Selasa, 18 November 2014

Cara Memaksa Calon Pembeli, untuk Membeli

Bagi kita yang berprofesi sebagai penjual pasti sering banget menjumpai calon pembeli  yang sudah bertanya  kesana kemari, ujung - ujungnya Cuma bilang, “Makasih ya mas/mba atas infonya, saya cari yang lain dulu.” Baik itu yang jual offline maupun di online. Akhirnya ada yang tanya ke saya, bagaimana caranya biar kalimat terakhir bukan itu, tapi “saya ambil yang ini ya mas/mba.” “kirim no rekening ya” atau “udah aku transfer ya.” Lebih enak lagi kalo si pembeli bilang, “saya ambil yang ini 5 ya.”

Pertama sekali jelas kita harus bisa membuat pembicaraan dengan si calon pembeli menjadi pembicaraan yang hangat, kita perlu bangun kedekatan dulu dengannya, bagaimana caranya? Silahkan baca disini. Selanjutnya kita harus menemukan kalimat yang tepat dan dapat memaksa dia untuk membeli. Namun dengan cara yang elegan.

Kata kuncinya adalah jangan memberi banyak pilihan kepada calon pembeli, apalagi sampai memberi dia kesempatan untuk berpikir lebih lama. Jadi, jika kira - kira obrolan kita sudah cair tinggal closing, segera mulai arahkan pilihan – pilihan pembeli menjadi semakin sempit dan semakin sedikit pilihan.

Itulah sebabnya kita perlu lebih banyak bertanya agar dapat memahami apa keinginan, apa kebutuhan dan apa masalah yang dimiliki calon pembeli. Sehingga solusi yang kita tawarkan menjadi sulit untuk ditolak. Kedua, jangan menggunakan pertanyaan yang berpotensi dijawab TIDAK. Contoh : Bagaimana mas deni, jadi diambil Hapenya? Kalo dia jawab nggak, selesai sudah.

Sebelum memunculkan kalimat untuk closing (urutan proses jualan bisa dibaca di sini), perlu kita lihat dulu ciri ciri calon pembeli sudah mulai siap untuk di closing, cirinya dapat dilihat secara verbal atau non verbal. Kalo verbal , calon pembeli akan berkata : oh, gitu..., wah menarik ya...ya ya ya...boleh juga tuh...hmm, kalo aktivitas non verbalnya terlihat dari mengangguk – ngangguk, usap dagu, bertanya tanya, senyum, badan dah condong ke depan, menyimak dengan penuh perhatian, partisipasi aktif.

Apa saja contoh kalimat untuk mempersempit pilihan calon pembeli, hingga peluang closing dan transaksi lebih besar?


  • Jadi, bapak lebih suka  warna merah atau biru?
  • Mau bayar tunai atau kredit pak?
  • Mau dikirim barangnya atau diambil kesini pak?
  • Dikirim ke rumah atau ke kantor?
  • Mau ambil 2 atau 3 pak? Kalo dua diskon 10%, kalo 3 diskon 10% plus ongkos free ongkir.
  • dll

Coba perhatikan pertanyaan di atas, ada peluang si calon pembeli berkata tidak?
Ingat, pertama bangun kedekatan, perhatikan calon pembeli apakah sudah siap untuk closing, perhatikan pertanyaan kita jangan sampai memberi kesempatan calon pembeli berkata tidak, dan persempit pilihan sehingga ia tidak punya kesempatan untuk berpikir dan memutuskan terlalu lama. Teknik ini memang butuh latihan, yang penting coba dulu, evaluasi hasilnya dan perbaiki terus menerus. Be creative. Selamat mencoba.


Salam.

3 komentar:

  1. Keren mantap nie bang, izin ATM cooy dan share ya, biar bisnisku makin lancar, terima kasih banyak atas ilmunya bang, semoga Alloh membalas dgn pahal yg berlipat ganda dan rezeki yg makin melimpah aamiin

    BalasHapus
  2. silahkeun...manfaatkan sepuas puasnya...lalu bagikan ke semua orang... :)

    BalasHapus

Terimakasih Sudah Membaca Blog Kami, berkomentarlah yang santun.