Senin, 30 November 2015

Tips Manajemen Keuangan Usaha


Ada banyak sekali tips di luar sana tentang manajemen keuangan usaha. Tapi saya ingin menuliskan apa yang pernah saya alami dan sedang saya kerjakan hari ini. Dalam sebuah buku tentang bagaimana menjadi seorang MBA (master administrasi bisnis) saya membaca bahwa laba adalah sesuatu yang semu sedangkan arus kas adalah nyata.

tips manajemen keuangan usaha

Teringat dengan tulisannya mas Jaya Setiabudi bahwa usahakan semua transaksi bisnis kita dalam bentuk cash, jangan lagi menggunakan model hutang (bayar mundur), walau sah sah saja jika kita melakukan ini. Menurut saya, inilah inti dari proses manajemen keuangan kita. Apalagi untuk usaha pemula dan dengan modal yang kecil serta pengalaman manajemen keuangan yang sangat minim.

Ya, seberapa baik putaran uang cash usaha kita akan menentukan kesehatan dan umur bisnis kita.

Saya punya teman, seorang manajer di tupperware, beliau menggunakan model transaksi cash, walau kawan kawannya menggunakan model kredit. Biasanya ibu  - ibu lebih suka kalo kredit ketimbang cash. Tapi beliau tidak takut kehilangan pelanggan, bahkan makin banyak. Sebulan omzetnya tembus 300 juta. Ketika saya tanyakan ke beliau, kenapa pakai model ini, beliau menjawab “ini bisnis saya, saya bertanggung jawab penuh di dalamnya dan saya yang paling tahu bagaimana kondisi bisnis saya. Jika yang tidak ingin berbisnis dengan saya, ya gak apa apa, silahkan cari yang lain.” Hanya saja, karena pelayanan beliau prima, langganannya nyaman berbisnis dengan beliau.

Contoh lain, kakak kandung saya yang paling besar. Bisnisnya ayam potong, ayamnya sudah ratusan ribu, putaran ayam perhari mencapai 10.000 ekor. Namun 2 tahun belakangan ini beliau tinggalkan bisnis ayam potongnya dan beralih ke ayam petelur. Waktu saya tanya kenapa? Beliau menjawab, bisnis ayam potong itu pakai sistem pembayaran mundur (hutang) terakhir sulit menagihnya dan kita kesulitan uang cash. Sebenarnya bisa dikatakan usaha ayam potongnya bangkrut. Jadi sekarang kita gak ternak lagi, Cuma ambil dari petani lalu kita jual lagi dengan sistem cash (eceran), gak ada resiko, gak pusing menagihnya. Dan untuk bisnis ayam petelurnya beliau pakai model pembayaran cash. Walau untung lebih sedikit, tapi putaran uang lancar.

Dan dulu sewaktu memulai usaha, saya juga melakukan kesalahan ini, menjual dengan sistem kredit, pikiran saya waktu itu, yang penting barang keluar dulu. Ternyata setelah itu saya kesulitan, karena ketiadaan uang cash. Untuk itulah di usaha terakhir saya ini, saya putuskan memakai skema pembayaran cash, agar tidak menyulitkan kedua belah pihak. Tidak ada yang merasa terbebani dan terdzolimi.

Inilah tips manajemen keuangan usaha buat pemula yang saya kerjakan dalam beberapa bulan ini, hindari hutang dan piutang. Jaga putaran keuangan cash selalu positif. Jika kawan kawan sudah menerapkan ini, usaha kawan kawan akan jauh lebih sehat.

Memang untuk membesarkan bisnis kita butuh modal tambahan dan salah satu cara untuk mengakalinya adalah dengan “berhutang” ke suplier. Jika kita punya nama baik di suplier mungkin bisa saja kita diberikan “pinjaman” barang untuk di jual lebih dulu lalu bayarnya mundur. Namun sebaiknya lakukan cara lain untuk mengakalinya. Salah satunya dengan menggaet investor, dalam tulisan sebelumnya sudah saya jelaskan beberapa tips bagaimana cara menggaet investor. Silahkan baca  - baca lagi. Ada banyak cara untuk mengakali agar bisnis kita bisa tumbuh dan membesar,

Semoga tips manajemen keuangan usaha untuk pemula ini dapat menginspirasi bagaimana menjaga keuangan usaha kita tetap sehat.

Bersambung....

=====

Tema tulisan ini terinspirasi dari diskusi pagi ini di grup WA #cakapbisnis 2 Soal Hutang dan Piutang.


0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Sudah Membaca Blog Kami, berkomentarlah yang santun.