Selasa, 07 April 2015

Tentang Sikap : Attitude

Tentang Sikap : Attitude - Mungkin kita semua sering mendengar istilah yang satu ini : attitude. Dalam beberapa kesempatan banyak para ahli mengatakan bahwa untuk membangun keberhasilan dalam karir (apapun jenis karir anda), attitude adalah faktor penting yang sangat menentukan keberhasilan itu. 

Dalam dunia Sumber Daya Manusia ada sebuah quote menarik,

Kami merekrut anda karena skill yang anda punyai
dan kami 'memecat' anda karena attitude anda.

Ada banyak ahli yang mencoba mengartikan apa sebenarnya attitude, namun sederhananya dapat kita ringkas menjadi ""Attitude merupakan reaksi emosional atau respon yang ditunjukan oleh seseorang akan suatu hal/objek. Attitude atau sikap juga merupakan indikator bagi kita untuk menilai baik atau buruknya seseorang. Untuk itu attitude yang baik sangat penting bagi seseorang agar orang tersebut mampu diterima dalam masyarakat." Dalam bahasa agama biasa kita sebut sebagai Akhlaq. 

Dalam buku Big Brain Big Money, Tom Mc Ifle mengatakan bahwa uang, waktu dan cinta bukanlah segalanya dalam hidup didunia ini. Tapi Attitude-lah segalanya di dunia ini. Karena keberhasilan hidup manusia sebagian besar dipengaruhi oleh sikapnya, baik atau buruk. 

Bagi sebagian kita mungkin akan melakukan protes, mengapa attitude, bukankah Iman dan Amal lah yang dibutuhkan manusia untuk mengarungi hidup di dunia bahkan hingga akhirat? Yap benar, attitude adalah manifestasi dari iman dan amal yang benar. Buah dari iman dan amal yang benar adalah attitude yang baik. 

Bukankan Nabi Muhammad saw pernah bersabda bahwa "jika kalian sudah tidak memiliki 'malu' berbuat sesuka kalian."  Bukankah malu sebagian dari iman? bukti keberimanan seseorang adalah adanya rasa malu?

Dalam beberapa tulisan yang lalu saya juga pernah mengatakan bahwa di Inggris pernah dilakukan percobaan untuk menguji sebuah pernyataan " orang beruntung akan cenderung terus beruntung, dan orang sial akan cenderung terus sial." thesis ini terbukti benar dan kesimpulan penelitian ini adalah sikap mental kita terhadap peluanglah yang akan menentukan nasib baik atau buruk tadi. 

Mereka yang memiliki sikap positif terhadap 'peluang', maka cenderung akan bernasib baik, begitu juga sebaliknya. Ingat, bahwa sukses bukanlah sebuah kebetulan, dan gagal juga bukanlah nasib, semua bermula dari sikap/ perilaku kita. 

Pada dasarnya manusia memiliki 2 pilihan perilaku, yaitu perilaku baik dan buruk. Kedua jenis perilaku ini berangkat dari dua jenis pikiran, yaitu pikiran positif dan pikiran negatif.

Matrik perilaku (attitude)

Selanjutnya tinggal kita yang memilih, apakah ingin berperilaku positif dari pikiran positif atau sebaliknya. 

Keberhasilan dalam karir apapun yang kita jalani di dunia, sangat tergantung pada perilaku kita. berpikiran dan berperilakulah yang baik, maka hidup kita akan menjadi baik. Ini sedikit ulasan Tentang Sikap : Attitude semoga dapat memberi masukan yang baik untuk pikiran kita hari ini. semoga bermanfaat. 



Sabtu, 04 April 2015

Bagaimana Merangkul Keberatan atau Penolakan Pelanggan : Abaikan!

Bagaimana Merangkul Keberatan atau Penolakan Pelanggan: Abaikan! - Belajar Bisnis untuk Pemula bersama Bag Kinantan 082366380788 - Artikel ini adalah lanjutan dari dua artikel sebelumnya, yaitu bagaimana cara merangkul keberatan atau penolakan dan Tips Jualan : Atasi keberatan sebelum muncul. Jika anda belum membaca artikel sebelumnya, saran saya segera baca agar memberikan pemahaman yang lebih utuh.

bagaimana merangkul keberatan atau penolakan dengan mengabaikannya

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menghadapi permintaan baik dari pasangan atau dari anak kita dan sering kali juga kita seperti tidak memperhatikan 'permintaannya' dan berusaha mengalihkan pembicaraan ke topik yang lain. Kita berusaha menghindari permintaan tersebut dan akhirnya pasangan atau anak kita akan teralihkan dari permintaan tersebut. Dengan perkataan lain, kita menganggap permintaan itu tidak ada.

Ini bukan berarti kita tidak mendengarkan, tapi kita menunjukkan kesn bahwa calon pembeli atau lawan bicara kita sebenarnya tidak terlalu mempersoalkan hal ini. Teknik tergolong sederhana karena tidak membutuhkan skil yang canggih dan kompleks. Seperti saya katakan di atas, bahwa dalam keseharian kita sudah melakukannya saat menghadapi pasangan atau anak - anak kita (atau orang lain di sekeliling kita).

Coba perhatikan percakapan berikut ini:

Pembeli : Kok sekarang sudah tidak ada warna Hijau ya? Padahal dulu saya ingin sekali beli yang warna itu.

Penjual : (Sambut) Wah, senang sekali mendengar bapak dulu sudah memutuskan untuk membeli. (hilangkan bagian membeli warna hijaunya)

Pembeli : Iya, saya suka banget sama warna hijau, kenapa gak dibuat lagi ya?

Penjual : Kadang pilihan produksi disuatu masa bisa saja berubah, sesuai dengan trend yang ada. (sekali lagi jangan sebut warna hijau) Jadi model ini yang menarik untuk bapak? (alihkan pembicaraan dari warna ke manfaat produk).

Apa gak tersinggung si calon pembeli?

Jika saat itu kita menyela pembicaraannya atau menunjukkan kesan ketakutan dan wajah tidak senang dengan keberatannya, mungkin saja ia akan merasa tersinggung. Tapi kalo kita tetap tenang, tidak panik, tetap pasang wajah manis, kemungkinannya sih kecil. Tetap tersenyum sambil alihkan pembicaraan.

Memang, tidak ada jaminan teknik akan selalu berhasil. Kadang ada pembeli yang presisten dengan keberatannya, seperti disampaikan pada artikel sebelumnya, bahwa kita cenderung mempertahankan sebuah argumen. Atau kadang si calon pembeli mengetahui apa yang anda lakukan, kadang ada kalanya memang mereka tidak ingin membeli atau mencari sisi keluhan yang lain.

Nah, kalo kita menggunakan teknik ini (teknik mengabaikan keberatan) dan si calon pembeli tetap mencoba mencari - cari sisi keberatan yang lainnya, kita harus menyadari bahwa kita sedang berhadapan dengan orang yang sebenarnya memang tidak ingin membeli. Tidak usah terlalu serius menanggapinya, tinggalkan saja. Masih banyak pembeli yang lain, mereka bukan target pasar anda.

Ok, teknik yang tidak terlalu sulit kan? kita hanya perlu mengalihkan perhatian calon pembeli dari satu hal ke hal lain dan agar mereka lebih fokus pada manfaat produk bukan sekedar model produk. semoga artikel sederhana ini : bagaimana merangkul keberatan atau penolakan pelanggan : abaikan, dapat bermanfaat bagi kita semua, sehingga dapat membantu meningkatkan penjualan kita.

Kamis, 02 April 2015

Tips Jualan : Atasi Keberatan Sebelum Muncul

Tips Jualan : Atasi Keberatan Sebelum Muncul - Belajar bisnis buat pemula bersama  Bag Kinantan 082366380788 - "Penolakan adalah sesuatu yang tetap saja ditakuti oleh para sales, walaupun mereka sudah menghadapi berulang kali. Tetap saja saat melihat gejala-gejala konsumen akan menolak membuat kita para sales menjadi 'panik'. Seharusnya tidak demikian." (Baca tulisan lengkap bagian pertama).


menghadapi penolakan : atasi sebelum muncul..


Memblokir Keberatan sebelum diutarakan calon pembeli adalah cara yang cerdas dan sederhana, tapi perlu diterapkan dengan hati - hati. Konsumen biasanya memegang prinsip konsistensi, jika ia sudah mengeluarkan sebuah argumen, ia akan cenderung untuk mempertahankannya. Oleh karena itu, cara praktis di awal adalah memblok kemungkinan pernyataan/ argumen tersebut.


Contoh: Kita sedang berada disebuah dealer motor. Ada sebuah model yang kita sukai, tapi kita sedang berpikir tentang nilai jual kembali motor ini. Apalagi kita pernah mendengar bahwa harga jual kembalinya tidak terlalu tinggi. Di saat kita sedang berpikir, sang sales mengatakan, "Beberapa pelanggan saya juga sempat memikirkan harga jual kembali motor ini. Awalnya mereka agak ragu, tapi setelah saya berikan alamat dealer jual beli yang siap tampung motor tipe ini dengan harga yang bagus, keraguan mereka hilang!" Bang!! Dia seperti bisa membaca pikiran kita.


Sebenarnya sih ia tidak membaca pikiran kita dan juga bukan karena ia sudah meneliti diri kita secara khusus. Mungkin ia sudah katakan kalimat di atas untuk ratusan calon pembeli lainnya. Walau kadang juga tebakannya keliru, tapi beberapa pembeli tetap menghargai informasi ini.

Bagaimana mengetahui keberatan/ penolakan yang akan muncul? bukankan ini seperti tebak-tebakan?

Yap, kita menggunakan asumsi cerdas bahwa manusia di sebuah wilayah memiliki perilaku yang mirip-mirip, statistik dan probalitas sangat membantu dalam hal ini. Tentunya kita punya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, pertaa rangkum semua data penilakan yang pernah kita hadapi dahulu, atau kita juga bisa mengumpulkan dari pengalaman teman -teman sales yang lain. Kedua, buat daftar top 10 penolakan tersebut, coba perhatikan, penolakan/ keberatan itu memiliki pola yang sama. 


 Tapi hati -  hati, teknik ini bisa juga menjadi bomerang, saat tebakan kita salah, ada baiknya kita juga menjelaskan bahwa hal tersebut sebagai 'informasi' yang akan membantu mereka (calon pembeli). jangan sampai ini sebagai keluhan kita terhadap calon pembeli. Sampaikan ini sebagai solusi atas apa yang mereka khawatirkan. 


Contoh kalimat lain : 


"Sebagian kecil pembeli yang kami tawari selalu bertanya dan awalnya mereka khawatir dengan ...."

"Awalnya, beberapa pembeli kami agak terganggu dengan ... "
"Beberapa pelanggan kami awalnya ragu karena ..."
"Kemarin ada pembeli yang awalnya sempat ragu dengan ... "

Silahkan tambahkan kalimat selanjutnya, sesuaikan dengan hasil riset anda tentang perilaku konsumen disekitar lokasi anda. 


Setelah kita mengangkat hal ini, pastikan bahwa kita juga langsung menyampaikan penjelaan faktual atau bukti solusi yang telah berhasil kita berikan untuk keberatan jenis tersebut. Gunakan 'cerita sukses' yang berujung pada closing untuk membungkus teknik ini. 


Inilah artikel tentang Tips Jualan : Atasi Keberatan sebelum muncul, yang merupakan lanjutan dari artikel bagaimana menghadapi penolakan dan keberatan dalam penjualan



---