Jumat, 06 Maret 2015

7 Alasan Kita Gagal Sukses di Area keuangan

Saya menemukan 7 alasan yang menyebabkan kita selalu gagal sukses dalam keuangan -  di sebuah buku yang ditulis oleh Coach Tom Mc Ifle. Beliau juga mengutip apa yang disampaikan oleh Tony Robbins, seorang coach peak performance. Artikel ini juga bersesuaian dengan sebuah artikel lain yang ditulis oleh Brian Tracy, tentang 5 hal yang menyebabkan kita tidak pernah merasakan apa itu kekayaan seumur hidup kita. insyaAllah jika ada waktu saya share kepada kawan kawan.

gagal sukses dalam keuangan - 082366380788/ 79184C71

7 alasan yang menyebabkan kita selalu gagal sukses dalam keuangan adalah :

1. Kebanyakan kita yakin bahwa memiliki uang adalah sesuatu yang negatif

Pikiran negatif tentang orang kaya yang biasa muncul adalah pelit, sombong, menindas orang miskin, hasil korupsi dan seterusnya. Pikiran ini menggiring perilaku kita untuk tidak menjadi orang kaya, apa lagi kalo ini sudah tertanam dalam pikiran bahwa sadar, nasib kita tidak akan jauh berbeda dengan apa yang kita yakini tadi. Padahal tidak semua orang kaya itu pelit, sombong, korupsi dan sebagainya. Mungkin karena kebanyakan nonton sinetron, pikiran kita digiring kesana. Saya banyak menemukan orang kaya yang baik, tidak pelit, dermawan, tidak sombong dan tidak dari hasil korupsi. Walau mereka kaya, mereka tetap tampil sederhana, membaur dengan banyak orang. Dan sedihnya saya juga menemukan banyak orang miskin yang sombong, nah lo. Memiliki banyak uang bukan sebuah aib, selama kita mampu mengendalikan si uang untuk kegiatan yang positif.

2. Kita tidak merasa bahwa memiliki kekayaan adalah sebuah kerharusan

Kalau kita tidak membangun kekayaan kita, maka sebenarnya kita sedang membangun kemiskinan kita sendiri. Kita harus kaya, itu haru kita tanamkan kedalam pikiran kita. Memang uang, kekayaan bukan segalanya, namun banyak hal membutuhkan uang sebagai alat tukarnya. Bukankan enak jika kita memiliki kecukupan dalam finansial, apalagi ditangan orang orang baik. Uang itu akan banyak manfaatnya terutama untuk membantu sesama.

3. Kita tidak punya strategi

Untuk yang satu ini saya juga merasa bahwa saya terlambat, jika strateginya benar sejak dulu mungkin saya sudah kaya raya. Strategi yang paling gampang hanya menabung, itupun harus disunat lagi oleh biaya biaya. Strategi untuk kaya bisa anda kuasai jika anda menguasai uangnya, bukan dikuasai uang. Sering kali para pelatih bisnis mengatakan bahwa buat uang anda bekerja untuk anda. Perbanyak aset yang menghasilkan uang kas pada anda, serta tekan liabilitas anda.  Pertanyaannya memperbanyak aset bagaimana, menekan liabilitas bagaimana? Nanti kita obrolin lagi insyaAllah.

4. Terlalu mengandalkan apa kata orang

Mempercayai apa yang dikatakan orang lain tidaklah salah, kalau kita memiliki keputusan sendiri. Ambil keputusan bukan karena percaya perkataan orang lain, tapi buktikan sendiri. Yang paling umum saya temukan saat saya memutuskan untuk memulai usaha sendiri, dan tidak mau bekerja diperusahaan orang lain adalah “usaha itu sulit, lebih banyak orang yang rugi dari untung.” “kalau rugi bagaimana?” dan perkataan itu semua saya jawab memang usaha itu sulit, tapi bisa dikendalikan kok. Memang usaha itu berpotensi rugi, tapi kalo untung juga enak kok. Mungkin kebanyakan kita melihat contoh orang yang gagal, coba diambil contoh orang orang sukses, kan pertanyaannya mungkin beda.

5. Ketagihan menerima gaji

Ada dua tipe manusia, pertama menghindari sengsara, kedua mengejar nikmat. Masalahnya ada yang menghindari sengsara asal tidak sakit. Atau mengejar nikmat asal tidak kekurangan. Yang saya sebutkan 2 terakhir itu sama sama berada pada zona nyaman, tidak berani melakukan terobosan. Jadi orang gajian juga bukan aib, seperti dikatakan kawan saya, mereka seperti membatasi rejeki yang Tuhan siapkan untuk mereka, padahal potensi rejekinya tidak terbatas, tapi mereka hanya mengambil ‘sebagian’ saja dan itu disebut gaji. Kalau saja mereka mau melakukan sedikit terobosan, mungkin potensi rejekinya akan meningkat pula.

6. Kena krisis akhirnya menyerah

Krisis ekonomi akan terus terjadi, seperti siklus yang akan terus berputar dan bergilir. Seperti roda berputar, saat seorang merasa sukses ia akan merasa akan sukses selamanya, saat sedang terpuruk ia akan terpuruk selamanya. Karena kegagalan bukan berarti akhir, dan sukses janga sampai terlena.

7. Gagal bersabar dan konsisten

Coach tom pernah menghitung bahwa jika kita bisa menghemat 16000 per hari selama 35 tahun, katakan uang tadi kita tabung di bank dengan suku bunga 8 % pertahun, maka diakhir tahun ke 35 tadi, kita akan mempunyai uang 1 milyar. Sayangnya banyak diantara kita tidak sabar dan tidak konsisten.


Inilah 7 alasan mengapa kita selalu gagal dalam keuangan menurut tony robbins dan saya kutip dari bukunya coach tom mc ifle, big brain big money. Semoga bermanfaat.

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Sudah Membaca Blog Kami, berkomentarlah yang santun.