih sulit, karena apa? Setidaknya ada 3 hal yang disampaikan Hermawan Kartajaya dalam artikel tersebut.

Pertama, pelanggan ingin terliat baik. Costumers want to look good. Mereka tidak igin terlihat jelek atau kekurangannya diketahui  orang lain. Coba tanyakan kepada laki – laki yang baru saja keluar dari toilet umum, apakan mereka mencuci tangan mereka? kita tentu yakin bahwa jawaban mereka adalah sudah, walaupun kenyataannya tidak demikian. Hal ini terjadi karena memang dari sananya, kita cenderung enggan mengungkapkan hal – hal yang dapat membuat kita malu atau menunjukkan kekurangan kita.

Kedua, banyak bias yang bisa muncul kalau kita sengaja ditanya tentang suatu hal. Ini terjadi antara lain karena pengaruh lingkungan kita atau kita kesulitan mengungkapkan maksud yang sebenarnya.

Contoh, ketika seseorang ditanya warna mobil kesukaannya, kebanyakan akan menjawab hitam, walau belum tentu juga yang mereka sukai pasti hitam. Disini letak biasnya, karena sehari hari mereka melihat banya
k mobil warna hitam. Atau ketika ditanya tentang rasa masakan/ makanan. Cenderung jawabannya general, enak atau tidak enak. Saat diminta untuk menjelaskan enak seperti apa atau tidak enak seperti apa, kita akan kesulitan menjawabnya.

Ketiga, yang membuat pelanggan makin sulit dimengerti adalah mereka makin gampang untuk bohong. Hal ini terutama didorong oleh kemajuan teknologi. Orang tidak perlu lagi bertemu langsung face to face, cukup via telepon,, email, chatting online dan media sosial.

Contoh sederhana, banyak laki laki yang sehari hari adalah seorang pendiam, namun menjadi sosok yang sangat romantis dalam kata kata saat di media sosial. Banyak bicara via chat online dan lain lain. Banyak juga aku – akun di media sosial yang menyembunyikan identitas asli, mereka yang pria kadang membuat akun wanita atau sebaliknya. Dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, kita tidak lagi bisa membaca bahasa tubuh yang sulit sekali untuk berbohong.

Ketiga hal ini akan sangat mempengaruhi hasil dari riset pasar yang kita lakukan. Hasilnya sering tidak sesuai dan ujung – ujungnya strategi marketing yang kita buat menjadi tidak berguna alias gagal.

Lalu bagaimana cara memahami pelanggan ini?

Ada sebuah ungkapan menarik dari CEO Worldwide Saatchi & Saatchi, Kevin Roberts, “if you want to understand how a lion hunts, don’t go to the zoo. Go to the jungle.”

Studi yang dilakukan untuk mendapatkan ‘needs and wants’ pelanggan seperti ini dikenal dengan ethnography marketing, akar dari metode ini adalah ilmu antropologi, yaitu untuk memahami bagaimana orang membeli, menggunakan, atay merelasikan dirinya dengan sebuah produk. Lokasi riset dilakukan di tempat sehari-hari pelanggan beraktivitas, dirumah, kantor, toko, di even konser dan lain lain.

Demikianlah 3 alasan pelanggan makin sulit dimengerti, namun kendala itu dapat diatasi dengan pendekatan riset etnography marketing yang meneliti dikeseharian mereka. insyaAllah dilanjutkan pada pembahasan berikutnya.


--- 

baca juga : 

Read more

Selasa, 27 Januari 2015

Belajar Bisnis Untuk Pemula : Sikap Mental

Sikap Mental Pengusaha

sikap mental pengusaha
Kadang kita membaca postingan para master di dunia internet marketing berupa screen shoot penghasilan mereka, postingan beberapa deal bisnis yang nilainya menggiurkan dan lain sebagainya. Lalu kita menjadi tertarik dan akhirnya ingin juga ikut serta dalam jalan yang sudah dilalui para mastah tadi. Salahkah? Tidak kawan, anda punya hak yang sama untuk menuai sukses di jalan itu.

Namun, dalam prakteknya, tidak banyak yang bertahan hingga akhirnya memperoleh penghasilan yang bisa dibilang membanggakan. Kebanyakan mereka gugur ditengah jalan karena tak kunjung mencapai apa yang sudah mastah dapatkan. Mereka merasa ditipu karena angin surga yang disampaikan para mastah itu ternyata memang benar – benar angin surga. Kita putus asa dan akhirnya mundur teratur

Begitu juga dengan bisnis offline, berdasarkan statistik masa lalu bahwa dalam 100 bisnis yang dibuka, dalam 5 tahun 100 bisnis tadi hanya menyisakan 4 bisnis, dalam 10 tahun hanya menyisakan 1 bisnis yang benar benar berhasil.

Bertahan dalam Bisnis, Bagaimana?

Pertama sekali yang harus kita perbaiki adalah sikap mental kita. Kebanyakan kita lupa bahwa untuk berhasil itu ada harga yang harus dibayarkan/ dikorbankan. Harga itu bisa berupa materi dan juga waktu. Kita mungkin bisa membayar materi yang dibutuhkan untuk usaha, namun tidak untuk waktu.

Ada dua sikap mental yang harus dimiliki oleh semua orang yang ingin menjalani hidup sebagai seorang pebisnis, pengusaha, penjual atau marketer. Pertama adalah kegigihan dan kedua adalah kesabaran. Kegigihan dan kesabaran adalah dua kunci untuk menaklukkan waktu.

Apapun media bisnis kita, baik secara online atau offline, kedua sikap mental ini menjadi modal dasar untuk terus bertahan dalam dunia tanpa kepastian ini. Karena memang satu hal yang pasti adalah ketidak pastian itu sendiri.

Untung dan Rugi dalam Usaha

Bagi yang sudah lama menggeluti bisnis pasti pernah merasakan apa yang namanya rugi, mulai dari yang kecil hingga yang besar. Saya pribadi pernah beberapa kali rugi, baik itu karena memang gagal berproduksi, barang tidak laku, hingga uang dibawa lari suplier.

Bagi yang ingin menghabiskan hidup dalam bisnis, rugi adalah makanan sehari hari. Tidak ada yang harus disesalkan dengan kerugian dialami. Semua itu ibarat jamu yang justru menguatkan, semakin memiliki sudut pandang yang lebih luas. Ibarat ujian kenaikan kelas, kerugian itu ujiannya untuk masuk dalam fase/ tingkatan bisnis yang lebih tinggi.

Kerugian adalah cara Tuhan mengingatkan bahwa ada yang salah dengan langkah yang kita ambil, sehingga harus kita evaluasi lagi langkah-langkah yang kita jalani. Semakin besar bisnis, semakin besar nilai perputaran uang, faktor rugi juga mengikuti. berbanding lurus.

Selanjutnya yang perlu kita kuasai adalah bagaimana meminimalkan faktor resiko rugi itu. Untuk manajemen resiko insyaAllah akan saya sampaikan pada cerita selanjutnya.

Sekali lagi, dua sikap mental, Sabar dan gigih inilah yang menjadi tameng agar kita mampu memandang kerugian sebagai obat kuat, pahit memang, namun disana memberikan kekuatan untuk langkah selanjutnya. 

Kesabaran berlapis memberikan bisikan pada pikiran, bahwa kerugian akan semakin mendekatkan kita dengan keberhasilan. 

Kegigihan memberikan extra fuel (bahan bakar tambahan) untuk terus melangkah. Sehingga faktor waktu yang sering memukul KO banyak pengusaha pemula, lebih mudah ditaklukkan.


------ 

baca juga : 


Read more

Sabtu, 24 Januari 2015

Belajar Bisnis Untuk Pemula (bag. 1)

Bagian Pertama : Belajar Bisnis Untuk Pemula


bisnis untuk PemulaKETUPAT

Saya lupa kapan persisnya saya mengenal yang namanya bisnis. Seingat saya di kelas 3 SD menjelang lebaran, saya pernah diminta ibu saya untuk mencari janur kuning untuk dibuat menjadi sarang ketupat. Kebetulan sekali disekitar rumah kami banyak pohon kelapa yang tidak terlalu tinggi. Keesokan paginya mulailah saya keliling perumahan untuk menjajakan sarang ketupat hasil karya ibu saya.


Waktu itu saya jual setiap 10 buah harganya Rp. 200, biasanya ibu – ibu rumah tangga akan mengambil minimal 30 buah. Namanya mamak – mamak, pantang jika tidak menawar, dagangan saya ada yang tawar 300/ 30 buah dan sebagainya. Saya hanya lepas Rp. 400/ 30 buah. Ternyata hasil keliling 2 hari membuat banyak ibu ibu lain yang pesan hingga ratusan. Saya mulai kerepotan mencari janur. Akhirnya saya ajak kawan untuk ambil janur, saya bayar setiap pohon kelapa Rp. 500. Itulah awal saya mengenal jualan. Dan kenangan itu yang membuat saya hari ini kembali menjalani profesi sebagai penjual.

Sebenarnya saya gak begitu suka menjadi sales. Saat kuliah yang terpikir oleh saya nantinya jika bekerja maka saya harus menghindari posisi marketing atau sales. gak tau juga kenapa saya menghindari posisi itu, belakangan saya tahu bahwa jika anda ingin bekerja dan punya penghasilan tinggi, maka kejarlah posisi sebagai marketing. 

Biasanya marketing memiliki bonus jauh lebih besar dari yang lain. Marketing memiliki peluang untuk bertemu dengan banyak orang, anda punya kesempatan memiliki jaringan yang kuat. Posisi marketing memberikan anda kebebasan untuk tidak selalu berada di kantor, anda bebas keluar kantor di jam – jam kerja. Dan posisi marketing anda akan mempelajari skill dasar untuk membangun usaha. Sampai ada pepatah mengatakan, no marketing no living.

Alhamdulillah, hari ini saya justru banyak bergelut dengan dunia marketing, mempelajari marketing dan berharap bisa mengajarkan ilmu marketing kepada orang lain. Ilmu marketing ternyata ilmu mahal.

Mungkin sudah beberapa kali saya katakan bahwa,  jika anda ingin menjalani bisnis, maka pertama yang harus anda kuasai adalah marketingnya, lalu jika anda ingin usaha anda besar, maka kuasai ilmu keuangannya.

Mungkin ini sebagai pengantar cerita kita, akan ada beberapa tulisan lagi yang akan anda baca. Sebenarnya ini nanti akan menjadi sebuah ebook yang akan saya bagikan gratis, setelah semua tulisan muncul di manajemenusaha.com .

Selanjutnya kita akan cerita tentang sikap mental untuk berhasil dalam bisnis, ada juga mitos – mitos yang kita yakini seputar bisnis, tentang resiko, apa yang harus dipelajari dalam bisnis, dan apa yang harus segera dilakukan, dan beberapa cerita teman – teman saya yang sudah berhasil dalam bisnis dan apa saja kita mereka berhasil lebih cepat.


Semoga bermanfaat kawan kawan.
Read more

Selasa, 13 Januari 2015

Memperbaiki Jaringan, Memperbaiki Rejeki

Bagi anda yang memilih karir sebagai seorang Pengusaha, maka membangun jaringan yang berkualitas adalah sebuah kewajiban. Kesalahan yang sering dilakukan usahawan pemula adalah enggan membangun jaringan. Mengapa membangun jaringan menjadi wajib? Karena kualitas  rejeki kita itu ditentukan juga dengan seberapa berkualitasnya jaringan yang kita punyai.  Seperti yang digambarkan Rasulullah, bahwa saat kita lebih sering bergaul dengan tukang besi, kita bakal terkena panas dan baunya. Sedangkan saat kita lebih sering bergaul dengan penjual minyak wangi, kita akan kebagian wanginya.
Untuk meningkatkan kualitas hidup kita, kita harus mulai memilah siapa teman kita. Memang kita boleh bergaul dengan siapa saja, tapi untuk maju dan berkembang kita harus memberikan porsi lebih kepada mereka yang dapat memberikan kebaikan kebaikan dalam hidup kita.  Terutama untuk kemajuan bisnis kita.
Kesalahan yang dulu saya kerjakan adalah saya salah memilih teman. Terlalu banyak waktu terbuang percuma untuk pembicaraan yang tidak dapat memberikan nilai tambah. Baik untuk pengetahuan bisnis apa lagi pengetahuan dan pengamalan agama.
Saran saya mulailah perhatikan siapa yang berada dalam lingkaran terdekat kita saat ini. Sudahkah ia mampu memberikan nilai tambah pada kehidupan kita baik bisnis dan agama? Mulailah untuk memilah siapa yang berada di lingkaran pertama, kedua  dan seterusnya. Lalu prioritaskan waktu kita dalam membangun hubungan yang produktif dengan mereka mereka di lingkaran pertama dan seterusnya.
Seperti prinsip pareto, bahwa 20% teman terbaik kita menentukan 80% kualitas hidup kita. Bisa juga dikatakan bahwa 20% teman yang menjadi lingkaran pertama tadi, menentukan hingga 80% rejeki kita, boleh percaya boleh tidak. hehe
Selanjutnya, carilah mentor yang akan membimbing kita. Mentor akan dapat memberikan masukan masukan yang membangun untuk kemajuan bisnis dan kehidupan beragama kita. Mengapa kehidupan beragama menjadi sesuatu yang penting juga, pada bagian terakhir akan saya singgung sedikit.
Carilah mentor, karena dengan pengalamannya beliau akan dapat memberikan arahan yang tepat. Bagaimanapun pengalaman adalah sosok guru yang paling baik. Banyak hal yang dapat diungkapkan oleh pengalaman pengalaman.

Setelah kita perbaiki lingkaran pergaulan kita, selanjutnya carilah mentor yang akan membimbing  kita ke arah yang lebih baik. 
Read more

Jumat, 02 Januari 2015

(Masih) Strategi Produk : Tentang Siklus Hidup Produk

Tujuan dari dibuatnya sebuah produk adalah untuk memuasakan kebutuhan dan keinginan konsumen. Ada beberapa hal yang menjadi pokok pembahasan saat kita bicara tentang produk atau strategi produk dalam bauran pemasaran.

sebelumnya : Bauran Pemasaran : Produk

Salah satunya adalah siklus hidup produk atau product life cycle (PLC), bahwa setiap produk memiliki siklus atau memiliki umur masing masing.

Apa saja yang dilalui produk semasa hidupnya? Lalu bagaimana/ apa yang harus dilakukan untuk membuat si produk memiliki umur yang lebih panjang?


Gambar Siklus Hidup Produk


siklus hidup produk


Pertama sekali jelas, produk akan melalui apa yang disebut sebagai masa pengembangan. Desain produk, menerjemahkan keinginan konsumen dan sebagainya. Salah satunya adalah uji ngangenin jika produknya berupa makanan. Pada fase ini jangan harap perusahaan mendapatkan penghasilan, mungkin malah minus.

Kedua, setelah produk didesain dan dikembangkan lalu diluncurkan atau diperkenalkan ke pasar. Awalnya menuju ke segmen pasar utama, mungkin untuk uji pasar. Pada fase ini sudah mulai ada penghasilan, namun masih kecil. Pelanggannya pun masih disebut sebagai pelanggan inovator yang menurut penelitian jumlahnya hanya 2,5% dari keseluruhan pasar yang ada.

Selanjutnya jika produk diterima, maka pasar akan terus tumbuh, dalam siklus hidup produk disebut masa pertumbuhan. Pada masa inilah produsen dan produk memasuki masa bulan madu. Namun, jangan terlena, karena setelah masa pertumbuhan maka produk akan masuk pada masa maturity atau dewasa.

Pada masa maturity atau dewasa, penjualan sudah mulai stagnan, tidak ada lagi peningkatan, cenderung datar, salah satu penyebabnya masuknya banyak kompetitor atau adanya produk subtitusi. Saat ini terjadi, umur produk sudah memasuki masa senja dan selanjutnya jika tidak segera dilakukan INOVASI, maka akan terjadi penurunan yang sangat signifikan.

Yap, INOVASI menjadi jawaban atas pertanyaan di atas, bagaimana membuat umur produk menjadi lebih panjang. Proses inovasi sudah dilakukan sebelum produk masuk ke fase dewasa, sejak fase growth produsen sudah harus melakukan penelitian, pengembangan apa yang harus dilakukan agar konsumen tidak jenuh.

Contoh yang paling gampang adalah produk sepeda motor. Dulu proses antara satu produk ke produk baru akan memakan waktu yang lumayan panjang sekitar 3-4 tahun, tapi sekarang lihat, produk baru keluar dalam hitungan 1 -2 tahun. Tidak banyak yang diubah dari produk lama, tapi ada saja perubahan yang diberikan atau fitur yang ditambahkan dari produk lama, tujuannya apa agar konsumen tidak bosan dengan model yang itu itu saja. 

Inilah sedikit penjelasan tentang siklus hidup produk atau product life cycle, kaitannya dengan strategi produk dalam bauran pemasaran yang kita kenal dengan 4P. Semoga bermanfaat.

----

Baca juga : 
Read more

Sedikit Tentang Bauran Pemasaran : Produk

produk iphoneSaya pernah membaca sebuah review dan beberapa diskusi teman teman tentang produk dari Apple yaitu Iphone. Timbul pertanyaan apa sih keistimewaan dari iphone? Teman saya seorang penjual HP menceritakan kepada kami bahwa pertama apple itu unik, yang mereka jual ada prestige bukan sekedar hape. Iphone memang cocoknya untuk pasar kelas atas, walau demikian yang antri setiap peluncurannya selalu bejubel. Dalam artikel singkat ini saya ingin sedikit merangkum hasil diskusi dengan kawan kawan terkait bauran pemasaran yaitu produk.


Selain itu apa keistimewaan iphone?

Dalam beberapa diskusi lain, sebagian teman yang menggunakan iphone mengatakan bahwa iphone itu simple, dari sisi desain simple namun legance, ia lebih cocok disebut sebagai produk seni ketimbang produk teknologi. Dalam bahasa teknik industri, desain iphone itu selain artistik juga ergonomis, nyaman ketika digunakan.

Dari sisi pemasaran?

Selain itu, dari sisi pemasaran, steve jobs terkenal sebagai orang yang mampu mempermainkan psikologis orang lain. Steve jobs pintar menyentil rasa ingin tahu orang orang akan produknya. Dibuat penasaran sebelum produknya diluncurkan.  5 bulan sebelum iphone diluncurkan, steve jobs sudah memberikan ancar ancar, namun setelah itu tidak ada satupun informasi yang diberikan pihak apple terkait peluncurnya. Entah bocoran desain produk atau fitur fiturnya, tidak ada, blank. Begitu akhirnya dilucurkan banyak orang mengantri ingin tahu.

---

Dari sisi strategi pemasaran, ini menarik untuk dikaji, bahwa apple tidak hanya menciptakan produk yang baik, tapi juga menjadi trendsetter. Penggunaan hape bukan lagi sebagai alat komunikasi namun sudah menjadi sebuah ‘perhiasan’ untuk meningkatkan rasa percaya diri. 

Beberapa teman pengusaha atau marketing mengatakan bahwa persentase keberhasilan negosiasi mereka salah satunya karena mereka menggunakan produk apple saat presentasi. Ajib! Kehadirannya memiliki sebuah unsur magis yang membuat kita percaya diri dan akhirnya mampu mempengaruhi keputusan orang lain.

Produk iphone sangat ekslusif, dari sisi desain tidak ada yang sama seperti mereka dan belum pernah ada sebelumnya. Selain itu produk ini sangat ergonomis, nyaman digunakan

dan nyaman juga diperhatikan karena ada unsur seni di dalamnya.  Dari sisi teknologi, iphone juga sangat unggul dibandingkan pesaingnya. Mereka mengusung sistem operasi sendiri.



Yap produk iphone selalu menarik untuk ditunggu, selain dari sisi produk itu sendiri, kita juga bisa belajar bagaimana memasarkan produk mahal, canggih, tanpa promosi gencar, ekslusif tapi selalu diburu banyak orang. Inilah sedikit pandangan dari sisi bauran pemasaran yaitu produk. Semoga bermanfaat.

----

Baca juga :
 
Read more

Minggu, 28 Desember 2014

Inspirasi Usaha : Bagaimana Membangun Loyalitas Pelanggan


bagaimana membangun loyalitas pelangganPada bagian inspirasi usaha ini saya akan menceritakan seorang kawan yang memiliki toko besi, tidak besar, tapi lengkap. Anda tanya apa saja pasti ada, hehe. Menempati sebuah ruko, di jalan Karya Cilincing, toko sederhana ini selalu ramai. Awalnya iseng mampir dan mencoba berbelanja, ternyata memang saya menemukan apa yang menyebabkan orang – orang melakukan pembelian lagi dan lagi, ia berhasil membangun loyalitas pelanggannya.

Bagaimana membangun loyalitas pelanggan?

Pertama Toko ini Lengkap

Sudah menjadi hukum alam bahwa jika dagangan kita lengkap, orang akan lebih suka mendatangi toko kita. Tidak harus banyak, tapi setiap jenis barang ada sampelnya. Jadi setiap calon pembeli bisa mulai memilih produk apa yang akan dibelinya. Kita memang harus belajar bagaimana memanajemen stok, mempelajari pola pembelian, melakukan peramalan untuk pengadaan produk yang akan dijual. 

Selain itu, toko sederhana ini punya jaringan toko sejenis, jadi saat item yang diminta calon konsumen tidak terdapat di tokonya, dengan cepat ia hubungi toko lain untuk ‘pinjam’ barangnya dulu. 

Kedua jelas sejelas jelasnya

Jika anda belanja di toko ini, saya pastikan anda akan mendapatkan penjelasan yang sangat lengkap. Anda akan dengan mudah menentukan produk apa yang ingin anda pilih. Misalnya anda mencari pipa, maka si kevin (pemilik toko ini) akan menjelaskan pertama bahwa pipa yang dijualnya ada 5 jenis dan memiliki harga sekian, sekian dan sekian. 

Lalu dia akan bertanya, kebutuhan kita apa, pipa yang kita butuhkan tadi untuk apa, lalu ia akan memberikan rekomendasi produk yang sebaiknya anda beli. Bukan produk yang paling mahal tapi produk yang paling cocok untuk kebutuhan kita. Kadang ia bilang, kalo kebutuhannya ini, sebaiknya pakai yang murah aja. Ia juga akan menjelaskan jika produk ini kelebihannya ini dan kekurangannya ini, produk itu kelebihannya itu dan kekurangannya itu.  Pokoknya kita akan mendapatkan penjelasan yang sangat utuh.

Terlepas akhirnya kita membeli atau sekedar bertanya, si kevin akan tetap memberikan penjelasan yang sama. Jelas sejelas jelasnya

Kita pasti pernah kan, berniat membeli sesuatu tapi tidak mendapatkan penjelasan yang utuh dan malah jadi gak mood?  Dan akhirnya pindah toko?

Apalagi untuk jualan online, saya pernah di tegur teman saya, seorang trainer sales, bahwa penjelasan saya itu gak pantas, ia katakan bahwa saya melakukan ini karena kami sudah saling kenal. Beliau sarankan untuk calon konsumen lain jangan lakukan hal yang sama. Kata kuncinya adalah sebagai penjual, posisikan diri kita sebagai konsultan bagi konsumen kita. 

Waktu itu saya Cuma berkata, coba cari aja di google. Hehe, seharusnya saya yang cari kemudian saya share ke beliau. 

Persis seperti si kevin tadi, ia posisikan dirinya sebagai konsultan, ia jelaskan produknya sedetail detailnya, sampai pada rekomendasi produk apa yang cocok sesuai dengan kebutuhan kita. Karena tugas penjual adalah memenuhi kebutuhan kita. Bagaimana cara menggali kebutuhan konsumen? insyaAllah akan saya sambung dalam tulisan selanjutnya. 

Ketiga ramah

Sangat kentara, begitu kita datang langsung disambut, dia bangun keakraban dengan kita. Sepertinya si kevin ini paham sekali teknik membangun rapport untuk tujuan membangun keakraban.

Pada akhirnya, kita sebagai konsumen akan mendapatkan apa yang disebut sebagai Kenyamanan. Kita nyaman berbelanja di tokonya, kita akrab dan dengan sendirinya pikiran bawah sadar kita akan sangat mudah dipengaruhi dan terjadilah transaksi. 

Selanjutnya konsumen yang sudah merasakan kenyamanan itu akan menjadi mulut toko ini yan g akan bercerita ke orang lain tentang kenyamanan berbelanjan di toko ini. Seperti yang saya lakukan ini. Saat ini terjadi, selamat anda sudah memiliki pelanggan yang loyal.

Inilah inspirasi usaha sederhana yang saya dapatkan di toko besi KS jalan karya cilincing medan. Jika ada kawan kawan anak medan, boleh berkunjung dan temui yang namanya kevin, temukan pengalaman yang saya ceritakan di atas. Semoga tulisan sederhana tentang membangun loyalitas pelanggan ini dapat menginspirasi kita semua. Jika berkenan, silahkan bagikan. 

----

baca juga

Read more