Senin, 23 Februari 2015

Sekolah Bisnis

Ada empat jenis sekolah bisnis - yang ada di dunia ini. Keempat sekolah itu memiliki keunggulan dan kekurangan masing masing.  Jika kawan – kawan mengikuti serial buku – buku Robert T Kiyosaki, keempat jenis sekolah ini sering beliau ulang dalam bukunya. Karena keempat sekolah ini adalah penjelasan dari “ayah kaya” Robert.

sekolah bisnis - bag kinantan - 082366380788


Keempat sekolah bisnis itu adalah sebagai berikut:

1.   Sekolah Bisnis Tradisional
Sekolah bisnis tradisional berada di perguruan tinggi atau sekolah sekolah resmi. Serta menawarkan program dengan gelar, seperti MBA. Biasanya, sebagian besar mereka yang bersekolah di sekolah bisnis dengan gelar MBA adalah mereka yang saat itu sedang menjadi karyawan di sebuah perusahaan. Mereka berusaha untuk mendapatkan pendidikan tinggi agar dapat mencapai karir yang tinggi dan tentu saja untuk mendapatkan gaji yang lebih tinggi. Bagi mereka yang saat ini sedang bekerja di perusahaan dan menduduki jabatan strategis, terutama menjalankan roda bisnis, pendidikan ini akan cocok untuk mereka, namun jika anda berpikir untuk membangun bisnis sendiri, kultur dan kurikulumnya mungkin akan sedikit berbeda dengan apa yang anda harapkan.

Saya menemukan anak Jamil Azzaini (trainer nasional) mengambil jurusan teknik industri di jerman, tujuannya ingin menjadi pengusaha tingkat dunia. Berjalan hingga beberapa semester, namun, akhirnya ia memutuskan untuk keluar dan belajar langsung dari pengusaha-pengusaha sukses di indonesia. Seperti disampaikan sebelumnya, bahwa jika kita ingin membangun bisnis sendiri, seringkali kultur dan kurikulum di bangku sekolah tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Sekolah memiliki kultur dan kurikulum yang sistematis, cenderung lambat. Sementara jika kita ingin membangun bisnis sendiri, kebutuhan materi belajar sering kali lompat – lompat dan tidak teratur. Sesuai dengan kebutuhan/ kasus yang dihadapi saat itu.

2. Sekolah Bisnis Keluarga

Hari ini banyak muncul pengusaha – pengusaha dan sudah memasuki generasi kedua. Kadangkala si anak yang melanjutkan bisnis keluarga atau si anak membangun bisnis mereka sendiri. Sekolah bisnis keluarga dapat menjadi pendidikan bisnis yang sangat bagus, namun kadang memiliki jebakan juga. Banyak orang tua yang tidak ingin anaknya merasakan pahitnya berbisnis seperti yang pernah dialaminya. Namun, jika orang tuanya mengarahkan si anak untuk berbisnis, seperti kata pepatah, buah jatuh tak jauh dari pohonnya.transfer ilmu dan nilai – nilai dalam bisnis menjadi lebih mudah.

Ada seorang kawan saya, usianya antara 20-30 tahun, namun hari ini sudah mengelola perusahaan dengan omzet milyaran perbulan. Keuntungan perusahaan perbulan bisa mencapai 500-700 juta. Sejak kecil ia sudah dibimbing orang tuanya menjadi tangan kanan di perusahaan ayahnya, setelah menikah, ia dirikan perusahaan baru yang sejenis dengan ayahnya namun punya segmen pasar yang berbeda.

Abang saya juga seorang pengusaha, punya 3 anak, beberapa tahun yang lalu ia mengatakan anak-anaknya tidak usah ada yang meneruskan usahanya. Saya katakan, sayang, perusahan sudah sebesar ini tapi gak diteruskan keluarga. Alasan beliau saat itu, kasihan anak-anaknya jika harus menjalani kehidupan keras di bisnis sepertinya. Anak pertamanya saat ini jadi dokter. Tahun lalu saat pulang ke kampung, saya ada kesempatan ngobrol dengan beliau, ternyata anak keduanya diarahkan ke sekolah bisnis, tujuannya untuk menjalankan usahanya saat ini agar tumbuh menjadi lebih modern.

3. Sekolah Bisnis Perusahaan

Hari ini, perusahaan-perusahaan memiliki unit ‘pendidikan’ di internal mereka. tujuan dari bagian pendidikan ini adalah untuk mempelajari produk,strategi, pesaing. Tujuannya juga seperti sekolah bisnis tradisional, agar si karyawan semakin bertambah pengetahuannya dan ini akan berguna bagi karir mereka diperusahaan. Karyawan adalah aset yang akan menggerakkan perusahaan agar terus tumbuh. Untuk itu, sekarang banyak perusahaan berusaha mencari karyawan yang benar-benar cocok dengan perusahaan mereka.

Bagi mereka yang memang miliki niat untuk punya bisnis sendiri, pendidikan – pendidikan di perusahaan ini dapat menjadi modal berharga, selain sertifikat, kita juga mendapatkan pengalaman dan networking, kalau seandainya resign dari perusahaan tersebut. Tapi, pengalaman banyak orang, jika sudah meniti karir di perusahaan bergengsi, agaknya berat untuk keluar dan membangun bisnis sendiri.

4. Sekolah Bisnis di Jalanan

Mungkin inilah sekolah bisnis yang terberat, apalagi jika anda belajar tanpa guru. Seperti dijatuhkan di hutan belantara tanpa peta. Anda harus menemukan jalan keluar seorang diri dengan selamat.  Sekolah bisnis jalanan adalah sekolah yang buruk, guru yang kasar dan pelit dalam nilai. Belum lagi kurikulum yang tidak jelas dan cenderung acak dalam belajarnya.  Kita akan dihadapkan pada ketakutan dan keraguan. Namun, konon katanya sekolah inilah sekolah terbaik jika anda ingin menjadi pebisnis handal. Sekali anda temukan peta dan jalan keluarnya, segala jenis medan dan hutan akan lebih mudah anda taklukkan. Untuk bertahan di sekolah ini anda harus punya dua syarat awal, sabar dan gigih, agar proses pencarian jalan itu terus berlangsung walau anda sudah bertemu jalan buntu berkali kali. Karena kita yakin, jalan itu akan terbuka.

Demikianlah 4 sekolah bisnis yang ada di dunia ini, anda bebas memilih untuk memulai sekolah dari mana, tidak ada yang terbaik dan terburuk, namun sesuaikan dengan diri anda, agar anda tidak menyesal dikemudian hari. Sekali lagi, semua punya kelebihan dan kekurangan. Sesuaikan dengan diri anda, sekolah bisnis seperti apa yang cocok untuk anda.

Semoga bermanfaat


0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Sudah Membaca Blog Kami, berkomentarlah yang santun.