Jumat, 13 November 2015

Sampai Kapan ? (Catatan Siklus Hidup Produk)

Bicara tentang siklus hidup produk, saya teringat pesan guru selling kami, saat saya datang menemuinya beliau menyampaikan sebuah pertanyaan, "mau sampai kapan?"

Pertanyaan beliau ini bermula dari diskusi kami tentang satu produk suplemen dan kedua tentang market share produk tersebut. Dalam analisis kami waktu itu, produk suplemen tidak akan mudah dihitung market sharenya, hal ini disebabkan karena dua hal. Pertama jika produknya bermanfaat maka tujuannya minum suplemen tersebut akan tercapai, dan kedua tidak bermanfaat, maka ia tidak akan membeli lagi.

Lalu apa yang harus dilakukan? Teman saya mengatakan, "cari pasar baru..."

Lalu guru kami mengatakan, "mau sampai kapan?" Mau sampai kapan kita terus mencari pasar baru, menggali kebutuhan orang orang baru?

Ah iya juga ya...

Jika kondisinya seperti itu, lambat laun pasar akan maturity dengan sendirinya dan kita akhirnya kita sendiri akan jenuh menggarap pasarnya. Dan terjadilah apa yang dikatakan statistik bahwa usia bisnis yang lulus ujian 5 tahun pertama hanya 1 % dari 100 bisnis yang dibuka.

Seperti kita pelajari dalam siklus hidup produk, bahwa hidup sebuah produk apapun itu dimulai dari fase perkenalan, lalu tumbuh (grow), dewasa (maturity) lalu penurunan (decline).

Sebagai pebisnis kita wajib mengetahui dan menyadari hal ini, bahwa produk kita tidak mungkin selamanya menghasilkan. Akan ada fase dimana ia akan mengalami kejenuhan dan akhirnya menurun.

Lalu apa solusi untuk mengantisipasi kondisi ini?

Jawabnya hanya satu, INOVASI

Inovasi yang dimaksud dapat melalui inovasi produk atau inovasi dari sisi marketing. Kawan - kawan bisa gali lagi apa yang harus dilakukan untuk mempertahankan produk kita di pasaran. Seperti produk kami yaitu MADU, maka terobosan apa yang harus kami lakukan agar pasar tetap tumbuh dan berkembang.

Semoga cerita ini dapat menggugah kita agar menjadi lebih baik. Salam.

Sampai kapan?


1 komentar:

Terimakasih Sudah Membaca Blog Kami, berkomentarlah yang santun.