Senin, 23 Mei 2016

Cara Lebih Produktif

Kita pasti ingin lebih produktif, baik dalam pekerjaan, maupun dalam keseharian. Namun, masalahnya banyak di antara kita tidak mengetahui cara meningkatkan produktivitas pribadi. Secara umum produktivitas adalah perbandingan antara hasil kerja (output kerja) dengan sumber daya (input yang digunakan). Jika hari ini kita bekerja, maka perbandingan hasil kerja yang kita hasilkan dibandingkan dengan input untuk menghasilkan pekerjaan tadi, itulah nilai produktivitas kita.

cara meningkatkan produktivitas


Bagi kita yang bekerja sebagai karyawan, menghitung produktivitas kita masing masing terlihat lebih mudah bila dibandingkan dengan yang bekerja sebagai wirausaha. Sebagai karyawan kita sudah memiliki rutinitas kerja alias KPI  (key performance indicator) yang harus dicapai. KPI ini adalah standar kinerja kita masing  - masing, dapat dikatakan saat hasil kerja kita di bawah standar maka produktivitas kita rendah, jika jauh di atas KPI, produktivitas kita dapat dikatakan tinggi.

Namun, bagi para wirausaha kesulitan pengukuran nilai produktivitas terjadi karena biasa mereka tidak memiliki standar penilaian unjuk kerja alias kinerja mereka sendiri. Semua di buat mengalir seperti biasa. Ukurannya dilihat dari seberapa besar pertambahan pendapatan saja, tanpa memperhatikan faktor sumberdaya (input ) yang digunakan.

Namun, dalam beberapa waktu belakangan ini, kami mencoba melakukan satu hal yang sudah dirutinkan oleh teman teman yang lain, namun dengan sedikit modifikasi.

Kami mencatat sebuah cara untuk meningkatkan produktivitas pribadi kita adalah dengan :

1. Menentapkan Tujuan

Kami pernah membaca bahwa bagi orang  - orang yang ingn menurunkan berat badan dengan meningkatkan intensitas olahraganya, perlu menyusun sebuah target. Misalnya, lari pagi ke lapangan merdeka medan selama 30 menit. Bukan sekedar menetapkan lari pagi 30 menit. Nah, mereka mereka yang menetapkan tujuan yang lebih spesifik ternyata mendapatkan hasil yang lebih baik daripada yang tidak menetapkan tujuan di awal.

Sama halnya saat kita berencana ingin meningkatkan produktivitas pribadi, tetapkan tujuan yang spesifik dan terukur. Ini akan membantu pikiran kita untuk fokus mengejar target yang ditetapkan. Namun, terkadang, ada kesulitan juga saat menyusun target ini. Tapi, tidak mengapa, tulis saja target yang spesifik dan kita merasa sanggup untuk mencapainya.

2. Menyusun To Do List

Langkah kedua ini mungkin sudah tidak asing ditelinga kita. Hampir setiap kita mengenal istilah ini. Ya, benar menyusun daftar kerja yang akan kita kerjakan. Atau menyusun rencana apa yang akan kita kerjakan. Dan ternyata, lagi lagi menyusun to do list ini juga bukan perkara mudah, banyaknya sih karena tidak konsisten. Hari pertama, kedua ok, saat masuk ke hari ketiga mulai mengendur dan akhirnya ditinggalkan.

Lalu bagaimana agar bisa konsisten?

Kami melihat langkah ketiga berikut ini akan sangat membantu kita agar lebih konsisten dalam merencanakan apa yang akan kita kerjakan dan mengerjakan apa yang kita rencanakan.

3. Memilih 2 Pekerjaan yang PALING PENTING dari to do list

Kami menemukan bahwa, langkah ketiga inilah yang harus kita lakukan berulang kali, hingga menjadi sebuah kebiasaan. Jika kita bisa membangun ini menjadi kebiasaan, kamiyakin kita akan lebih fokus dan lebih konsisten menjalankan program yang kita susun. Pikiran kita pada umumnya memiliki sebuah ‘penyakit’ yang sama yang disebut oleh Adi Silarus sebagai monkey mind. Pikiran monyet.

Tau monyetkan? Sifat serakahnya membuat ia ingin menguasai banyak hal. Coba berikan monyet satu makanan, lalu sesaat kemudian berikan lagi makanan lain, dan berikan lagi yang lain. Pasti ia akan berusaha menguasainya, tangan, kaki, mulut dan seterusnya.
Pernah membaca cara menangkap monyet yang paling efektif? Ternyata hanya menggunakan toples yang berisi permen dan toplesnya memiliki leher yang agak mengecil. 

Begitulah sifat monyet.

Nah, dengan memilih 2 pekerjaan yang PALING penting, pikiran kita akan lebih fokus untuk mengerjakannya. Dan peluang untuk terselesaikan pekerjaan itu menjadi lebih besar.
Lalu, hasil kerja kita sedikit dong? Coba aja bandingkan dengan saat kita menyusun banyak rencana. Apakah hasilnya lebih baik? Kehilangan fokus justru membuat kita tidak melakukan apa apa. Bingung!

Satu hal lagi yang kamicatat, ternyata done lebih baik dari perfect!

Dicoba ya...

4. Evaluasi

Setelah kita lakukan 3 langkah di atas, jangan lupa untuk selalu mengevaluasi pekerjaan. Sejauhmana nilai/ skor kita dalam menyelesaikan to do list yang sudah kita kerucutkan menjadi 2 pekerjaan saja dalam 1 hari. Apakah masih ada gangguan yang muncul saat berusaha menyelesaikan pekerjaan itu, apa dan bagaimana mengatasinya. Semua kita catat dan kita cari solusinya.

Pakai mind map agar lebih mudah menggali sumber  - sumber solusi baru atau menggunakan diagram tulang ikan (fish bone diagram) untuk mencari akar masalah. Anda juga dapat menggunakan 5 why dalam menggali sumber masalah. Dan tools lain yang dapat anda gunakan dalam menganalisa apa kekurangan dan apa saja improvisasi yang dapat dilakukan.

Tanamkan dalam pikiran kita bahwa tidak ada cara terbaik, namun selalu ada cara yang lebih baik.


Itulah 4 langkah yang dapat kita lakukan dalam upaya meningkatkan produktivitas pribadi. Sebagai penutup, ternyata produktivitaslah yang menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing. Di Amerika dibutuhkan 35 man hour untuk menghasilkan 1 buah mobil. Jerman membutuhkan 23 man hour dan Jepang membutuhkan 17 man hour untuk 1 unit mobil. Dan seperti kita ketahui bersama bahwa industri otomotif Jepang begitu kuat di dunia, walau hari ini mulai di saingi Korea, tapi tetap parameternya di produktivitas, sejauhmana output yang kita hasilkan dengan memanfaatkan sumberdaya yang kita miliki.  

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Sudah Membaca Blog Kami, berkomentarlah yang santun.