Kamis, 24 September 2015

Strategi Jualan Sederhana Si Tukang Durian

Di kampung saya, jika sedang musim durian, maka akan ada banyak sekali penjual durian yang menggelar dagangannya. Sepintas tidak ada yang istimewa dari apa yang mereka lakukan. Seperti kebanyakan penjual durian lainnya, mereka gelar lapak, menunggu pembeli datang, tawar menawar, jika cocok closing. Namun, ternyata ada strategi jualan sederhana yang penjual durian ini lakukan. 


strategi jualan si tukang durian

Saya mengetahui strategi ini dari penjelasan guru saya di sekolah. Sebenarnya tidak ada strategi yang aneh dan njelimet yang mereka lakukan. Bahkan sekarang kita sudah melakukan strategi ini dalam aktivitas jualan kita di internet. Baik melalui sosmed atau melalui web. Biar keren saya sebut saja ini sebagai Strategi Jualan Si Tukang Durian

Jadi begini ceritanya...

Tukang durian membagi lapaknya menjadi 3 (tiga) titik yang berdekatan. Masing - masing lapak berjarak sekitar 30 meter, dan dijaga oleh orang yang berbeda. Lapak diletakkan di jalur pulang calon pembeli.  Di kampung saya kebetulan hanya ada satu jalan protokol maka mereka menggelar lapaknya di jalan tersebut. 

Masing - masing lapak memberikan harga yang berbeda, lapak pertama (yang kemungkinan di lalui pertama sekali) diberikan harga yang paling tinggi, kemudian lapak kedua harganya turun sedikit dan di lapak terakhir diberikan harga yang paling murah (namun tetap untung jika dibandingkan dengan harga modalnya). 

Harga yang berbeda ini bukan tanpa tujuan, tukang durian paham betul dasar marketing yang sering saya singgung yaitu segmen dan target pasar. Kemudian strategi harga sesuai dengan segmen dan target pasar tersebut. 

Masing -masing lapak memiliki segmen dan target pasar yang berbeda. 

Karena kami tinggal di kampung yang tingkat ekonominya masih menengah ke bawah, maka kebanyakan calon konsumen adalah mereka yang sensitif dengan harga. Sehingga mereka bakal mencari harga termurah. Saat pembeli mampir di lapak pertama (harga mahal), jika ia tidak cocok, biasanya si calon pembeli akan bergeser ke lapak selanjutnya, karena harganya lebih murah, biasanya banyak closing di sini. Kalau masih mencari yang lebih murah? maka ia akan terjaring di lapak ketiga.

Begitu seterusnya, hingga barang di lapak kedua dan ketiga akan lebih cepat habis.

Bagaimana dengan lapak pertama? 

Ternyata barang di ketiga lapak ini sama, hanya dijual dengan harga yang berbeda, karena mereka mencoba untuk menyisir pasar yang berbeda. Jadi, saat barang di lapak kedua dan ketiga habis, maka barang dari lapak pertama ini akan di geser ke lapak kedua dan ketiga. Hasilnya? seluruh barang habis terjual. 

Ingat Tujuan menjual adalah closing, terjadi transaksi dan barang habis terjual. apapun strateginya. 

Dalam berjualan onlinepun hari ini, strategi tukang durian ini banyak diaplikasikan banyak penjual online, melalui akun kloningan, blog dummy, tujuannya menghabiskan barang di akun utama, kalo gak salah...hehe


Oke ini dulu, strategi jualan si tukang durian, semoga memberi inspirasi bagaimana menjual lebih banyak.

salam


0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Sudah Membaca Blog Kami, berkomentarlah yang santun.