Senin, 22 Desember 2014

Kesalahan Manajemen Usaha : Tidak Melakukan Riset Pasar

Kesalahan Manajemen Usaha : tidak Riset Pasar
Ketika bicara Manajemen Usaha, pertama yang kita pelajari adalah tentang pemasaran, lalu dari pemasaran, yang pertama sekali harus kita pelajari adalah Riset Pasar.
 Melalui Riset Pasar-lah kita akan menemukan sebuah produk itu layak diluncurkan atau tidak. Sebuah produk akan diterima pasar atau tidak atau Sebuah produk dibutuhkan pasar atau tidak.
Kita tidak perlu pikirkan Riset yang njlimet dan rumit. Kita bisa lakukan riset sederhana. Pertama yang harus kita lakukan adalah menyelami produk yang akan kita jual terlebih dahulu. Lalu jawab pertanyaan ini, “produk ini buat siapa? Siapa yang akan menggunakannya?” jawaban pertanyaan ini berkenaan dengan demografi. Jenis kelamin, usia, pekerjaan, suku bangsa, dll.
 Jika sudah kita definisikan “pasar” yang akan menggunakan produk atau jasa kita, akan lebih mudah menjawab pertanyaan berikutnya, “dimana mereka biasa berkumpul?”
Dan banyak lagi pertanyaan yang bisa kita gali untuk mengenali pasar yang paling tepat bagi produk kita. Sehingga tidak ada lagi pertanyaan, “bang, kok susah sekali menjual produk aku ini? Padahal produknya berkualitas, gak rugi kalo pake. Memang sih agak mahal. ”
Nah, gak mungkin kan kita menjual produk mahal ke orang orang yang memiliki penghasilan kecil? Atau jual “makanan sehat”, di lingkungan dengan ekonomi menengah ke bawah, masuk akal gak?  Atau sebaliknya menawarkan produk murah, ke orang – orang kaya. Yang lebih mementingkan prestise sebagai dasar pemilihan produk. Harga bukan masalah bagi mereka. Dan banyak lagi, kendala kendala di lapangan yang diakibatkan salah membidik pasar.
Itulah fungsi riset pasar yang kita lakukan, mengatasi hambatan hambatan di atas.
Menjual produk itu ibarat berperang. Kita bakal bertempur dengan produk lain yang sudah masuk ke pasar dan menghadapi produk yang akan masuk juga ke pasar. Mereka mereka yang mengenal medan pertempuranlah yang akan memenangkan pertempuran itu. Ini merupakan strategi perang paling dasar, bahwa kita harus mengenali medan pertempurannya dulu sebelum bertempur.
Lakukanlah riset pasar walau sederhana, pelajari pasar yang akan kita bidik. Lihat pesaing, sejauh mana persaingan yang ada. Apakah pasar sudah berdarah darah? Bagaimana mengetahui pasar yang sudah berdarah darah? Pertama lihat seberapa banyak pemain di pasar tadi, apakah sudah ada perang harga di sana? Artinya para pemain sudah mulai banting bantingan harga untuk menarik pelanggan. Jika ya, tinggalkan pasar tadi. Boleh kita bertarung di sana, tapi pastikan produk kita memiliki “perbedaan” yang signifikan dibandingkan produk lain. Perbedaan itu bisa dari model pemasarannya,  konten produknya, dan lain lain.
Seperti bisnis MADU, betapa banyak pemain di pasar madu? Banyaknya pemain juga salah satu indikator bahwa pasar luas, lalu yang perlu kita lakukan adalah membuat diferensiasi (pembeda kita dengan produk lain). Produk madu kami jelas berbeda, kami memakai saluran pemasaran yang berbeda dengan pemain madu yang ada sekarang. Kami juga memberi value yang berbeda dari produk yang lain dan ke depan kami akan mengembangkan sebuah diferensiasi yang lain dari penjual madu kebanyakan di luar sana. Sehingga kita akan terlihat berbeda dengan pemain lain. 
Sekali lagi, lewat riset pasar kita akan mengetahui apa yang dibutuhkan pasar sebenarnya. Dari sana akan lebih mudah menyusun program pemasarannya.

------ 

baca juga :

cara cepat punya usaha 2
sejatinya, sudahkah kita punya bisnis?

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Sudah Membaca Blog Kami, berkomentarlah yang santun.