Sabtu, 08 November 2014

Membangun Usaha ; Undang Investor


Dahulu sekali, saat baru belajar-belajar tentang membangun usaha, pikiran saya selalu bermula dari modal (uang) dari mana? Belum ada dalam pikiran saya ternyata modal (uang) itu bisa disiasati. Cara menyiasatinya adalah dengan menggunakan modal/ uang orang lain. Ternyata banyak sekali orang yang punya uang dan bingung bagaimana mengembangkan uangnya. Karena kalo hanya di tabung di bank, paling keras hanya tumbuh 4% pertahun. 

Untuk menarik uang-uang yang berseliweran di sekitar kita, kita hanya butuh yang namanya “ide”. Lalu telurkan ide itu dalam bentuk proposal usaha. Kemudian presentasikan ke depan calon investor. Cocok, kerjasama berlanjut dan bisnis bisa dijalankan. Setiap bulan setelah menghasilkan, berikan bagi hasilnya kepada investor. Sesederhana itu. 

Namun dalam prakteknya, gak semua seindah cerita di proposal. Ada kondisi yang kadang diluar ekspektasi kita. Seperti salah me-manajemen usaha (baca ebook saya 11 kesalahan manajemen usaha pemula), sehingga rencana yang bagus tidak tereksekusi dengan baik. Usaha yang dalam proposal menguntungkan menjadi merugi karena salah setting. 

Untuk mengurangi resiko kegagalan usaha, saya mencatat dari beberapa kegagalan usaha dan kerjasama saya dengan beberapa investor, beberapa langkah yang harus anda siapkan saat hendak menarik dana dari investor ke dalam rencana usaha anda. Yang harus anda perhatikan adalah : 

Buat rencana usaha yang masuk akal dan sederhana 

Seringkali, karena banyak sekali ide berlompatan di kepala kita, semua itu dituliskan ke dalam rencana usaha. Padahal bagi para calon investor, mereka Cuma ingin tau, saya kasih kamu uang untuk modal, lalu saya dapat apa? Sederhanakan rencana usaha, sederhanakan rencana usaha agar mudah dipahami. Pahami kata kuncinya KISS (keep it simple stupid) hehe 

Susun banyak alternatif rencana seandainya rencana utama gagal 

Ada plan A, B, C dll. Pernah saya dapat masukkan dari seorang trainer bahwa kita tidak boleh menyusun rencana B dan sterusnya, siapkan hanya rencana A, biar apa? Agar pikiran kita fokus pada keberhasilan rencana A saja, tidak bercabang. Kebetulan saya ini bodoh jadi kadang rencana pokok sering gak bersesuaian dengan apa yang saya tulis di rencana, jadinya saya perlu menyusun setidaknya 2-3 rencana cadangan jika rencana utama tidak berhasil. 

Kumpulkan dana minimal 2 kali lipat dari rencana yang ada dalam kepala kita 

Dalam rencana usaha yang kita tulis, paling tidak total dana yang kita akan minta dari para investor bernilai 2 kali lipat (paling sedikit) dari “real plan” yang kita susun di dalam kepala kita. Untuk apa? Agar jika terjadi kesalahan eksekusi rencana A, kita masih punya dana cadangan, tanpa perlu meminta lagi dari investor. Yang perlu kita lakukan adalah meyakinkan investor bahwa total dana di dalam proposallah kebutuhan dana untuk kerjasama usaha ini, lalu dalam prakteknya kita yang paling tau kebutuhan real dari usaha itu sendiri. 

Buat batas yang tegas dengan investor 

Kadang, saking sayangnyan investor dengan uangnya dan usaha kita. Mereka berusaha ikut campur agak dalam dalam manajemen. Kecuali memang sudah ada kesepakatan. Sebaiknya investor kita posisikan untuk duduk manis dan terima bagi hasil tiap bulan. Urusan operasi usaha biarkan kita yang memastikan semuanya berjalan dengan baik. Sebaiknya dalam kontrak kerjasama semua tugas dan wewenang kita jelaskan semua. Termasuk di dalamnya wewenang investor sampai dimana. Karena terlalu banyak kepala justru repot. 

Buat batas waktu kerjasama 

Tujuannya sederhana, agar kita bisa fokus untuk segera membuat usaha ini sukses, sehingga para investor tidak terlalu lama dalam menunggu uangnya berkembang. Dan selain itu kita bisa segera menikmati hasil kerja keras kita dan tentu saja menguasai usaha itu sendiri...hehe, tapi pastikan sebelumnya bahwa para investor sudah terpuaskan dengan bagi hasil usaha yang kita berikan. Setelah masa kerjasama berakhir dan investor ingin menyambung kerjasama, buat kontrak baru dan naikkan tawaran..hehe (fee manajemen namannya) 

Ok, itu dulu tips membangun usaha dengan mengundang investor, nanti kita sambung lagi 

3 komentar:

  1. Makin super aja baca tulisan juragan bag kinantan ini. salute dah....

    BalasHapus
  2. wah...awak ini apalah bang...pemula masih...

    BalasHapus
  3. Terimakasih banyak bang dah bagi2 ilmunya sangat bermanfaat
    Semoga selalu dalam lindungan Nya

    BalasHapus

Terimakasih Sudah Membaca Blog Kami, berkomentarlah yang santun.