Minggu, 28 Desember 2014

Inspirasi Usaha : Bagaimana Membangun Loyalitas Pelanggan


bagaimana membangun loyalitas pelangganPada bagian inspirasi usaha ini saya akan menceritakan seorang kawan yang memiliki toko besi, tidak besar, tapi lengkap. Anda tanya apa saja pasti ada, hehe. Menempati sebuah ruko, di jalan Karya Cilincing, toko sederhana ini selalu ramai. Awalnya iseng mampir dan mencoba berbelanja, ternyata memang saya menemukan apa yang menyebabkan orang – orang melakukan pembelian lagi dan lagi, ia berhasil membangun loyalitas pelanggannya.

Bagaimana membangun loyalitas pelanggan?

Pertama Toko ini Lengkap

Sudah menjadi hukum alam bahwa jika dagangan kita lengkap, orang akan lebih suka mendatangi toko kita. Tidak harus banyak, tapi setiap jenis barang ada sampelnya. Jadi setiap calon pembeli bisa mulai memilih produk apa yang akan dibelinya. Kita memang harus belajar bagaimana memanajemen stok, mempelajari pola pembelian, melakukan peramalan untuk pengadaan produk yang akan dijual. 

Selain itu, toko sederhana ini punya jaringan toko sejenis, jadi saat item yang diminta calon konsumen tidak terdapat di tokonya, dengan cepat ia hubungi toko lain untuk ‘pinjam’ barangnya dulu. 

Kedua jelas sejelas jelasnya

Jika anda belanja di toko ini, saya pastikan anda akan mendapatkan penjelasan yang sangat lengkap. Anda akan dengan mudah menentukan produk apa yang ingin anda pilih. Misalnya anda mencari pipa, maka si kevin (pemilik toko ini) akan menjelaskan pertama bahwa pipa yang dijualnya ada 5 jenis dan memiliki harga sekian, sekian dan sekian. 

Lalu dia akan bertanya, kebutuhan kita apa, pipa yang kita butuhkan tadi untuk apa, lalu ia akan memberikan rekomendasi produk yang sebaiknya anda beli. Bukan produk yang paling mahal tapi produk yang paling cocok untuk kebutuhan kita. Kadang ia bilang, kalo kebutuhannya ini, sebaiknya pakai yang murah aja. Ia juga akan menjelaskan jika produk ini kelebihannya ini dan kekurangannya ini, produk itu kelebihannya itu dan kekurangannya itu.  Pokoknya kita akan mendapatkan penjelasan yang sangat utuh.

Terlepas akhirnya kita membeli atau sekedar bertanya, si kevin akan tetap memberikan penjelasan yang sama. Jelas sejelas jelasnya

Kita pasti pernah kan, berniat membeli sesuatu tapi tidak mendapatkan penjelasan yang utuh dan malah jadi gak mood?  Dan akhirnya pindah toko?

Apalagi untuk jualan online, saya pernah di tegur teman saya, seorang trainer sales, bahwa penjelasan saya itu gak pantas, ia katakan bahwa saya melakukan ini karena kami sudah saling kenal. Beliau sarankan untuk calon konsumen lain jangan lakukan hal yang sama. Kata kuncinya adalah sebagai penjual, posisikan diri kita sebagai konsultan bagi konsumen kita. 

Waktu itu saya Cuma berkata, coba cari aja di google. Hehe, seharusnya saya yang cari kemudian saya share ke beliau. 

Persis seperti si kevin tadi, ia posisikan dirinya sebagai konsultan, ia jelaskan produknya sedetail detailnya, sampai pada rekomendasi produk apa yang cocok sesuai dengan kebutuhan kita. Karena tugas penjual adalah memenuhi kebutuhan kita. Bagaimana cara menggali kebutuhan konsumen? insyaAllah akan saya sambung dalam tulisan selanjutnya. 

Ketiga ramah

Sangat kentara, begitu kita datang langsung disambut, dia bangun keakraban dengan kita. Sepertinya si kevin ini paham sekali teknik membangun rapport untuk tujuan membangun keakraban.

Pada akhirnya, kita sebagai konsumen akan mendapatkan apa yang disebut sebagai Kenyamanan. Kita nyaman berbelanja di tokonya, kita akrab dan dengan sendirinya pikiran bawah sadar kita akan sangat mudah dipengaruhi dan terjadilah transaksi. 

Selanjutnya konsumen yang sudah merasakan kenyamanan itu akan menjadi mulut toko ini yan g akan bercerita ke orang lain tentang kenyamanan berbelanjan di toko ini. Seperti yang saya lakukan ini. Saat ini terjadi, selamat anda sudah memiliki pelanggan yang loyal.

Inilah inspirasi usaha sederhana yang saya dapatkan di toko besi KS jalan karya cilincing medan. Jika ada kawan kawan anak medan, boleh berkunjung dan temui yang namanya kevin, temukan pengalaman yang saya ceritakan di atas. Semoga tulisan sederhana tentang membangun loyalitas pelanggan ini dapat menginspirasi kita semua. Jika berkenan, silahkan bagikan. 

----

baca juga

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Sudah Membaca Blog Kami, berkomentarlah yang santun.