Sabtu, 08 November 2014

Mulai Darimana?


Sering teman teman bertanya, kalau mau memulai usaha bagusnya mulai darimana?

Pertanyaan bagus, 

Di tahun 2009, sepulang dari medan, saya mulai membangun usaha di bidang pertanian. Saya tanam singkong. Hasilnya gagal, saya rugi lebih dari separo modal yang ditanam.

Lalu, saya coba usaha jual komputer, modalnya dari uang pinjaman. Lagi lagi saya salah. Saya gagal lagi. 

Kemudian saya usaha percetakan, buat pin, id card dan lain lain. Lumayan modal yang keluar, ada uang yang masuk, namun belum balik modal, kali ini usaha ini sukses. Sukses ditutup.

Selanjutnya saya usaha susu kedele, jam 3 pagi bangun, mulai masak, habis subuh dibawa ke pasar, jualan. Hasilnya, sehari laku 3 bungkus atau Rp. 3.000 plus cemoohan orang orang di pasar, "sayang dah jadi sarjana, kuliah jauh jauh, pulang jualan susu kedele dan gak laku..."

Syukurnya, saya temukan pasar yang tepat, saya jual susu kedele di sekolah. Satu di SMA satu lagi di SD. Untuk yang di SD, susu kwdelenya dibekukan, untuk SMA susu kedelenya ada hangat dan dingin. Hasilnya lumayan, sehari dapat di atas Rp. 100 rb.

Kemudian, saya coba peruntungan di jamur tiram. Setahun pertama proses edukasi pasar, benar benar makan waktu dan biaya. Hasilnya lumayan, sehari kali ini sudah dapat di atas Rp. 200rb. Saya tingkatkan produksi, hasilnya malah saya merugi hingga puluhan juta. Ada yang salah? Jelas ada yang salah. 

Dalam membangun usaha, pasang surut itu hal yang biasa, saat kita sudah menemukan polanya, akan lebih mudah mengembangkannya. Namun, pada pengalaman pertama saya tadi, saya belum menemukan polanya. 

Baru setahun belakangan saya menemukan pola agar peluang usahanya berhasil lebih besar. Saya belum membuktikan, namun sekarang jalannya sudah mulai terbentuk. Nanti akan saya ceritakan lebih detail. 

Lalu, harus mulai darimana?

Apapun usaha yang ingin anda buat, pertama sekali anda harus tau dengan jelas, SIAPA YANG AKAN BELI PRODUK ANDA? Jika anda mampu menjawab pertanyaan ini dengan detail, strategi anda akan lebih pas, tak butuh waktu lama dan biaya besar. 

Pertanyaan kedua, DIMANA MEREKA BERKUMPUL? Penting juga bagi anda untuk tau dimana mereka (yang akan beli produk anda) berkumpul. Seperti kasus susu kedele saya tadi, ternyata mereka berkumpul bukan i pasar (pajak kata org medan). Tapi di sekolah. Anak sekolah pasar yang pas bagi produk saya. 

Lalu, selanjutnya perlu anda pikirkan bagaimana mengadakan produk anda itu. Nah, inilah pokok yang ingin saya ceritakan disini. Anda bisa mulai dari sini. Saat pasar sudah jelas tergambar oleh anda, biasanya kita langsung ambil keputusan produksi sendiri, investasi di alat, tempat, sdm dll. 

Jangan!! Jangan mulai dari sana, mulailah dari mencari pemasok yang kredibel. Jadikan diri anda sebagai reseller. Memang keuntungan penjualan lebih tinggi produksi sendiri dari pada jadi reseller. 

Namun, ada banyak keuntungan yang bisa anda dapatkan dengan menjadi reseller, antar lain:

Investasi awal kecil, anda tidak perlu investasi alat, bahan, tenaga kerja dan lain lain.

Resiko kegagalan produksi mendekati Nol. 

Awal usaha fokus ke aliran kas yang positif, artinya kejar penjualan, kurangi pengeluaran. 

Tidak perlu memikirkan produksi yang njlimet dan banyak variabel yang berpengaruh.

Langsung jualan, langsung dapat uang.

Belajarnya di proses membangun pasar. Kalau anda kuasai ilmu menjual ini, anda akan dapat hidup dimana saja. 

Dan banyak lagi.

Memang kelemahannya keuntungan lebih sedikit. Tapi saat kondisinya sudah tepat, pasar stabil, besar, tidak ada salahnya anda memulai produksi sendiri. Tapi sebelumnya saat jadi #reseller anda sudah mempelajari dan mempraktekkan proses produksinya. 

Yap, mulai dari jadi reseller.


Di bagian berikutnya saya akan cerita beberapa usaha saya yang saya mulai dari jadi reseller

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Sudah Membaca Blog Kami, berkomentarlah yang santun.