Rabu, 03 Desember 2014

Kesalahan Pemula : Tidak Paham Bagaimana Kelola Keuangan Usaha

cara manajemen usaha


Kelemahan usaha yang baru dibangun adalah masalah manajemen keuangan
usaha. Prinsip yang harus kita pegang terus dalam membangun usaha adalah uang
cash adalah darah dalam usaha. Dia tidak bisa kurang, harus selalu tersedia dalam
jumlah yang kita tentukan (posisi aman). Seperti cadangan devisa yang harus
selalu ada, yang digunakan untuk keadaan darurat. Seperti gagal bayar, hutang
macet dll.

Untuk itu pertama sekali coba kita buat catatan berapa uang cash yang saat ini
sedang kita pegang? Berapa yang ada di dalam rekening bank?

Lalu, hitung berapa besar piutang kita?

Berapa banyak persediaan barang yang dapat dijual segera?

Selanjutnya, buat catatan tentang hutang – hutang usaha kita, karena ini harus
segera di bayar, jangan sampai lupa kapan jatuh temponya. Walau si pemberi
piutang tidak masalah, ini terkait masalah kepercayaan.

Dalam manajemen keuangan ada 3 hal yang harus kita pahami. Pertama proyeksi
laba rugi, lalu Laporan Arus Kas, dan Perubahan Neraca. Ketiga laporan dasar
keuangan ini mudah kok dipahami, agar kita tahu seberapa sehat keuangan usaha
kita, seberapa besar pertumbuhan usaha kita. Bagaimanapun, pertumbuhan usaha
itu dilihat seberapa besar pertumbuhan “uang” yang mereka miliki.

Secara sederhana melihatnya, selama usaha ini berjalan, berapa banyak asset dan
nilai ekuitas (modal) usaha itu tumbuh. Semakin banyak atau besar, maka semakin
baiklah usaha tersebut. Dibandingkan dengan apa? Dengan hutang usaha.

Untuk awal, minimal kita mencatat semua pendapatan dan pengeluaran usaha
kita. Sedetailnya. Dalam bentuk catatan sederhana, terdiri dari

| Tanggal | Keterangan | Debet | Kredit | Saldo |

Selanjutnya, dalam manajemen keuangan usaha ini, bedakan uang pribadi dan
uang usaha. Buat beberapa rekening, tandai bahwa rekening ini untuk uang –
uang usaha. Dan rekening yang lain untuk keperluan pribadi.

Walau usaha itu punya kita, seluruh uang cash yang ada di rekening usaha adalah
milik kita, tapi belajarlah untuk menggaji diri kita sendiri. Yang nominalnya
disesuaikan dengan perkembangan usaha. Jangan mematok gaji terlalu tinggi,
nanti dapat mengganggu keseimbangan uang usaha itu sendiri. Ambil sewajarnya,
jika terus tumbuh kita bisa menambah gaji kita atau menambah bonus untuk diri
kita sendiri.

Tapi ingat, PISAHKAN uang PRIBADI dan uang USAHA.

Kecerdasan finansial adalah kunci untuk kaya. Saya menyesal tidak mempelajari
hal ini sejak dulu, baru beberapa waktu belakangan ini saya memahaminya.
Padahal di perkuliahan S1 saya dulu, prinsip – prinsip keuangan ini semua
dipelajari.

Saran saya kita jangan mengikuti kesalahan saya dulu. Kita harus melek
finansial, minimal kita mengerti cash flow (arus kas) usaha kita, kendalikan agar
tetap sehat. Saat itu berhasil kita lakukan, insyaAllah usaha kita akan tumbuh
terus, walau tidak langsung besar, usaha ini punya ketahanan yang lebih
dibandingkan usaha lain.


-----

baca juga :

Cara Hitung Break Even Point dan Manfaatnya
Kesalahan Pemula : Ingin Bermalas malasan

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Sudah Membaca Blog Kami, berkomentarlah yang santun.