Kamis, 24 September 2015

Strategi Jualan Sederhana Si Tukang Durian

Di kampung saya, jika sedang musim durian, maka akan ada banyak sekali penjual durian yang menggelar dagangannya. Sepintas tidak ada yang istimewa dari apa yang mereka lakukan. Seperti kebanyakan penjual durian lainnya, mereka gelar lapak, menunggu pembeli datang, tawar menawar, jika cocok closing. Namun, ternyata ada strategi jualan sederhana yang penjual durian ini lakukan. 


strategi jualan si tukang durian

Saya mengetahui strategi ini dari penjelasan guru saya di sekolah. Sebenarnya tidak ada strategi yang aneh dan njelimet yang mereka lakukan. Bahkan sekarang kita sudah melakukan strategi ini dalam aktivitas jualan kita di internet. Baik melalui sosmed atau melalui web. Biar keren saya sebut saja ini sebagai Strategi Jualan Si Tukang Durian

Jadi begini ceritanya...

Tukang durian membagi lapaknya menjadi 3 (tiga) titik yang berdekatan. Masing - masing lapak berjarak sekitar 30 meter, dan dijaga oleh orang yang berbeda. Lapak diletakkan di jalur pulang calon pembeli.  Di kampung saya kebetulan hanya ada satu jalan protokol maka mereka menggelar lapaknya di jalan tersebut. 

Masing - masing lapak memberikan harga yang berbeda, lapak pertama (yang kemungkinan di lalui pertama sekali) diberikan harga yang paling tinggi, kemudian lapak kedua harganya turun sedikit dan di lapak terakhir diberikan harga yang paling murah (namun tetap untung jika dibandingkan dengan harga modalnya). 

Harga yang berbeda ini bukan tanpa tujuan, tukang durian paham betul dasar marketing yang sering saya singgung yaitu segmen dan target pasar. Kemudian strategi harga sesuai dengan segmen dan target pasar tersebut. 

Masing -masing lapak memiliki segmen dan target pasar yang berbeda. 

Karena kami tinggal di kampung yang tingkat ekonominya masih menengah ke bawah, maka kebanyakan calon konsumen adalah mereka yang sensitif dengan harga. Sehingga mereka bakal mencari harga termurah. Saat pembeli mampir di lapak pertama (harga mahal), jika ia tidak cocok, biasanya si calon pembeli akan bergeser ke lapak selanjutnya, karena harganya lebih murah, biasanya banyak closing di sini. Kalau masih mencari yang lebih murah? maka ia akan terjaring di lapak ketiga.

Begitu seterusnya, hingga barang di lapak kedua dan ketiga akan lebih cepat habis.

Bagaimana dengan lapak pertama? 

Ternyata barang di ketiga lapak ini sama, hanya dijual dengan harga yang berbeda, karena mereka mencoba untuk menyisir pasar yang berbeda. Jadi, saat barang di lapak kedua dan ketiga habis, maka barang dari lapak pertama ini akan di geser ke lapak kedua dan ketiga. Hasilnya? seluruh barang habis terjual. 

Ingat Tujuan menjual adalah closing, terjadi transaksi dan barang habis terjual. apapun strateginya. 

Dalam berjualan onlinepun hari ini, strategi tukang durian ini banyak diaplikasikan banyak penjual online, melalui akun kloningan, blog dummy, tujuannya menghabiskan barang di akun utama, kalo gak salah...hehe


Oke ini dulu, strategi jualan si tukang durian, semoga memberi inspirasi bagaimana menjual lebih banyak.

salam


Rabu, 23 September 2015

Dasar - Dasar Keuangan Usaha


Dalam beberapa tulisan ke depan, saya akan banyak mendiskusikan tentang Dasar - Dasar Keuangan Usaha, terutama untuk pemula. Dalam ebook 11 kesalahan memulai usaha, saya mencatat bahwa salah satu kesalahan pengusaha pemula adalah ketidakmampuan mereka mengendalikan keuangan usahanya. 

Beberapa prinsip dasar dalam memanajemen keuangan usaha mungkin sudah banyak di singgung oleh penulis - penulis lain. saya akan menyinggung sedikit. 


dasar dasar keuangan usaha


Pertama, pisahkan antara yang pribadi dan uang usaha, ambil hanya sebatas "gaji" yang diberikan usaha kepada kita. Saat ia sudah menjadi uang Usaha, maka itu bukan milik anda lagi. 

Kedua, beri gaji diri sendiri, agar tidak terus terusan mengambil uang dari laci usaha, maka beri gaji diri sendiri yang sesuai dengan kondisi keuangan usaha. 

Ketiga, hindari Hutang dan Piutang, repot urusannya nanti.

Dalam tulisann ini saya akan ceritakan beberapa jenis biaya yang kadang kita cuekin. Padahal dengan pemahaman yang benar atas definisi biaya - biaya ini, kita lebih mampu mengendalikan keuangan usaha kita (lebih hati - hati). Beberapa istilah yang mesti pahami adalah :

Biaya tetap (fixed cost) : biaya ini akan selalu tetap berapapun volume produksi dan penjualan usaha kita. Contoh yang mudah adalah Gaji tetap bulanan tenaga kerja, Sewa tempat, dan lain lain.

Biaya Berubah (Variable cost) : kebalikan dari biaya tetap, biaya ini akan meningkat seiring meningkatnya volume produksi dan penjualan. contoh : Biaya bahan/ material, insentif sales, listrik dan air, dan lain lain. 

Biaya langsung (Direct cost) adalah biaya berhubungan langsung dengan kegiatan produksi, biaya ini terbagi 2 yaitu tenaga kerja langsung dan material langsung. contoh sederhananya kalau kita memproduksi kerupuk, maka tukang adonan dan tukang goreng adalah  tenaga kerja langsung, gaji mereka adalah biaya tenaga kerja langsung. begitu juga dengan biaya material langsung. 

Biaya tidak langsung (indirect cost) adalah biaya yang tidak berhubungan langsung dengan produksi tapi tetap diperlukan dan tidak bisa dipisahkan. Biaya ini biasa disebut sebagai biaya overhead. apa contohnya? biaya untuk tenaga kerja administrasi, sales, perizinan, keperluan kantor seperti ATK dan lain lain. 

Masih banyak lagi jenis biaya jika dilihat dari sisi akuntansi, tapi menurut saya, keempat jenis biaya ini sudah dapat mewakili. Dalam manajemen keuangan usaha aplikasi dari pemahaman jenis biaya ini adalah untuk :

Pertama menghitung BEP (break even point) titik impas dimana usaha tidak untung dan tidak rugi (bukan balik modal usaha ya..) dengan menghitung BEP ini kita akan dapat melihat berapa jumlah minimal penjualan kita, sehingga dapat menyusun target penjualan. 

Kedua untuk menghitung harga pokok penjualan (HPP) tentunya ini sangat berguna untuk menentukan harga jual minimal. Cara tradisional dalam menentukan harga adalah HPP ditambah dengan % margin yang diharapkan, namun hari ini cara itu sudah banyak ditinggalkan orang. 

Inilah dasar - dasar keuangan usaha, semoga dapat membantu teman teman dalam memahami manajemen keuangan usahanya masing - masing. 

Insyaallah saya akan menuliskan ebook terkait manajemen keuangan usaha ini, harapannya kawan kawan dapat belajar mengaplikasikan di usahanya masing - masing. Jika tidak ada halangan, akan di luncurkan pada pertengahan oktober tahun ini. Jika ingin memesan silahkan kirimkan email ke bagkinantan@gmail.com terimakasih. 


Selasa, 22 September 2015

Tips Pengusaha Pemula

Saya menemukan banyak sekali tips untuk pengusaha pemula. Bagaimana memulai usaha, hingga akhirnya berhasil. Tapi kadang tips itu tidak tersusun secara sistematis, sehingga kita kadang bingung sendiri untuk memformulasikan langkah yang tepat bagi usaha yang ingin kita mulai. Saya sudah pernah juga menulis 11 kesalahan dalam memulai usaha, yang merupakan kesalahan - kesalahan yang pernah saya lakukan saat memulai usaha dulu. 

tips pengusaha pemulaDan kabar baiknya, seorang teman saya, pengusaha counter hp dan pulsa di Cikarang Bekasi membagi pengalamannya dalam memulai dan mengembangkan bisnis counter hp dan pulsanya hingga memiliki 5 cabang yang tersebar di sekitaran Cikarang Bekasi.

Pengalaman-pengalaman tersebut beliau kemas dalam sebuah ebook yang berjudul 17 Strategi Sukses Pengusaha Pemula. Sebagai seorang pelaku UKM jelas, ebook ini menjadi sangat membumi karena ditulis dari pengalaman pribadi. Dengan bahasa yang ringan beliau menjelaskan kepada kita semua tentang strategi beliau membesarkan bisnisnya. 

Di dalam ebook ini, penulis membagikan berbagai tips mulai dari pemodalan yang bebas bank dan riba. Untuk kita yang ingin mengembangkan bisnis yang sesuai syariat, jelas tips di dalam ebook ini akan membantu sekali. Selain itu, juga dijelaskan bagaimana memanajemen keuangan usaha dan bagaimana membuka cabang yang benar. 

Penulis juga menceritakan berbagai pengalaman spiritual dalam menjalankan bisnisnya, sehingga bisnis ini tidak hanya berjalan tapi juga mengharap berkah dari langit. 

17 strategi ini memang benar - benar dapat menjadi tips bagi pengusaha pemula dalam memulai usahanya. 

Ebook ini tidak gratis, hanya Rp 49.000 (harga normal Rp. 79.000) sangat murah jika dibandingkan dengan ilmu yang terkandung di dalamnya. Promo ini hanya berlangsung hingga 30 september 2015, setelah tanggal ini, ebook ini tidak akan dijual lagi. Karena penulisnya akan fokus menulis agar ebook ini layak cetak dan terpajang di seluruh gerai gramedia. 

Pemesanan silahkan hubungi 0823 6638 0788 (sms/ WA) 

Saya sudah merasakan manfaat dari cerita yang ada di dalam ebook ini dan sekarang saatnya anda untuk ikut mencicipi kelezatan kisah dalam ebook ini. sebelum akhirnya ia berubah menjadi Buku fisik.  


Selasa, 15 September 2015

Ebook Gratis : 11 Kesalahan Memulai Usaha untuk Pemula

Memulai usaha bisa menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian orang. mungkin karena ada banyak informasi yang salah selama ini tentang bagaimana memulai usaha. Dalam pengalaman sekolah kita selama ini juga tidak banyak memberikan informasi tentang hal ini. 

Informasi yang dibagikan di sekolah - sekolah kita lebih banyak bagaimana menjadi karyawan yang baik. Sedikit sekali porsi untuk membahas bagaimana menjadi pengusaha yang baik. 

Sayapun akhirnya terjebak ke dalam pusaran kesalahan - kesalahan dalam menjalankan usaha. 

Tanpa pengalaman praktis, cuma mengandalkan pengalaman teori, ternyata itu tidak cukup membantu untuk menghindarkan diri dari kegagalan membangun usaha di awal. Memang tidak ada usaha yang langsung jadi dan berhasil, semua butuh proses dan membutuhkan waktu yang kadang juga tidak sedikit. 

Dalam 5 tahun belakangan ini, saya fokuskan diri untuk menjadi wirausaha, tidak menjadi karyawan. Seperti kebanyakan orang yang mengatakan bahwa ini adalah passion saya. Entah berapa banyak kegagalan yang saya temui, namun saya merasa harus menyelesaikan misi ini. 

Dalam perjalanan itu, saya mencatatat ada 11 kesalahan yang saya lakukan saat itu, kesebelas kesalahan itu saya coba rangkum dalam sebuah ebook yang berjudul 11 kesalahan memulai usaha untuk pemula. 

Harapan saya sederhana saja, bahwa saya ingin berbagi, semoga kawan kawan yang akan dan sudah memulai usaha dapat berkaca dari apa yang sudah saya jalani, dan akhrinya tidak mengulangi kesalahan itu. 

Bagi teman - teman yang belum mendapatkan ebook ini, silahkan download di link berikut ini : ebook 11 kesalahan memulai usaha untuk pemula

Semoga karya sederhana ini dapat membantu kita dalam memulai usaha, sehingga terhindar dari kegagalan yang tidak perlu. terimakasih. 

saya Bag Kinantan

Jumat, 11 September 2015

Gak Jago Jualan

Gak Jago Jualan

Banyak sekali tawaran/ peluang menjadi reselller/ dropshipper dari banyak penyedia produk. Baik digital maupun produk fisik.

Dari semua tawaran itu saya melihat, pemberi tawaran rata rata adalah mereka yang selama ini mengasah kemampuan dibidang penjualan. Dan mereka menjadikan pengalaman dan keahlian dibidang penjualan ini sebagai "senjata" atau "++" yang mereka tawarkan ke calon reselller atau dropshippernya.

Saya sebenarnya ingin ikut ikutan buat tim reseller/ dropshipper untuk produk MADU yang sedang saya bangun. Tapi kok saya jadi minder, lha wong saya belum punya pengalaman yang hebat seperti "mastah mastah" yang lain. Mereka semua jago jualan, banyak tips praktek jualan yang luarbiasa.

Saya? Saya selama ini banyak bersentuhan dengan bisnis secara keseluruhan, gak cuma jualan, tapi mulai dari marketing, keuangan, sdm hingga mengendalikan operasional bisnis.

Saya banyak berhubungan dengan "manajemen bisnis" bukan sekedar menjual. Saya gak tau apakah ini jadi kelebihan atau ....

Dalam banyak status saya, saya sedikit sekali menulis tentang bagaimana menjual lebih banyak, saya malah banyak bicara bagaimana membangun BISNIS yang SEHAT. Saya meyakini bahwa, bisnis yang sehat akan lebih berumur panjang. Dan jumlah penjualan salah satu indikator. Tapi bukan satu satunya indikator.

Ini kadang yang jadi sedikit -hambatan- di dalam diri saya, saat akan coba ikutan membangun tim pemasaran MADU yang sedang saya rintis. Hihihi

Tapi, gak ada salahnyakan dicoba?

Bisa jadi banyak diantara kita menjual banyak, tapi uangnya gak ada. Kas nol, ya kan?
Penjualan saya sekian juta...tapi kok pas hitung hitungan, uangnya gak ada? Pernah alami ini?

Nah, mungkin saya bisa bantu untuk melihat dimana kesalahan- kesalahan yang kita buat, mengapa hal itu terjadi.

Yah, bisa dibilang, BENEFIT kawan kawan yang gabung jadi tim reseller REFILL MADU nanti akan punya kemampuan mengendalikan sistem bisnis-nya dengan lebih baik. 
  • Ia akan mampu kendalikan keuangan agar lebih SEHAT
  • Ia punya kemampuan menghitung NILAI USAHA nya sehingga bisa dijual ke investor
  • Ia punya kemampuan memanage tenaga kerja
  • Dan satu lagi, ia bakal punya kemampuan membuat sistem bagi bisnisnya sehingga bisa diduplikasi dan menjadi pasif income

Tapi semua tergantung kita masing masing, sejauh mana kita mampu menjalankan arahan yang sudah dibuat.
Jadi, hal - hal di ataslah yang bisa saya bagi jika anda bergabung di tim reseller refillmadu.com
Saya gak janjikan anda jago jualan, tapi saya bisa arahkan anda untuk lebih mampu membangun sebuah sistem bisnis.

Karena bisnis bukan sekedar jualan
Dan karena bisnis bukan sekedar rasa rasa
Saya, Bag Kinantan dari refillmadu.com
WA : 0823 6638 0788
BBM : 545545B5

Kamis, 10 September 2015

Kenapa Saya Menjual Madu?

Petualangan saya akhirnya mempertemukan saya dengan MADU. Setelah mencoba banyak usaha. Saya sendiri bingung, apa penyebab saya akhirnya memutuskan menjual MADU. Sebelum bertemu MADU, saya sudah mencoba banyak usaha, mulai dari usaha jual komputer, menanam singkong, susu kedelai, digital printing, konveksi, budidaya jamur, produk olahan jamur, hingga akhirnya menjual MADU.

Semua usaha yang pernah saya jalani dahulu, mengajarkan saya banyak hal, namun yang paling utama adalah bahwa menentukan produk untuk kita jadikan bisnis memang membutuhkan riset yang tidak sebentar, seperti pernah saya katakan bahwa bisnis bukan sekedar rasa – rasa. Dalam memutuskan sesuatu tidak hanya mengandalkan intuisi, tapi tetap harus berdasarkan riset yang mendalam. 

Berbeda dengan usaha – usaha saya sebelumnya, saya memang melakukan riset, melakukan perhitungan studi kelayakan, namun dikarenakan lemahnya data yang saya punya, maka hasilnya juga menjadi lemah.

Untuk MADU saya sedikit mengubah cara. Pertama sekali kita harus menentukan dulu, model bisnis seperti apa yang akan kita gunakan, lalu dari sana pendekatan risetnya kita buat. Saya memutuskan akan mengembangkan bisnis online MADU, maka pendekatan risetnya jelas menggunakan data perkembangan bisnis MADU di dunia maya. 

Selain menggunakan data yang berlimpah di dunia maya, saya juga lakukan sampling langsung ke beberapa toko madu dan penjual madu baik yang online maupun offline. Saya berterima kasih sekali kepada bang Habibie (Fb : Habibie Selalu Tersenyum), karena beliau menjadi salah satu “ahli” yang memberi masukkan ke saya waktu itu.

Uji, Lalu Evaluasi

Saya berpikir untuk mulai lagi semua proses membangun bisnis dari nol. Tidak seperti usaha yang lain, saya akan memulai dengan modal yang sangat kecil, lalu saya akan lakukan beberapa metode marketing, lalu saya evaluasi. Di awal saya menghabiskan banyak waktu untuk kembali membaca hal hal penting dalam marketing dan penjualan.

Seperti pernah saya katakan dalam ebook gak penting, “11 kesalahan ... pemula” bahwa kita kebanyakan memikirkan produk lupa bahwa di awal kita harus fokus ke marketing. Dalam model bisnis kanvas juga dimulai dari marketing, siapa pasar kita. Kembali corat – coret tentang Segmentasi, Targetting, Positioning. 

Selanjutnya tinggal saya cari, dimana mereka yang bersesuaian dengan STP yang saya buat? Terlalu sering kita mendengar istilah segmented dan targetted. Saya yakin kawan – kawan pasti sudah paham maksud kata – kata itu.

Ini kesalahan kedua yang harus saya perbaiki, fokus membangun market seluas – luasnya. Perbanyak potensi pasar yang “melihat” produk kita. Lalu selanjutnya bagaimana kita membuat mereka “menyukai” dan kemudian “mencoba” produk kita. Paksa target pasar kita untuk “mencoba” produk kita, pastikan bahwa produk kita memang memiliki “manfaat” yang bersesuaian dengan apa yang dicari target pasar kita. Jika itu terjadi “bang” ia kan jadi pelangganmu. 

refillmadu.com
Lalu mengapa saya memilih produk MADU?
Lama saya merenung, kenapa tidak produk herbal lainnya? Mengapa harus madu? Dalam riset yang saya lakukan, saya menemukan beberapa fakta seputar madu.

Fakta pertama, madu adalah produk legenda. Ia sudah dikonsumi sejak ribuan tahun lalu dan khasiatnya sudah diakui banyak orang. Sudah jamak, sehingga tidak mungkin kita memunculkan sebuah isu baru bahwa madu berbahaya atau tidak layak konsumsi. Madu jadi – jadian mungkin tidak layak konsumsi. Dengan fakta ini tentunya akan memudahkan kita dalam memasarkannya. Effort untuk menjelaskan apa itu madu, apa manfaatnya, kenapa kita harus konsumsi madu? Lebih mudah menjawabnya.

Fakta kedua, ini agak menarik, bahwa ada banyak sekali penjual madu. Tapi saya belum pernah mendengar ada “perang harga” di pasar. Sesama penjual madu tetap memasang harga yang “masuk akal”. Karena apa? Kalau madunya berharga murah, dicurigai sebagai madu palsu. Hal ini yang menarik perhatian saya, kita tidak perlu takut dengan persaingan yang ada. Dan kita tetap bisa menyusun harga yang “masuk akal” baik ke konsumen dan ke internal kita.

Selain itu, MADU adalah HERBAL UTAMA, banyak produk herbal saat ini memasukkan madu sebagai salah satu campurannya. MADU juga digolongkan menjadi produk SUPER FOOD, kandungan nutrisinya sangat lengkap, tanpa perlu diolah dapat langsung dikonsumsi. 

Dan satu lagi, madu bukan produk musiman, sehingga effort untuk “inovasi” pengembangan produk tidak perlu segencar produk lain yang siklus hidup produknya pendek, MADU punya siklus hidup yang sedikit lebih panjang dari produk lain.

Inilah dasar pemikiran saya dalam melakukan studi, mengapa saya memilih produk MADU, dasar pemikiran ini bisa juga kita gunakan ke produk lain. Dari sini kita akan lebih mudah menghitung potensi “uang” yang ada di dalam pasar MADU. Sehingga studi kelayakan usaha ini bisa lebih mudah dihitung.

Dan kalaupun kita ingin “menjual” ide ini ke investor, akan lebih mudah menjelaskannya. Selain pasarnya sudah jelas, potensi pendapatannya juga jelas, tinggal kita kerahkan tenaga dan pikiran untuk memastikan produk kita diterima pasar. 

Jangan ulangi kesalahan saya dulu, memulai usaha tanpa riset pasar terlebih dahulu. Riset yang benar akan memangkas biaya – biaya yang tidak perlu nanti di awal – awal usaha. Seperti dikatakan guru marketing online, rahasia dari segala rahasia adalah riset.

Karena bisnis bukan sekedar rasa – rasa.

Sekian, saya Bag Kinantan dari refillmadu.com

#cakapbisnis

Senin, 07 September 2015

Keran Air dan Rejeki

Kita semua pasti tau kan fungsi keran, ia berdiri di akhir proses distribusi air. Tugasnya sederhana membagi bagi air yang ada di dalam tandon air.

Saya sering perhatikan di masjid – masjid, yang memiliki banyak keran air, makin banyak keran air, biasanya jumlah jamaah yang dilayani semakin banyak. Begitu juga tandon air penampung air wudhunya semakin besar.

Ternyata konsep sederhana ini, berkaitan juga dengan rejeki seseorang.

Pernah dengar istilah if you give more, you will get even more. Jika anda memberi banyak maka anda akan menerima jauh lebih banyak.

Keran air itu ibarat saluran pemberian kita kepada orang lain disekeliling kita. Makin banyak orang yang menerima manfaat dari apa yang kita miliki maka sejatinya kita sedang membangun “tandon” rejeki kita sendiri.

Allahpun akan melihat kita sebagai orang yang pantas untuk memiliki tandon air yang lebih besar jika kita memang memiliki keran air yang banyak. Begitu juga jika keran air kita sedikit maka otomatis, besaran tandon air kita juga semakin kecil.

Seperti masjid tadi, semakin banyak jamaahnya, maka makin banyak keran airnya, selanjutnya pengurus masjid harus membesarkan tandon air mereka agar dapat melayani kebutuhan wudhu seluruh jamaah.

Perhatikanlah orang – orang disekeliling kita yang hidupnya menjadi keran rejeki bagi orang lain, maka pelan – pelan Allah akan membesarkan tandon rejekinya. Dan itu tergantung kesiapan kita masing – masing.

Dan perlu kawan – kawan pahami bahwa rejeki itu tidak hanya bernilai uang semata, ia dapat berupa kesehatan, keluarga yang harmonis, anak – anak yang baik, kemudahan dalam menjalani kehidupan dan lain – lain.

Dan satu hal lagi yang harus kita pahami sama – sama adalah, keran itu tidak harus menyalurkan uang semata, ia bisa berupa apapun yang kita miliki. Ia bisa berupa ilmu dan pengalaman yang kita punya, sehingga dengan itu kita dapat membantu orang lain mengatasi masalahnya. Ia bisa berupa tenaga dan pikiran, ia bisa berupa hal lain yang dengannya kita membantu orang lain.

keran air
Semakin banyak orang yang menerima manfaat, artinya semakin banyak keran air yang kita punya, dan itu berarti pula bahwa semakin besar tandon air yang kita miliki.

Lalu bagaimana dengan keikhlasan? Lupakan hal itu dulu, mulailah memberi baik dalam keadaan ikhlas atau tidak (punya keinginan tertentu), dengan latihan terus menerus, insyaAllah kita bakal menyadari betapa pemberian kita ini tidak ada apa – apanya dibandingkan nikmat yang Allah berikan kepada kita.

Rumusnya sederhana, perbanyak keran air, maka dengan sendirinya Allah akan memberikan tandon air yang lebih besar untuk kita. Seperti masjid – masjid dengan jumlah jamaah yang besar, maka “pengurus” masjidnya akan menambah keran air dan juga meningkatkan kapasitas tandon air agar dapat melayani semua jamaah. 


semoga menginspirasi, dan kita akan menjadi keran rejeki bagi orang lain


Kamis, 03 September 2015

Tukang Bakso dan Cashflow

Saya bingung, kok bisa muncul ide judul ini. Padahal isinya belum terpikirkan sama sekali. Dan ternyata antusiasme kawan – kawan memaksa saya memikirkan apa yang harus ditulis, semoga isinya tidak menyimpang dari judul Tukang Bakso dan Cashflow.

Secara tidak sengaja, beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah ebook gratis dari om diarseonubi, mungkin kawan – kawan sudah mengenal beliau dan mungkin juga sudah membaca ebook beliau.

Dalam ebook ini, beliau bicara tentang bisnis, bagaimana berbisnis. Ada banyak contoh yang beliau angkat dan salah satunya kisah tukang bakso. Saya coba kaitkan cerita tukang bakso dengan cashflow.
tukang bakso dan cashflow



Dengan sedikit perubahan disana sini, beginilah kisah si tukang bakso...


Ada seorang penjual bakso keliling. Menggunakan gerobak. Seperti penjual bakso pada umumnya. Ia keliling kampung sambil memukul mangkoknya, sangat khas, kita pasti langsung mengenalinya, jauh sebelum ia sampai di depan rumah kita.

Dalam sehari penjual bakso ini mampu menjual 300 pentol bakso. Sekitar 50 mangkok bakso. Ia terkenal karena baksonya yang enak dan pelayanan yang exelence. Bakso ia produksi sendiri di rumahnya, ia memproduksi 600 pentol, untuk jualan hari ini dan esoknya. Begitu seterusnya, sampai akhirnya ia mendapat permintaan untuk berjualan bakso pada sebuah acara, karena yakin bakal banyak yang membeli ia tambah porsi baksonya hanya untuk hari itu. ia produksi 800 pentol, 500 pentol ia jual, sisanya untuk jualan esok harinya.

Seperti dugaannya baksonya laris dan sebelum acara berakhir bakso sudah habis, sedangkan konsumen masih mengantri, menanti giliran mencicipi baksonya. Tapi, ia harus menutup dagangannya dan pulang. Istrinya mendesak untuk pulang mengambil stok bakso yang ada di rumah, tapi ia menolak. Bakso itu untuk dijual esok hari.

Apa pasal?

Si tukang bakso percaya bahwa setiap manusia sudah dijatah rejekinya. Dan jika jualannya ramai hari ini, sejatinya ia hanya memindahkan rejekinya di esok hari ke hari ini. Begitu yang diyakini si tukang bakso, benarkah? Hanya Tuhan yang tahu. Setahu saya sepanjang kita berusaha, Tuhan akan memberi sesuai jerih usaha kita.

Namun, ada pelajaran menarik dari kisah ini, tentang manajemen cashflow. Bagaimana mengatur perputaran uang usaha. Kadang sering kita menemukan sebuah usaha yang penjualannya bagus, tapi saldo usahanya kosong atau bahkan minus. Semua berawal dari kegagalan kita mengendalikan uang masuk dan keluar.

Sering kali kita terlalu percaya diri, saat hari ini order banyak, maka esok akan mendapatkan order sama seperti hari ini, sehingga kita habiskan banyak uang cash untuk menambah stok esok hari, dan pada keesokan harinya, penjualan malah sepi, uang sudah keluar, tertahan dalam gudang. Secara hitungan akuntansi tidak ada yang berkurang, karena uang cash berkurang tapi persediaan meningkat. Dan persediaan termasuk dalam aset, ia dapat menghasilkan uang cash ke dalam bisnis kita, hanya saja masih dalam bentuk barang, bukan uang.

Hanya saja, perlu sama – sama kita ingat bahwa uang cash adalah darah bagi bisnis, kita mungkin saja bisa bertahan tanpa penjualan, tapi bisnis kita tidak akan mampu bertahan tanpa uang cash. Untuk itu manajemen arus kas menjadi sangat penting.

Seperti tukang bakso di atas, ia kendalikan perputaran uangnya setiap 2 hari. Ia belanja (cash keluar) setiap dua hari, lalu berjualan (cash masuk) dalam 2 hari, jika ia memaksakan diri menghabiskan stoknya dalam satu hari, maka keesokan harinya ia harus belanja, bisa jadi itu merusak pola cash in – out yang selama ini ia bangun.

Setahu saya tidak ada aturan baku berapa % modal yang harus selalu ada dalam kas, kita hanya mempelajari polanya, bahwa perputaran uang kita sebanyak ini setiap bulan, maka setiap bulan kita harus sediakan uang cash sebanyak ini.

Dan dalam bisnis, aruskas positif lah yang harus kita kejar. Semakin positif, semakin baiklah bisnis itu. seperti kata para guru akuntansi bahwa laba adalah sesuatu yang semu, sedangkan aruskas adalah sesuatu yang nyata.

Kita boleh bangga dengan tingginya penjualan, tingginya margin laba, tapi pastikan juga bahwa aruskas masuk juga tinggi.


Itu dulu kali ya sedikit tentang Tukang Bakso dan Cashflow...mudah mudahan bisa dipahami dan gak mules.... #cakapbisnis