Minggu, 16 November 2014

Cara Menemukan Pasar yang Potensial

Beberapa waktu yang lalu ada yang bertanya, bagaimana menemukan pasar yang potensial untuk produk kita. Pertama yang harus kita ketahui adalah pasar potensial adalah mereka yang membutuhkan, dan memiliki daya beli terhadap produk kita. Jika hanya membutuhkan dan tidak punya daya beli, percuma, kita cape menjelaskan manfaat produk namun ia tidak punya uang untuk membeli. Atau mereka punya daya beli, namun produk kita bukan yang mereka butuhkan, mentah juga.

Lalu bagaimana?

Dalam pembahasan lalu, dalam artikel cara menyusun strategi pemasaran telah saya sampaikan tentang Segmentasi, Targetting dan Positioning atau yang biasa disebut sebagai STP. Dan artikel kali ini adalah lanjutannya. untuk menemukan pasar yang potensial, kita harus menjawab pertanyaan di bawah ini.

Pertama, berapa USIA pasar yang akan kita bidik. Karena setiap kelompok usia memiliki kecenderungan yang berbeda. Anak – anak, remaja atau dewasa, menikah atau belum menikah? Untuk itu, kita harus dengan spesifik menentukan USIA calon pembeli produk kita. Salah dalam menentukan bagian ini akan berakibat pada strategi yang salah dan akan menghabiskan energi.

Kedua, Laki – Laki atau Wanita. Jika kedua jenis kelamin ini yang akan kita bidik, persentasenya berapa - berapa? 50 : 50? Ini masih terlalu luas, persempit, apakah kita fokus untuk pria atau wanita. lagi lagi karena kebutuhan, kecenderungan dua jenis kelamin ini juga berbeda. Terlalu luas kita nanti gagal fokus, akhirnya malah entah kemana. Nyasar.

Ketiga, berapa penghasilan mereka. terkait daya beli dan kecenderungan juga. Produk kita relatif mahal, untuk mereka yang sensitif dengan harga akan kritis sekali dan kalaupun mereka membutuhkan, mereka akan berusaha minta harga diturunkan, menurunkan profit. Sedangkan untuk mereka yang tidak sensitif dengan harga saat kita tawarkan produk yang murah, walau bagus, mereka akan menganggap produk murahan. Pertanyaan ketiga ini juga penting, berapa penghasilan mereka?

Keempat, Dimana mereka berkumpul. Ini jadi pertanyaan yang paling penting. Setelah ketiga pertanyaan di atas bisa kita jawab, pertanyaan keempat ini harus bisa kita jawab juga dengan jawaban yang sangat spesifik. Dimana mereka berkumpul. Tujuannya apa? Agar kita tidak salah menjual. Repot juga kan jualan tasbih di depan diskotik? Laku sih, Cuma entah kapan kan? Jualan tasbih sebaiknya dimana? Yap di depan masjid. Bukan di depan diskotik.

Mungkin ini dulu empat pertanyaan yang harus kita jawab untuk mempertajam strategi pemasaran kita, sehingga kita dapat menemukan pasar yang potensial untuk produk kita. Dan tentu saja kita tidak terlalu membutuhkan energi besar untuk mendapatkannya. Mungkin pertanyaan dalam hati kita saat merasa kok susah sekali menjualnya dapat terjawab, kenapa? Karena kita salah menentukan pasar yang akan kita sapu. Kita salah memilih tempat berjualan.



Semoga bermanfaat.

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Sudah Membaca Blog Kami, berkomentarlah yang santun.