Kamis, 12 Februari 2015

Inspirasi Usaha : satu atau dua



Saya belajar dari statistik bahwa dalam 5 tahun dari 100 usaha yang dibuka hanya akan bertahan maksimal 4 usaha. dan saat ulang tahun ke 10 nanti akan tinggal 1 yang bertahan.

Yap, butuh waktu yang memang tidak sedikit untuk meniti karir di dunia entrepreneur, sebenarnya sama dengan kita meniti karir di perusahaan, cuma bedanya berat di entrepreneur itu terasa karena penghasilan yang lambat naiknya. Apalagi yang tidak sabar dan salah perhitungan, bukan bertambah, malah minus.

Sedangkan di perusahaan 5 tahun mungkin gak terlalu terasa "dalam" karena mereka menerima gaji, sesekali dalam setahun ada bonus dan lain lain. 

Dunia bisnis adalah lari marathon, sabar dan gigih itu dua syarat awalnya. Selebihnya bisa dipelajari sambil jalan.  Fokus dan displin itu modal berikutnya, jangan mudah tergoda bisnis orang lain, karena rejeki udah ada masing masing.

saya juga dulu seperti itu, usaha A, mentok, lalu liat orang bisnis B, ikutan, mentok lagi dan seterusnya.cSampai akhrinya saya sekarang coba untuk fokus ke Bisnis Madu dan Konveksi Seragam saja.

Teringat pesan kawan, bahwa uang bisa dibagi, waktu bisa di bagi, cuma sayangnya pikiran kita gak bisa terbagi. Mengurusi banyak bisnis (banyak tema jualan) itu bukan perkara mudah, apalagi masih dikerjakan sendiri dan tanpa sistem, Besarkan satu, lalu setelah stabil lanjut ke bisnis berikutnya. stabil ini setelah si bisnis bisa berjalan sendiri tanpa kita. Bagaimana caranya ? Buat sistemnya. gimana caranya bang? Rutin baca postingan saya. hehe

Pelajaran penting saya dapat dalam beberapa hari ini off dari dunia online, kebetulan ada pekerjaan offline yang menyita waktu dan pikiran. 

Pertama, saya punya teman, usahanya sederhana cuma jualan buku/ majalah untuk anak TK, beliau tekuni, sekarang jumlah TK yang berlangganan dengan beliau sudah berjumlah lebih dari 100 TK. belum lagi jika ada kawannya guru SD atau SMP yang pesan buku, tetap di tampung. 

Kedua, ada kawan saya lagi, usaha pokoknya jualan buku tk juga, tapi bertahun-tahun tidak juga berkembang. Kenapa? Dia memancing di tempat yang sudah banyak pemancing disana, sementara jumlah ikan segitu - segitu saja. Saya sarankan, segera hijrah, cari kolam baru, alhamdulillah sekarang walau belum lama rutin masuk hingga 3-5 kali lipat dibandingkan sebelumnya, dan beliau sudah mulai melunasi beberapa hutangnya. 

Ketiga, senior saya, berbisnis sejak kuliah, saya mengenal beliau sejak 2003, sampai hari ini, usahanya tidak ada satupun yang besar. Pernah saya bantu modal, tidak juga berkembang dan ternyata beliau punya banyak masalah dengan beberapa kawan-kawannya. Terjerat hutang yang tidak sedikit. Apa pasal? pertama, beliau tidak disiplin dengan keuangannya. masih tercampurnya keuangan pribadi dan usaha, Akibatnya uang yang seharusnya untuk modal tergerus untuk konsumsi dan pembayaran ke suplier terhambat dan menjadi hutang yang bertumpuk - tumpuk. Selain tidak disiplin dengan keuangan, beliau juga mudah tergoda bisnis orang lain. sebenarnya bisnis awal beliau cukup bagus, Karena saya juga pernah menjalaninya, tapi dilihat usaha orang bagus, ikut - ikutan, gak pernah fokus dan tidak dispilin. Sekali lagi, karena bersumber dari
gak sabar dan kurang gigih. 

ohya satu lagi, selain sabar, gigih, fokus, displin kita juga perlu ilmu agar bisa buat perencanaan yang bagus di bisnis kita. 

mari belajar lagi.

itulah sedikit cerita, kalau kamu apa ceritanya? 

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Sudah Membaca Blog Kami, berkomentarlah yang santun.