Selasa, 03 November 2015

Cara Mendapatkan Tambahan Modal Usaha (Studi Kasus)

tambahan modal usaha


Dalam note kali ini saya akan menceritakan bagaimana saya mendapatkan modal tambahan untuk usaha yang sedang saya rintis. Usaha yang sedang saya rintis adalah distributor MADU dibawah bendera refillmadu.com. Sebelum memfokuskan diri menjual madu, saya sudah mencoba berbagai jenis usaha, dan kesemuanya sukses ditutup. Kegagalan tidak menyurutkan niat saya untuk meneruskan perjuangan membangun sebuah bisnis yang berkelanjutan.

Refillmadu.com adalah nama usaha yang saat ini menjadi nama/ domain situs toko online madu saya. Usaha ini saya mulai kurang lebih juni 2014, artinya sudah 1 tahun lebih. Berbeda dengan usaha yang sebelumnya, untuk usaha madu ini saya ingin mengujicobakan teori, baik dari sisi marketing, keuangan dan manajemennya.

Saat pertama sekali mulai usaha ini, saya mengeluarkan modal sebesar 100 ribu rupiah. Uang ini saya belikan 2 botol madu, lalu saya jual, hasil penjualannya saya belikan lagi madu begitu seterusnya. Saya sengaja tidak mengambil lebih dari sekedar uang pulsa dan bensin, ingin tahu sejauh mana usaha ini akan berkembang.

Setahun berjalan dengan kemampuan menjual yang menyedihkan, jujur saya ini pemalu, sering merasa segan kalau mau menawarkan produk ke orang lain. Untungnya saya diajari menjual tanpa harus menjual, ini saya pakai dalam aktivitas jualan saya sehari hari. Dalam 1 tahun menjalani usaha ini omzetnya Cuma 2 juta rupiah. Hehe, bukan angka yang mengesankan. Dalam hitungan saya, keuntungannya sebesar 30% dari omzet. Artinya sekitar 600 ribu rupiah.

600 ribu rupiah inilah jadi dasar saya untuk menghitung, berapa banyak modal usaha yang bisa saya tambah ke usaha refillmadu.com ini. Karena rencananya saya ingin mengembangkan web refillmadu.com yang didalamnya tidak hanya info produk tapi juga ada sistem afiliasi sehingga dapat memudahkan kawan  - kawan yang tidak punya modal tapi ingin berjualan.

Berdasarkan pengalaman selama ini, pengalaman investasi ke beberapa bisnis milik kawan saya. Saya menemukan bahwa rata – rata, bagi hasil yang saya terima berkisar diangka 2% perbulan dari nilai investasi, kalau saya invest 1 juta, maka bagi hasil yang saya dapatkan sekitar 20 ribu rupiah, bisa lebih bisa kurang, tergantung kinerja usaha.

Biasanya bagi hasil usaha adalah 60 : 40, pengelola : investor. Dengan keuntungan 600 ribu rupiah, maka bagian investor adalah 240 ribu rupiah 1 bulan. Kalau dibandingkan dengan pengalaman saya tadi bahwa sebulan rata  - rata uang investasi tumbuh 2 %, maka besar investasi jika keuntungannya 240 ribu adalah 12 juta rupiah atau 240ribu dibagi 2%.

Ini berarti, usaha saya bisa ditawarkan ke investor sebesar 12 juta rupiah. Mengapa tidak lebih tinggi? Boleh saja, tapi saya tidak ingin gegabah seperti usaha sebelumnya yang gagal hingga ratusan juta. Terpaksa harus memiliki hutang yang bisa dipakai untuk beli rumah dan mobil. Hehe

Saya buat proposal usaha, menceritakan potensi pasar dan rencana pengembangan usaha. Alhamdulillah saya mendapatkan hingga 16 juta rupiah. Artinya modal 100ribu dalam satu tahun meningkat menjadi 16 juta rupiah. Lumayan untuk pemula seperti saya.

Itu saja yang saya lakukan, dalam setahun menjalankan usaha, catat semua penerimaan dan pengeluaran. Lalu hitung berapa besar keuntungan usaha lalu bagi dengan 2% maka dapatlah nilai usaha kita. Angka ini dapat kita tawarkan ke investor.

Dengan tambahan modal ini, web refillmadu.com mulai dibangun, dilengkapi juga dengan sistem affiliasi, semoga dalam waktu dekat bisa di launching.

Bingung? Bagus, tujuan saya memang buat anda bingung, karena dalam bingung ada belajar. Silahkan hubungi saya untuk belajar lebih detail dalam menyusun review bisni dan menawarkan ke investor.


Demikianlah tulisan singkat bagaimana mendapatkan tambahan modal usaha, semoga membantu kawan kawan. 

8 komentar:

  1. Wah makasih pencerahannya... Kira-kira investor mana yg gampang kasih suntikan dana ya om?

    BalasHapus
  2. Wah makasih atas pencerahannya... Kira-kira investor mana yg gampang kasih suntikan dana ya om?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siapa aja...sebaiknya dari orang yang kita kenal baik dan mereka mengenal kita juga dengan baik

      Hapus
  3. Ilmu yg bermanfaat bg bag..semoga bisa menyusul mulai merintis n belajar jualan...n tks smua kesempatan n ilmunya...tks sekali lg..

    BalasHapus
  4. Assalamualaikum.

    Hhmm, jadi bang, klo mw ngejual usaha musti liat perkembangannya minimal 1 tahun berjalan ya??

    BalasHapus
  5. Gak juga..minimal dapat gambaran keuangan aja...idealnya 1 tahun...selebihnya bisa buat proyeksi aja

    BalasHapus
  6. Wah..mantap kali sharingnya bang... Jadi tau kalo mau invest di usaha orang yg harus ditanya n dilihat apa.. Ok bang.. Smoga makin barokah ya.. Aamiin...

    BalasHapus
  7. Mantap kali ilmunya bang.. Jadi tau apa yg musti ditanya dan dilihat klo mau invest di usaha temen. Moga makin barokah bang.. Aamiiin..

    BalasHapus

Terimakasih Sudah Membaca Blog Kami, berkomentarlah yang santun.