Jumat, 16 September 2016

Lebih Penting Mana : Profit atau Cash?



Beberapa hari yang lalu saya di ingatkan oleh sebuah email dari salah seorang guru saya, bang Fikry Fatullah. Beliau bertanya, seperti judul artikel ini, penting mana profit atau cash. Beliau juga menceritakan beberapa kasus kegagalan beliau dalam bisnis – bisnis sebelumnya. Dan akan terlihat benang merahnya nanti.


Bagi yang sudah mengikuti kelas online manajemen uang bisnis (#MUB) insyaAllah akan paham mana yang harus di dahulukan. Hal ini selalu saya ulang ulang di berbagai kesempatan saat kelas berlangsung. Dan di modul kelas ini juga saya tegaskan (menegaskan apa yang sudah di ajarkan para guru bisnis kami) bahwa CASH adalah Darah. Ia tidak bisa kurang, anda pasti tau penyakit anemia. Penyakit kekurangan darah, bagaimana mereka terlihat? Lemah letih dan lesu, tidak ada gairah.

Profit memang penting dan ia menunjukkan seberapa efisien bisnis kita berjalan. Semakin efisien, maka potensi profit semakin tinggi. Namun, satuhal yang harus diingat bahwa profit itu ternyata sesuatu yang semu, dan cash adalah sesuatu yang masuk akal. Mengapa?

Terkadang, jumlah uang yang ada di catatan saat di bandingkan dengan aslinya seringkali miss. Dimana salahnya? Umumnya di banyak bisnis, terutama pemula yang catatan keuangannya masih tumpang tindih, perbedaan catatan dengan aslinya itu disebabkan ada 2 hal yang terlewat. Pertama 
STOK dan kedua, PIUTANG.

Kita sering tidak sadar bahwa stok itu menyebabkan uang cash kita “terduduk” tidak produktif, tidak mengalir, mengendap. Jika berlangsung dalam waktu yang lama ia bisa mengganggu keseimbangan di dalam bisnis. Apalagi untuk produk produk yang memiliki tingkat inovasi tinggi seperti fashion dan teknologi. Tiap sebentar keluar seri terbaru, model terbaru, sehingga stok kita menjadi tidak lagi relevan. Apalagi saat kita salah dalam menentukan strategi harga jual produk. Kerugian kita makin dalam.

Piutang? Ini sama buruknya. Karena berharap barang laku dan stok berkurang namun sistem pembayaran dengan sistem mundur atau kredit. Bisnis kita mengalami defisit karena masih ada beberapa uang cash yang tertahan di pelanggan. Sedihnya banyak orang itu sering amnesia saat punya hutang. Cepat lupa bahwa ia punya hutang. Jika dalam jumlah sedikit memang tidak terasa, apalagi cash yang kita punya dalam jumlah banyak. Namun, untuk usaha (lagi lagi pemula) dengan modal minim, piutang jelas suatu kondisi yang tidak sehat.

Jadi, mana yang lebih penting? Profit atau cash?

Jelas cash! Ini tidak bisa di bantah. Bisnis yang baik adalah bisnis dengan kondisi cash yang baik, namun jika omzet = cash in (uang masuk) jelas ini sangat baik, karena profit akan sama dengan jumlah cash bersih yang diterima.

Nah, semoga kawan kawan dah dapat gambaran ya. Bahwa dalam bisnis, uang cash, cash flow, cash in, cash in nett itu menjadi sesuatu yang sangat penting untuk diperhatikan. Bukan sekedar banyak jual, penjualan yang tinggi akan menjadi sia – sia saat uangnya tidak ada. Semoga bermanfaat, silahkan share jika merasa bermanfaat.



0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Sudah Membaca Blog Kami, berkomentarlah yang santun.