Selasa, 24 November 2015

Mentalitas “Saya TAHU!”

mentalitas saya tahu

Bicara tentang mentalitas Saya tahu, 

Saya teringat kisah sepasang suami istri yang datang ke universitas harvard, siapa yang belum tahu harvard? Sebuah universitas ternama dan tertua di amerika serikat. Kedua orang tua ini adalah orang tua dari salah satu mahasiswa di harvard yang ingin bertemu dengan rektor. Mereka berpakaian biasa karena mereka tinggal di peternakan.

“Kami ingin bertemu dengan rektor.” Kata mereka di meja sekretaris rektor. Namun, sayang saat itu rektor sedang ada pertemuan. Mereka menunggu hingga rektor selesai pertemuannya.

Setelah lama menunggu orang tua ini berkesempatan bertemu dengan rektor. Ketika bertemua mereka memberitahukan kalau mereka adalah orang tua dari seorang mahasiswa.

“Anak saya kuliah di  harvard dan sangat menyukai sekolah ini. Anak saya sudah meninggal. Maksud kedatangan saya  kesini adalah untuk meminta izin pada Bapak untuk membuatkan tugu untuk anak saya di sekolah ini, terserah dimana.”

Mendengar maksud ini rektor marah marah. “Apa  - apaan ini? Memangnya sekolah ini taman makam? Mana mungkin setiap anak yang menyukai sekolah disini, meninggal terus minta dibuatkan tugu disini, lama lama jadi sekolah tugu. Tidak bisa!!”

“tapi, bolehkah kami membeli sebagian tanah di harvard ini?” orang tua tadi tidak menyerah.

“Jangan macam macam ya, kami membangun sekolah ini menghabiskan dana $7,5 juta.” Sahut Rektor sengit.

Ketika rektor menyebut angka, orang tua tadi diam, mereka saling berpandangan. Tiba tiba sang istri mengatakan, “ Kalau Cuma $ 7,5 juta, kenapa tidak kita buka sekolah sendiri saja ya?”

Lalu dibukalah STANFORD UNIVERSITY di Palo Alto California, karena kemauan kedua orang tua tadi ditolah Rektor Harvard.

====

Ketika prinsip Saya Tahu, I Know, lebih dikedepankan. Jika mentalitas rektor adalah menggali apa maksud dan tujuan orang tua ini, mungkin akan terjadi akhir cerita yang berbeda. Seharusnya sang rektor coba menggali kenapa sih orang tua itu memiliki rencana seperti itu? Namun, nyatanya mental I know nya lebih kuat.

Dalam penjualan juga kita kenal prinsip “yang bertanya yang menang”

Konsumen perlu kita gali kebutuhannya atau apa harapannya. Saat seorang penjual menjunjung mentalitas, saya tahu. Maka bisnisnya tidak akan bertumbuh lagi.

Kata kata i know adalah dua kata yang diharamkan oleh PENGUSAHA TERKENAL. Mereka berpikiran terbuka dan mereka tidak pernah berkata “I Know”, namun mereka mengatakan “ Hm... menarik..”

Termasuk ketika ada Penawaran  - Penawaran yang datang kepadanya. Mereka tidak serta merta menolak, namun mereka akan munculkan sikap mental siap menerima masukan atau menerima cerita, terkait keputusan akhirnya menerima atau menolak penawaran itu persoalan lain. Mereka yang berpikir terbuka, akan belajar dari siapapun untuk memperkaya sudut pandangnya.


Saat kita berkata “saya tahu” maka saat itu kita menutup diri dari kemungkinan untuk bertumbuh. Kita akan berhenti bertumbuh saat kita berhenti belajar. 

*sumber cerita buku big brain big money
** sumber gambar : thehealingcoach(dot)com

1 komentar:

Terimakasih Sudah Membaca Blog Kami, berkomentarlah yang santun.