Rabu, 23 September 2015

Dasar - Dasar Keuangan Usaha


Dalam beberapa tulisan ke depan, saya akan banyak mendiskusikan tentang Dasar - Dasar Keuangan Usaha, terutama untuk pemula. Dalam ebook 11 kesalahan memulai usaha, saya mencatat bahwa salah satu kesalahan pengusaha pemula adalah ketidakmampuan mereka mengendalikan keuangan usahanya. 

Beberapa prinsip dasar dalam memanajemen keuangan usaha mungkin sudah banyak di singgung oleh penulis - penulis lain. saya akan menyinggung sedikit. 


dasar dasar keuangan usaha


Pertama, pisahkan antara yang pribadi dan uang usaha, ambil hanya sebatas "gaji" yang diberikan usaha kepada kita. Saat ia sudah menjadi uang Usaha, maka itu bukan milik anda lagi. 

Kedua, beri gaji diri sendiri, agar tidak terus terusan mengambil uang dari laci usaha, maka beri gaji diri sendiri yang sesuai dengan kondisi keuangan usaha. 

Ketiga, hindari Hutang dan Piutang, repot urusannya nanti.

Dalam tulisann ini saya akan ceritakan beberapa jenis biaya yang kadang kita cuekin. Padahal dengan pemahaman yang benar atas definisi biaya - biaya ini, kita lebih mampu mengendalikan keuangan usaha kita (lebih hati - hati). Beberapa istilah yang mesti pahami adalah :

Biaya tetap (fixed cost) : biaya ini akan selalu tetap berapapun volume produksi dan penjualan usaha kita. Contoh yang mudah adalah Gaji tetap bulanan tenaga kerja, Sewa tempat, dan lain lain.

Biaya Berubah (Variable cost) : kebalikan dari biaya tetap, biaya ini akan meningkat seiring meningkatnya volume produksi dan penjualan. contoh : Biaya bahan/ material, insentif sales, listrik dan air, dan lain lain. 

Biaya langsung (Direct cost) adalah biaya berhubungan langsung dengan kegiatan produksi, biaya ini terbagi 2 yaitu tenaga kerja langsung dan material langsung. contoh sederhananya kalau kita memproduksi kerupuk, maka tukang adonan dan tukang goreng adalah  tenaga kerja langsung, gaji mereka adalah biaya tenaga kerja langsung. begitu juga dengan biaya material langsung. 

Biaya tidak langsung (indirect cost) adalah biaya yang tidak berhubungan langsung dengan produksi tapi tetap diperlukan dan tidak bisa dipisahkan. Biaya ini biasa disebut sebagai biaya overhead. apa contohnya? biaya untuk tenaga kerja administrasi, sales, perizinan, keperluan kantor seperti ATK dan lain lain. 

Masih banyak lagi jenis biaya jika dilihat dari sisi akuntansi, tapi menurut saya, keempat jenis biaya ini sudah dapat mewakili. Dalam manajemen keuangan usaha aplikasi dari pemahaman jenis biaya ini adalah untuk :

Pertama menghitung BEP (break even point) titik impas dimana usaha tidak untung dan tidak rugi (bukan balik modal usaha ya..) dengan menghitung BEP ini kita akan dapat melihat berapa jumlah minimal penjualan kita, sehingga dapat menyusun target penjualan. 

Kedua untuk menghitung harga pokok penjualan (HPP) tentunya ini sangat berguna untuk menentukan harga jual minimal. Cara tradisional dalam menentukan harga adalah HPP ditambah dengan % margin yang diharapkan, namun hari ini cara itu sudah banyak ditinggalkan orang. 

Inilah dasar - dasar keuangan usaha, semoga dapat membantu teman teman dalam memahami manajemen keuangan usahanya masing - masing. 

Insyaallah saya akan menuliskan ebook terkait manajemen keuangan usaha ini, harapannya kawan kawan dapat belajar mengaplikasikan di usahanya masing - masing. Jika tidak ada halangan, akan di luncurkan pada pertengahan oktober tahun ini. Jika ingin memesan silahkan kirimkan email ke bagkinantan@gmail.com terimakasih. 


0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Sudah Membaca Blog Kami, berkomentarlah yang santun.