Kamis, 11 Agustus 2016

Mengulang Kajian : Aset Liabilitas dan Cut Cost

Bagian 1 : Aset dan Liabilitas

Bagi yang sudah baca ebook 19rahasia keuangan bisnis, pastinya sudah menemukan penjelasan soal aset dan liabilitas. Inilah yang jadi rahasia para orang yang hidup makmur dan jadi penyebab orang jatuh dalam jurang kemiskinan.

Secara sederhana, aset adalah sesuatu yang akan menyebabkan uang cash kita meningkat. Ia akan menghadirkan uang cash lagi dan lagi...seperti beternak uang.

Contoh yang paling mudah adalah kita beli rumah, kemudian dijadikan kos kosan, tiap bulan kita mendapatkan uang sewa dari kos. Apakah cukup ini saja? Ternyata tidak, ada catatan lain, pendapatan kita harus lebih besar daripada biaya yang keluar. Misal kos tadi, maka biaya perawatan rumah kos harus lebih kecil dari pendapatan yang kita dapatkan.

Lalu liabilitas? Jelas kebalikannya. Liabilitas adalah kewajiban alias beban. Ia menyebabkan uang cash kita keluar, misalnya yang paling gampang kita beli gadget untuk gaya gayaan...hasilnya apa? Biaya pulsa jadi lebih tinggi dari biasa, dan sedihnya, saat gadget coba untuk dijual kembali, ia tidak memberikan nilai yang lebih tinggi dari saat ia dibeli...

ada yang punya pengalaman menjual gadget bekas dengan harga lebih tinggi dari harga beli? Kalo ada ajaib.

Tugas pertama kita agar selamat di area keuangan adalah

KENALI ASET dan LIABILITAS yang kita miliki...

Pahamkan?


Bagian 2 : CUT COST

Tujuan utama mendirikan bisnis adalah untuk mencetak cash!

Sehebat apapun kemampuan menjual kita, jika kita tidak mampu mengendalikan yang namanya biaya alias cost, maka penjualan yang besar tidak akan memberi arti apa apa.

Di dalam ebook 19 rahasia keuangan sudah saya jelaskan pendapat teman saya soal bagaimana memperkuat cash.
  • Meningkatkan penjualan
  • Menekan biaya (produksi dan operasional)
  • Mengurangi piutang
  • Mengendalikan stok barang


Nah, dari keempat cara ini, 3 hal terakhir memiliki benang merah yang sama yaitu “menekan/ mengurangi cost”

Sehebat apapun penjualan kita, jika kita gagal mengendalikan biaya dalam bisnis kita, penjualan yang besar itu menjadi tidak ada gunanya.

Dalam kebanyakan kasus yang saya temui, kasus meningkatnya biaya dalam bisnis kita bermula dari ketidakmampuan kita dalam mengendalikan biaya yang muncul. Biaya memang sesuatu yang pasti, namun kita punya hak untuk mengendalikannya.
Contoh kasus yang sering saya temui adalah :

Pertama, Membeli barang (stok) yang tidak diperkirakan sebelumnya. Khilaf karena sedang diskon besar atau membeli banyak diskon lebih gede dan seterusnya. Memang stok ini pada akhirnya akan di gunakan, namun ia akan menggerus cash dalam jumlah besar di waktu singkat. Jika bisa di imbangi dengan masuknya cash ke bisnis (stok langsung habis) ya ga pa pa, masalahnya kalau stoknya butuh waktu yang lama untuk di konversi jadi uang (terjual)

Kedua, memberi PIUTANG alias ngutangi konsumen, karena takut barang gak laku atau ada pikira lebih baik barang keluar dari pada Cuma numpuk di stok. Nah, ini juga kesalahan. Masih ingat prinsip dasar keuangan bisnis? Sebisa mungkin menghindari hutang dan piutang. Bukannya apa, ini akan mengganggu uang cash bisnis kita. Piutang membuat stok kita keluar tapi gak jadi uang...nantikan di bayar bang? Iya, apakah kurang dari 1 bulan? Kalo ngaret gimana? Belanja kita selanjutnya bagaimana? Kita sedang jadi pebisnis atau lembaga sosial?

Ketiga, membeli barang yang gak mengenerate cash alias Cuma jadi liabilitas aja. Alias Cuma bikin uang cash keluar dari kantong kita...misal beli mobil baru yang lebih canggih, untuk penampilan...masa pengusaha Cuma pake xenia atau luxio? Ganti dong CR V... ganti hape baru yang lebih pada fashion bukan untk digunakan sebagai “CS”

Nah, tingkatan kedua dari tangga bisnis yang saya pahami adalah “meningkatkan profit” cara Cuma dua, jual lebih banyak dan kurangi biaya.

Sudah listing apa saja biaya biaya dalam bisnis anda?


Sudah ada 2 Pekerjaan Rumah yang harus di lakukan ya...?

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Sudah Membaca Blog Kami, berkomentarlah yang santun.