Jumat, 13 Februari 2015

Strategi Harga

strategi harga
Dalam tulisan sebelumnya saya pernah menyampaikan tentang dasar penentuan harga yang menyusun bauran pemasaran (marketing mix). Ada beberapa strategi harga yang dapat kita gunakan untuk memenangkan persaingan pasar.


Kali ini saya akan berbicara sedikit tentang sesuatu yang baru saja saya baca tentang strategi harga. Saya menemukan kalimat yang bagus, bahwa tidak selamanya produk yang murah akan dicari oleh pelanggan. apalagi perkembangan pasar hari ini yang menurut hermawan kartajaya sudah masuk ke generasi ke tiga, dimana harga bukan lagi faktor utama untuk memutuskan membeli atau tidak sebuah produk atau jasa.

Ada sebuah istilah baru bahwa konsumen saat ini lebih melihat kepada VALUE (nilai yang terkandung dalam sebuah produk). Dalam bahasa beberapa pakar marketing (hermawan kartajaya dkk) bahwa konten adalah dasarnya, namun konteks adalah formula kemenangan. (content is only basic, context is the winning formula).

Kembali lagi ke judul di atas, di generasi marketing saat ini, konsumen sudah mulai sadar dengan nilai produk, apa nilai itu? nilai adalah benefit yang kita dapatkan dibagi dengan harga yang mesti kita keluarkan. Nah, repotnya standar value masing-masing konsumen itu berbeda-beda, artinya persepsi harga yang sesuai untuk sebuah produk menjadi berbeda beda juga.

Untuk itu memang kita perlu menggali costumer insight berdasarkan budaya masyarakatnya. Pendekatan itu yang saat ini dikembangkan. cara sederhanya dengan memasuki komunitas-komunitas yang ada dalam masyarakat, karena pada dasarnya manusia suka berkelompok dan mereka akan mencari kelompok yang paling sesuai dengan diri mereka. jadi jika ingin mengetahui apa yang menjadi standar value konsumen, pelajari perilaku konsumen di komunitasnya.

Akibatnya, hari ini siklus hidup produk menjadi semakin pendek, produk sangat banyak variasinya dan jumlah yang terbatas di pasaran. Ada beberapa hal yang terkait strategi harga saat ini, antara lain:
 
Pertama strategi harga menjadi cermin positioning, menentukan harga tidak lagi hanya dengan menambahkan biaya produksi dengan marjin keuntungan yang diinginkan. Harga harusnya menetukan dan mempresentasikan positioning produk/ jasa kita di pasar. Contohnya adalah pabrikan mercedes benz pernah mengeluarkan produk untuk pasar menengah, dengan harga yang murah. Ternyata reaksi pelanggan setia mercedes benz marah, mereka memprotes kebijakan produsen. Mereka tidak ingin mercy menjadi produk pasaran. Apalagi digunakan oleh mereka yang belum memenuhi syarat untuk mengendarai mercy.

Kedua, strategi harga harus mudah dipahami dan konsisten. Kenapa harus konsisten dan mudah dipahami? Karena akan ada kebingungan di kalangan konsumen dan akan menimbulkan kesan bahwa kita (produsen) menipu mereka. apalagi saat kita memberikan harga yang tidak sesuai dengan persepsi nilai konsumen. Dan pada akhirnya akan menjadi kabar buruk saat konsumen yang kecewa akibat strategi harga yang tidak konsisten tadi adalah mereka akan menceritakan ke orang lain. Produk kita akan dipersepsikan buruk oleh calon pelanggan kita. Lambat laun produk kita akan ditinggalkan pelanggan.

Ketiga, komunikasikan strategi harga kita ke konsumen secara tepat. Salah satu caranya seperti menuliskan harga produk di kemasannya. Melalui komunikasi yang tepat, konsumen akan lebih mudah memahami produk kita diposisikan sebagai mahal, sedang atau murah.


Demikian artikel singkat tentang strategi harga, semoga bermanfaat

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Sudah Membaca Blog Kami, berkomentarlah yang santun.