Sabtu, 04 April 2015

Bagaimana Merangkul Keberatan atau Penolakan Pelanggan : Abaikan!

Bagaimana Merangkul Keberatan atau Penolakan Pelanggan: Abaikan! - Belajar Bisnis untuk Pemula bersama Bag Kinantan 082366380788 - Artikel ini adalah lanjutan dari dua artikel sebelumnya, yaitu bagaimana cara merangkul keberatan atau penolakan dan Tips Jualan : Atasi keberatan sebelum muncul. Jika anda belum membaca artikel sebelumnya, saran saya segera baca agar memberikan pemahaman yang lebih utuh.

bagaimana merangkul keberatan atau penolakan dengan mengabaikannya

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menghadapi permintaan baik dari pasangan atau dari anak kita dan sering kali juga kita seperti tidak memperhatikan 'permintaannya' dan berusaha mengalihkan pembicaraan ke topik yang lain. Kita berusaha menghindari permintaan tersebut dan akhirnya pasangan atau anak kita akan teralihkan dari permintaan tersebut. Dengan perkataan lain, kita menganggap permintaan itu tidak ada.

Ini bukan berarti kita tidak mendengarkan, tapi kita menunjukkan kesn bahwa calon pembeli atau lawan bicara kita sebenarnya tidak terlalu mempersoalkan hal ini. Teknik tergolong sederhana karena tidak membutuhkan skil yang canggih dan kompleks. Seperti saya katakan di atas, bahwa dalam keseharian kita sudah melakukannya saat menghadapi pasangan atau anak - anak kita (atau orang lain di sekeliling kita).

Coba perhatikan percakapan berikut ini:

Pembeli : Kok sekarang sudah tidak ada warna Hijau ya? Padahal dulu saya ingin sekali beli yang warna itu.

Penjual : (Sambut) Wah, senang sekali mendengar bapak dulu sudah memutuskan untuk membeli. (hilangkan bagian membeli warna hijaunya)

Pembeli : Iya, saya suka banget sama warna hijau, kenapa gak dibuat lagi ya?

Penjual : Kadang pilihan produksi disuatu masa bisa saja berubah, sesuai dengan trend yang ada. (sekali lagi jangan sebut warna hijau) Jadi model ini yang menarik untuk bapak? (alihkan pembicaraan dari warna ke manfaat produk).

Apa gak tersinggung si calon pembeli?

Jika saat itu kita menyela pembicaraannya atau menunjukkan kesan ketakutan dan wajah tidak senang dengan keberatannya, mungkin saja ia akan merasa tersinggung. Tapi kalo kita tetap tenang, tidak panik, tetap pasang wajah manis, kemungkinannya sih kecil. Tetap tersenyum sambil alihkan pembicaraan.

Memang, tidak ada jaminan teknik akan selalu berhasil. Kadang ada pembeli yang presisten dengan keberatannya, seperti disampaikan pada artikel sebelumnya, bahwa kita cenderung mempertahankan sebuah argumen. Atau kadang si calon pembeli mengetahui apa yang anda lakukan, kadang ada kalanya memang mereka tidak ingin membeli atau mencari sisi keluhan yang lain.

Nah, kalo kita menggunakan teknik ini (teknik mengabaikan keberatan) dan si calon pembeli tetap mencoba mencari - cari sisi keberatan yang lainnya, kita harus menyadari bahwa kita sedang berhadapan dengan orang yang sebenarnya memang tidak ingin membeli. Tidak usah terlalu serius menanggapinya, tinggalkan saja. Masih banyak pembeli yang lain, mereka bukan target pasar anda.

Ok, teknik yang tidak terlalu sulit kan? kita hanya perlu mengalihkan perhatian calon pembeli dari satu hal ke hal lain dan agar mereka lebih fokus pada manfaat produk bukan sekedar model produk. semoga artikel sederhana ini : bagaimana merangkul keberatan atau penolakan pelanggan : abaikan, dapat bermanfaat bagi kita semua, sehingga dapat membantu meningkatkan penjualan kita.

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Sudah Membaca Blog Kami, berkomentarlah yang santun.