Kamis, 01 Oktober 2015

Tips Jualan : Ciptakan KERUMUNAN

Dalam artikel Tips Jualan kali ini saya akan membagikan satu tips lagi, yaitu Ciptakan kerumunan, tujuannya apa? lanjut bacanya ya....

tips jualan : ciptakan kerumunan


Apa yang terjadi kalo tiap hari kita dibroadcast-in iklan jualan teman kontak kita di BBM?

Lalu, Bagaimana rasanya kalau tiap sebentar kita di TAG jualan teman di FB, agar kita lihat jualannya?

           (mungkin) sebagian besar jawaban kita adalah Muak dan ada yang muntah...

Saya juga gitu kok dulu, saya rajin tag orang lain agar mereka melihat saya punya jualan. Lalu, apakah ada yang beli? Ada juga, satu dua dan gak berulang.

Sampai akhirnya saya ditegur teman sekaligus guru saya.

Beliau bilang, “Kalo jualan di sosmed itu jangan seperti itu (main tag orang), ente gak akan dapat kepercayaan pasar.”

“terus bagaimana?”

“berhenti tag orang – orang, mulailah berusaha untuk di-kerumuni- banyak orang.”

“dikerumuni?”

“ente contek aja apa yang ane kerjain...”

Sejak saat itu saya pelajari yang beliau lakukan, bagaimana cara agar kita dikerumuni banyak orang.

========

Kawan – kawan, kalau mau makan di rumah makan, kira – kira pilih rumah makan yang rame pengunjung atau yang sepi? Apa yang terlintas dalam pikiran kita jika melihat rumah makan yang selalu rame pengunjung?

Yup, bener, kita berpikir ini rumah makan pasti masakannya enak, buktinya banyak orang yang makan.

Begitu juga dengan aktivitas kita di sosmed, jika kita ingin menjadikan akun sosmed kita sebagai akun jualan maka, pastikan akun tersebut dikerumuni orang. Pertama untuk menarik perhatian orang yang lalu lalang, kedua membangun “kepercayaan” orang yang lalu lalang tadi untuk “mencoba” produk yang kita jajakan.

Lalu bagaimana agar akun kita di kerumuni banyak orang?

Saya hanya punya satu kata kunci untuk ini, MANFAAT. Apa manfaat yang bisa kita berikan untuk orang lain, terutama untuk friendlist kita. Jika tidak ada manfaat yang bisa kita berikan, jangan berharap mereka akan melirik akun kita, konon lagi akan membeli dari kita.

Itulah mengapa para suhu yang telah berhasil mengatakan, sering sering sharing tentang hal – hal yang bermanfaat lalu selipkan sesekali jualan kita. Lakukan dengan soft sampai orang tersebut gak sadar bahwa kita sedang jualan. Dalam bahasa teman saya yang lain disebut covert selling.

Ingat sebuah prinsip bahwa kita itu gak suka diiklani atau dijuali. Kemarin saat saya dan istri ke pasar sentral medan, semua penjual mengajak kami mampir ke tokonya, dengan kalimat, “cari apa bang?” “belanja kak?” dan kalimat sejenis, apa kami peduli dengan jualan mereka? sayangnya tidak. Saya katakan ke istri, kalau mereka mengubah sedikit kalimatnya, orang bakal berhenti dan minimal melihat jualannya. Sayangnya mereka salah.

Kembali ke awal, jadi  jika ingin mendapatkan kepercayaan saat berjualan di sosial media, maka pertama yang harus kita lakukan adalah menciptakan kerumunan orang, agar apa? pertama mendapatkan perhatian dan kedua muncul kepercayaan publik atas apa yang kita lakukan, syukur – syukur kalau mereka melihat jualan kita. Dan jika kita ingin menciptakan “kolam” untuk ikan ikan yang kita targetkan, akan lebih mudah.

Ok ini dulu ya...semoga berMANFAAT.

============


Ohya sudah tahu belum, kalo note ini adalah cara saya menciptakan kerumunan...lumayan berhasilkan?

sekian, saya Bag Kinantan
============

2 komentar:

  1. Halo Mas Bag Kinantan,
    Berguna sekali artikelnya Mas, terima kasih. Jadi pengen langsung praktek..

    Ada beberapa hal yang mau saya tanya mas;
    1. Kalau untuk jualaj di Instagram triknya seperti apa ya untuk menaikkan traffic? Dan gimana cara menciptakan kerumunan di IG? Bisa kasih saran/ide?

    2. Yang bagian "Saya katakan ke istri, kalau mereka mengubah sedikit kalimatnya, orang bakal berhenti dan minimal melihat jualannya.", bisa kasih contoh dikit gak kalimat yang bisa menimbulkan rasa penasaran pengunjung?
    Sejujurnya saya juga kalau lagi jalan2 ke mall atau pasar malah males ditawar2in gitu. Kalau lagi lihat2 di stand begitu disamperin penjaga dan nanya "cari apa mas?", saya malah males dan langsung ngabur. Menurut saya penjaga harusnya diem aja dan baru nyamperin kalau ngelihat si calon pembeli seperti sedang kebingungan, jangan langsung "menyerang" begitu si calon pembeli datang. Sudah alamiah kalau orang lain "offense" kita pasti "defense"

    BalasHapus
  2. iya note berhasil bang makasih

    BalasHapus

Terimakasih Sudah Membaca Blog Kami, berkomentarlah yang santun.