Kamis, 11 Desember 2014

3 Film yang Menginspirasi untuk Berbisnis



Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, semua bisa diraih jika kita berusaha untuk meraihnya.

----

Keterbatasan fisik tidak menghalanginya untuk hidup mandiri. Walau sebenarnya ia berhak untuk mendapat santunan, ia berkeras bahwa ia mampu.

Tumbuh bersama ibunya ia mengenal dua kata yang selalu diajarkan sang ibu, yaitu patience dan persistence. Dua kata  ini yang terus mendorongnya untuk berusaha terus hingga akhirnya mencapai apa yang ia inginkan.

Inspirasi memulai BisnisBill porter, itu namanya. Seorang pemasar langsung. Ia berjalan dari satu rumah ke rumah lainnya menawarkan barang barang kebutuhan sehari –hari dari perusahaan watkins. Penolakan? Adalah sebuah rutinitas yang ia temui dalam kegiatannya sehari – hari. Namun ia tidak menyerah, terus berusaha dan akhirnya pelan pelan orang orang mulai percaya dengannya dan mulai berlangganan. 

Bahkan hubungan yang terjalin tidak hanya antara penjual dan pembeli, namun sudah seperti keluarga. Bill sudah menjadi bagian keluarga besar pelanggannya. Kadang ia datang tidak untuk menjual barangnya, namun untuk diskusi banyak hal termasuk di dalamnya urusan pribadi.

Hasilnya, beberapa kali Bill potter menjadi pemasar terbaik di perusahaannya. Sebuah harga yang pantas untuk usaha tak kenal lelah, sabar dan gigih. Film tentang bill potter ini berjudul “Door to Door”.  Pernah juga saya tulis sedikit catatantentang film ini di sini.


----

Bertahun tahun hidup dalam keadaan yang tak enak. Memiliki pekerjaan sebagai penjual mesin untuk mengukur kepadatan tulang. Sebuah mesin yang bagus namun sayangnya memiliki harga yang lumayan tinggi. Ia sebenarnya seorang yang cerdas, namun satu kesalahan dalam mengambil keputusan mengakibatkan hidupnya kacau bertahun tahun. Tidak hanya ditinggal istri, iapun ditinggalkan kawan-kawannya.

Inspirasi BisnisSatu titik balik dalam hidupnya terjadi saat ia memutuskan untuk menjadi pialang saham. Ia melihat para pialang saham adalah orang orang yang bahagia. Ia mengejar itu. mengejar kebahagiaan. Bosan ia menjalani hidup seperti sampah, tinggal di penampungan, mengharapkan bantuan pemerintah. Begitu lemah di depan anaknya.

Anaknya menjadi motivasi agar ia hidup lebih baik. Ia tidak ingin anaknya menderita, ia harus berhasil agar hidup mereka membaik.

Setiap keputusan ada harga, tidak ada makan siang gratis. Saat ia memutuskan untuk mulai bekerja sebagai pialang saham, ia harus belajar banyak hal baru, mengerjakan sesuatu yang sebelumnya tidak pernah ada dalam pikirannya. Tapi satu yang pasti ia yakin bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika kita berusaha untuk mencapainya.

Will smith berbagi ceritanya untuk kita dalam pursuit of happiness.

----

Inspirasi bisnis

Lahir dari keluarga yang berkecukupan membuatnya terlena dan banyak menghabiskan waktu untuk hal yang sia – sia.

Sehari hari ia habiskan waktunya untuk bermain game online, padahal ia masih berstatus seorang pelajar.  Setelah menyelesaikan SMAnya ia masih belum juga berubah, minimal mengurangi waktu bermainnya untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian masuk perguruan tinggi negeri.

Apalagi, ia mulai menemukan keasyikan baru dalam game online. Ia bisa mendapatkan uang dari menjual asesoris yang ia dapatkan dari permainan itu. bahkan pembelinya dari negeri lain.
Di usia yang sangat muda, ia sudah memiliki banyak uang dan mampu membeli mobil sendiri.
Namun, pada akhirnya akun game onlinennya di banned, ia kehilangan semua aset di game onlinenya.

Sudah merasakan enaknya punya uang sendiri, ia mulai untuk berbisnis. Bisnis pertamanya adalah menjual vcd player bajakan, murah namun kualitasnya tidak terjamin. Ia gagal. Lalu ia mencoba banyak usaha, menghadiri expo peluang usaha dan sebagainya.

Tengah asik membangun usahanya, usaha ayahnya bangkrut dan seluruh aset ayahnya harus di sita bank. Merasa tidak memiliki apa apa lagi, orang tuanya diminta pindah ke Cina oleh kakaknya yang sudah hidup mapan di cina. Ia menolak pergi. Ia berjanji akan membawa kembali keluarganya ke kampung halamannya.

Secara tidak sengaja, ia menemukan produk yang menarik, cemilan rumput laut. Mulailah ia membangun usahanya. Berkali ujicoba tak ditemukan rasa yang pas sesuai dengan apa yang pernah ia makan sebelumnya. Saat semua sumberdaya telah dikerahkan, saat sang paman yang menemaninya juga sudah tumbang dan harus dirawat di rumah sakit, saat itulah muncul pertolongan Tuhan. Ia menemukan resep camilan rumput laut yang enak.

Selanjutnya produknya terus diminati dan berkembang bahkan sekarang sudah masuk ke berbagai negara di dunia. Di usia 25 ia sudah punya aset milyaran. Dan sesuai janjinya ia jemput orang tuanya pulang dan ia lunasi hutang ayahnya.

Itulah sedikit cerita tentang “Top” ittiphat, seorang pengusah muda dari Thailand, jika kita pernah menemukan produk camilan rumput laut “tae kae noi” di supermarket, itulah produk si Top ini.

----


Baca Juga

Memulai Usaha Modal Nol, Bagaimana Caranya?
case study : mengundang Investor
Buka usaha : Mulai dari mana?

2 komentar:

  1. Yang ke 3 The Billionere ane uda nonton tuh, yg 1 & 2 wajib nontoh kyknya keren

    BalasHapus
  2. iay bang, apa lagi untuk yang berprofesi sebagai penjual..

    BalasHapus

Terimakasih Sudah Membaca Blog Kami, berkomentarlah yang santun.