Minggu, 28 Desember 2014

Inspirasi Usaha : Bagaimana Membangun Loyalitas Pelanggan


bagaimana membangun loyalitas pelangganPada bagian inspirasi usaha ini saya akan menceritakan seorang kawan yang memiliki toko besi, tidak besar, tapi lengkap. Anda tanya apa saja pasti ada, hehe. Menempati sebuah ruko, di jalan Karya Cilincing, toko sederhana ini selalu ramai. Awalnya iseng mampir dan mencoba berbelanja, ternyata memang saya menemukan apa yang menyebabkan orang – orang melakukan pembelian lagi dan lagi, ia berhasil membangun loyalitas pelanggannya.

Bagaimana membangun loyalitas pelanggan?

Pertama Toko ini Lengkap

Sudah menjadi hukum alam bahwa jika dagangan kita lengkap, orang akan lebih suka mendatangi toko kita. Tidak harus banyak, tapi setiap jenis barang ada sampelnya. Jadi setiap calon pembeli bisa mulai memilih produk apa yang akan dibelinya. Kita memang harus belajar bagaimana memanajemen stok, mempelajari pola pembelian, melakukan peramalan untuk pengadaan produk yang akan dijual. 

Selain itu, toko sederhana ini punya jaringan toko sejenis, jadi saat item yang diminta calon konsumen tidak terdapat di tokonya, dengan cepat ia hubungi toko lain untuk ‘pinjam’ barangnya dulu. 

Kedua jelas sejelas jelasnya

Jika anda belanja di toko ini, saya pastikan anda akan mendapatkan penjelasan yang sangat lengkap. Anda akan dengan mudah menentukan produk apa yang ingin anda pilih. Misalnya anda mencari pipa, maka si kevin (pemilik toko ini) akan menjelaskan pertama bahwa pipa yang dijualnya ada 5 jenis dan memiliki harga sekian, sekian dan sekian. 

Lalu dia akan bertanya, kebutuhan kita apa, pipa yang kita butuhkan tadi untuk apa, lalu ia akan memberikan rekomendasi produk yang sebaiknya anda beli. Bukan produk yang paling mahal tapi produk yang paling cocok untuk kebutuhan kita. Kadang ia bilang, kalo kebutuhannya ini, sebaiknya pakai yang murah aja. Ia juga akan menjelaskan jika produk ini kelebihannya ini dan kekurangannya ini, produk itu kelebihannya itu dan kekurangannya itu.  Pokoknya kita akan mendapatkan penjelasan yang sangat utuh.

Terlepas akhirnya kita membeli atau sekedar bertanya, si kevin akan tetap memberikan penjelasan yang sama. Jelas sejelas jelasnya

Kita pasti pernah kan, berniat membeli sesuatu tapi tidak mendapatkan penjelasan yang utuh dan malah jadi gak mood?  Dan akhirnya pindah toko?

Apalagi untuk jualan online, saya pernah di tegur teman saya, seorang trainer sales, bahwa penjelasan saya itu gak pantas, ia katakan bahwa saya melakukan ini karena kami sudah saling kenal. Beliau sarankan untuk calon konsumen lain jangan lakukan hal yang sama. Kata kuncinya adalah sebagai penjual, posisikan diri kita sebagai konsultan bagi konsumen kita. 

Waktu itu saya Cuma berkata, coba cari aja di google. Hehe, seharusnya saya yang cari kemudian saya share ke beliau. 

Persis seperti si kevin tadi, ia posisikan dirinya sebagai konsultan, ia jelaskan produknya sedetail detailnya, sampai pada rekomendasi produk apa yang cocok sesuai dengan kebutuhan kita. Karena tugas penjual adalah memenuhi kebutuhan kita. Bagaimana cara menggali kebutuhan konsumen? insyaAllah akan saya sambung dalam tulisan selanjutnya. 

Ketiga ramah

Sangat kentara, begitu kita datang langsung disambut, dia bangun keakraban dengan kita. Sepertinya si kevin ini paham sekali teknik membangun rapport untuk tujuan membangun keakraban.

Pada akhirnya, kita sebagai konsumen akan mendapatkan apa yang disebut sebagai Kenyamanan. Kita nyaman berbelanja di tokonya, kita akrab dan dengan sendirinya pikiran bawah sadar kita akan sangat mudah dipengaruhi dan terjadilah transaksi. 

Selanjutnya konsumen yang sudah merasakan kenyamanan itu akan menjadi mulut toko ini yan g akan bercerita ke orang lain tentang kenyamanan berbelanjan di toko ini. Seperti yang saya lakukan ini. Saat ini terjadi, selamat anda sudah memiliki pelanggan yang loyal.

Inilah inspirasi usaha sederhana yang saya dapatkan di toko besi KS jalan karya cilincing medan. Jika ada kawan kawan anak medan, boleh berkunjung dan temui yang namanya kevin, temukan pengalaman yang saya ceritakan di atas. Semoga tulisan sederhana tentang membangun loyalitas pelanggan ini dapat menginspirasi kita semua. Jika berkenan, silahkan bagikan. 

----

baca juga

Rabu, 24 Desember 2014

Kesalahan Manajemen Usaha : Buka Usaha Modal Hutang

hutangHutang dalam bisnis adalah hal yang biasa. Namun, yang jadi masalah, saat kita tidak mampu mengendalikan hutang itu agar dapat terbayar pada waktu yang sudah disepakati. Inilah kesalahan manajemen usaha berikutnya. (saya mencatat ada 11 kesalahan manajemen usaha)
Hutang itu ibarat rantai yang membelenggu leher kita, suatu saat ia bisa mencekik dan membunuh kita saat ia tidak lagi mampu kita kendalikan.
Dalam prakteknya, hutang itu terbagi menjadi dua, pertama disebut sebagai hutang yang baik (good debt) dan kedua disebut hutang yang buruk (bad debt).
Hutang yang baik adalah hutang yang dapat melunasi dirinya sendiri. Lo? Sedang kan hutang yang buruk adalah hutang yang justru jadi beban bagi kita.
Bagaimana cara si hutang bisa melunasi dirinya sendiri?
Begini ceritanya, hutang yang baik itu adalah saat kita berhutang, kita gak perlu repot repot lagi untuk mencari cara melunasinya. Si hutang akan mencari uang sendiri untuk melunasi dirinya sendiri. Contoh yang sederhana adalah saat kita mengambil hutang, hutang ini akan dialokasikan menjadi modal usaha, lalu keuntungan usaha itu dapat melunasi si hutang. Namun sekali lagi, kita harus cerdas mengendalikan hutang, karena jika tidak hutang yang awalnya baik akan berbalik arah menjadi hutang yang buruk.
Jika sudah terjebak bagaimana? Pertama coba dicatat, hutang kita kemana saja dan berapa besarnya. Urutkan dari yang terbesar hingga yang terkecil. Mulai lunasi yang kecil kecil, dan coba untuk negosiasi ulang untuk hutang – hutang yang besar. Apakah pembayarannya diubah, diperpanjang  masa cicilannya atau apapun sesuai dengan kemampuan keuangan kita saat ini. Yang terpenting adalah jangan lari dari hutang, berusaha bangun komunikasi dengan pemberi hutang, yakinkan bahwa kita pasti bayar hutang kita kepada mereka, namun tidak sekaligus, cicil lagi.
Punya hutang itu gak enak, asli saya sampe sekarang juga masih terikat hutang, karena kesalahan kesalahan manajemen yang saya lakukan. Dari sana saya belajar bahwa mengeluarkan uang itu harus hati – hati. Meminjam uang itu harus perhitungan sekali, jangan over confident, akibatnya kita malah sibuk mencari untuk melunasi, sementara penghasilan kita belum tentu bertambah, beban semakin besar.
Agaknya pesan paman istri saya benar, “untuk awal saat memulai usaha, sebaiknya jangan gunakan uang dari hasil hutangan. Karena kita belum tau bagaimana perkembangan usaha kita. Jangan sampai, usahanya belum jalan, belum menghasilkan si pemilik uang sudah meminta uangnya kembali. Walau ada kesepakatan, namun, kadang ada kebutuhan mendesak yang akhirnya memaksa pemilik uang meminta uangnya kembali.” Yap benar, saya sudah merasakannya. Punya hutang itu gak enak. Kalo bisa hindari sekuat tenaga.
Inilah yang saya catat dari kesalahan dalam memanajemen usaha adalah : buka usaha modal hutang.

 ----
baca juga

Belajar Bisnis Online : Mulai Dari Mana?


Affiliate marketingSemenjak turunnya biaya akses internet, pengguna internet di Indonesia meningkat pesat. Menurut data yang kami peroleh, jumlah pengguna internet di indonesia mencapai 65 juta orang. Wow.

Jumlah pengguna internet yang tinggi adalah peluang bagi kita yang ingin mendapatkan uang dari internet, melalui bisnis online atau jualan online. Namun sayangnya banyak di antara kita yang tidak tahu bagaimana caranya, ya kan?

Kita ingin menjadikan jaringan internet sebagai salah satu sumber pemasukan, tapi kita bingung, tidak tahu harus melakukan apa. Ditambah lagi sebagian kita masih agak gaptek, menganggap bahwa jualan/ bisnis online harus memiliki website.

Tidak, anda tidak harus punya website untuk bisa memulai bisnis online.

Manfaatkan akun sosial media anda di Facebook atau Twitter atau yang lainnya.
Tahukah Anda bahwa di Indonesia banyak sekali anak-anak muda yang memperoleh penghasilan jutaan rupiah perbulan melalui internet?

Affiliate marketing adalah salah satu cara paling mudah untuk menghasilkan uang melalui internet. Pada dasarnya Anda tinggal mencari pembeli dan menawarkan produk yang tersedia. Anda akan mendapatkan komisi setiap terjadi penjualan.

 Ini artinya Anda yang ingin berbisnis online, bisa dengan mudah memulainya melalui affiliate marketing, karena Anda tidak lagi harus memikirkan pengiriman, stok barang, membuat toko online, upload produk, dan lain-lain.

Namun agar mendapatkan penghasilan yang optimal, Anda harus terlebih dahulu memahami bagaimana memasarkan online dengan baik. 

Nah, sebuah Ebook berjudul, Yubi Affiliate dengan Facebook Marketing memberikan bocoran kepada kita semua bagaimana memanfaatkan akun sosial media untuk berjualan secara online. Buku ini telah diujicobakan kedalam 6 workshop dan telah menghasilkan 500-an  alumni.  

Ditulis oleh bang Fikry Fatullah yang sudah sangat berpengalaman dalam internet marketing.
Tunggu apalagi, segera miliki ebook berisi daging gurih ini sekarang juga, cukup klik disini untuk mendapatkannya.

buku inilah yang saya rekomendasikan untuk anda yang ingin belajar bisnis online, langsugn dari ahlinya.
----

bisa juga di klik gambar di bawah ini
affiliate marketing

Selasa, 23 Desember 2014

Manajemen Pemasaran : Memahami Pelanggan

Manajemen pelanggan menjadi bagian penting dalam manajemen pemasaran. Walau pelanggan ini sendiri ada beberapa tingkatan. Mengetahui kebutuhan pelanggan, berapa jumlah yang mereka konsumsi dan dimana mereka biasa membelinya merupakan informasi yang penting dan bisa menjadi acuan. Sayangnya banyak pemilik bisnis memulai usahanya tanpa memperhatikan ini. Keuntungan jika kita mengenali pelanggan kita adalah kita tidak perlu membuang banyak energi untuk melakukan penjualan dan memenangi persaingan bisnis.

Pada awal pendirian usaha, biasanya pemilik bisnis mengartikan bisnis itu dalam pengertian fisik. Namun, pelanggan mengartikan sebaliknya, memandang bisnis sebagai sesuatu yang mampu memenuhi kebutuhannya. Sebelum kita menentukan dengan jelas kebutuhan pasar, kita akan kesulitan dalam mengemas produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

teori maslow

Abraham Maslow, seorang psikolog dalam risetnya menunjukkan bahwa pelanggan merupakan pencari tujuan untuk memenuhi kebutuhan dengan membeli dan mengkonsumsi. Selanjutnya Maslow mengelompokkan kebutuhan pelanggan tersebut menjadi 5 tahap yang disebut sebagai hierarki kebutuhan.

Aktualisasi Diri

Ini merupakan puncak dari hierarki maslow, sesorang mencari kebenaran, hikmah, keadilan dan tujuan. Ada kebutuhan yang tidak pernah bisa dipenuhi, dan hanya sedikit orang mau membayar untuk memenuhi kebutuhan dengan memuaskan. Contoh : tidak banyak orang seperti bill gates yang mau menghabiskan juataan dolar untuk amal yang bermanfaat bagi orang banyak.

Harga Diri

Banyak orang menganggap penting harga dirinya seperti rasa hormat, prestasi, perhatian, pengakuan, dan reputasi. Manfaat yang dicari pelanggan mencakup perasaan bahwa orang lain akan menganggap mereka mempunyai nilai lebih jika mempunyai produk tertentu. Banyak pemasaran merek ditujukan untuk membuat pelanggan percaya diri  bahwa menggunakan produk dengan merek tertentu akan dihargai orang lain.

Kebutuhan Sosial

Kebutuhan akan sahabat, teman, komunita klub atau sejenisnya, serta kebutuhan untuk memberikan dan mendapatkan kasih sayang semuanya merupakan kebutuhan sosial. Setelah kebutuhan yang lebih rendah terpenuhi, kebutuhan ini yang berkaitan dengan interaksi dengan orang lain muncul ke permukaan. Hadirnya media sosial menjadi bentuk upaya pemenuhan kebutuhan sosial ini sendiri.

Keselamatan

Kebutuhan dasar kedua adalah pelanggan merasa aman dan selamat. Orang yang merasa terancam baik di lingkungan atau karena produk yang ditawarkan  tentu tidak tertarik memenuhi kebutuhan ini.

Kebutuhan Psikologi

Udara, air, tidur dan makanan semuanya sangat penting bagi keberlangsungan hidup. Inilah kebutuhan yang sangat dasar dari seorang manusia. Sebelum kebutuhan dasar ini terpenuhi, maka kebutuhan di atasnya tidak akan diperhatikan. Dalam lingkup bisnis, memnuhi kebutuhan ini contohnya adalah membuat produk yang berkaitan dengan makanan, minuman, kesehatan dan pakaian yang memiliki fungsi dasar yaitu menjaga keberlangsungan hidup. Biasanya akan banyak sekali pemain ditingkatan ini.

Dari kelima hierarki ini kita akan menemukan tingkatan pelanggan yang sebelumnya sudah juga kita bahas dalam segmentasi pasar. Dari hierarki ini kita menemukan bahwa pelanggan akan langsung terbagi berdasarkan tingkat penghasilannya. Sehingga anda dapat menyesuaikan strategi pemasaran anda melalui bauran pemasaran yang sebelumnya juga sudah kita bahas, seperti strategi harga, strategi promosinya atau strategi lokasi dan produknya sendiri.

Akan banyak sumber daya yang dapat kita hemat, jika kita mampu dengan benar membagi pasar akan produk kita ke dalam beberapa tingkatan kebutuhan ini, diperkuat dengan segmentasi produk yang benar dan strategi bauran pemasaran yang tepat juga tentunya.


Inilah salah satu bagian manajemen pemasaran yaitu bagian memahami pelanggan. semoga bermanfaat.  

*) gambar dari sini

Senin, 22 Desember 2014

Kesalahan Manajemen Usaha : Tidak Melakukan Riset Pasar

Kesalahan Manajemen Usaha : tidak Riset Pasar
Ketika bicara Manajemen Usaha, pertama yang kita pelajari adalah tentang pemasaran, lalu dari pemasaran, yang pertama sekali harus kita pelajari adalah Riset Pasar.
 Melalui Riset Pasar-lah kita akan menemukan sebuah produk itu layak diluncurkan atau tidak. Sebuah produk akan diterima pasar atau tidak atau Sebuah produk dibutuhkan pasar atau tidak.
Kita tidak perlu pikirkan Riset yang njlimet dan rumit. Kita bisa lakukan riset sederhana. Pertama yang harus kita lakukan adalah menyelami produk yang akan kita jual terlebih dahulu. Lalu jawab pertanyaan ini, “produk ini buat siapa? Siapa yang akan menggunakannya?” jawaban pertanyaan ini berkenaan dengan demografi. Jenis kelamin, usia, pekerjaan, suku bangsa, dll.
 Jika sudah kita definisikan “pasar” yang akan menggunakan produk atau jasa kita, akan lebih mudah menjawab pertanyaan berikutnya, “dimana mereka biasa berkumpul?”
Dan banyak lagi pertanyaan yang bisa kita gali untuk mengenali pasar yang paling tepat bagi produk kita. Sehingga tidak ada lagi pertanyaan, “bang, kok susah sekali menjual produk aku ini? Padahal produknya berkualitas, gak rugi kalo pake. Memang sih agak mahal. ”
Nah, gak mungkin kan kita menjual produk mahal ke orang orang yang memiliki penghasilan kecil? Atau jual “makanan sehat”, di lingkungan dengan ekonomi menengah ke bawah, masuk akal gak?  Atau sebaliknya menawarkan produk murah, ke orang – orang kaya. Yang lebih mementingkan prestise sebagai dasar pemilihan produk. Harga bukan masalah bagi mereka. Dan banyak lagi, kendala kendala di lapangan yang diakibatkan salah membidik pasar.
Itulah fungsi riset pasar yang kita lakukan, mengatasi hambatan hambatan di atas.
Menjual produk itu ibarat berperang. Kita bakal bertempur dengan produk lain yang sudah masuk ke pasar dan menghadapi produk yang akan masuk juga ke pasar. Mereka mereka yang mengenal medan pertempuranlah yang akan memenangkan pertempuran itu. Ini merupakan strategi perang paling dasar, bahwa kita harus mengenali medan pertempurannya dulu sebelum bertempur.
Lakukanlah riset pasar walau sederhana, pelajari pasar yang akan kita bidik. Lihat pesaing, sejauh mana persaingan yang ada. Apakah pasar sudah berdarah darah? Bagaimana mengetahui pasar yang sudah berdarah darah? Pertama lihat seberapa banyak pemain di pasar tadi, apakah sudah ada perang harga di sana? Artinya para pemain sudah mulai banting bantingan harga untuk menarik pelanggan. Jika ya, tinggalkan pasar tadi. Boleh kita bertarung di sana, tapi pastikan produk kita memiliki “perbedaan” yang signifikan dibandingkan produk lain. Perbedaan itu bisa dari model pemasarannya,  konten produknya, dan lain lain.
Seperti bisnis MADU, betapa banyak pemain di pasar madu? Banyaknya pemain juga salah satu indikator bahwa pasar luas, lalu yang perlu kita lakukan adalah membuat diferensiasi (pembeda kita dengan produk lain). Produk madu kami jelas berbeda, kami memakai saluran pemasaran yang berbeda dengan pemain madu yang ada sekarang. Kami juga memberi value yang berbeda dari produk yang lain dan ke depan kami akan mengembangkan sebuah diferensiasi yang lain dari penjual madu kebanyakan di luar sana. Sehingga kita akan terlihat berbeda dengan pemain lain. 
Sekali lagi, lewat riset pasar kita akan mengetahui apa yang dibutuhkan pasar sebenarnya. Dari sana akan lebih mudah menyusun program pemasarannya.

------ 

baca juga :

cara cepat punya usaha 2
sejatinya, sudahkah kita punya bisnis?

Selasa, 16 Desember 2014

Cara Cepat punya Usaha : 2

Bagi yang belum membaca bagian satu, silahkan klik disini. Dalam pembahasan sebelumnya, cara cepat punya usaha yang di anjurkan oleh Robert T Kiyosaki adalah pertama, Keluar dari pekerjaan anda sekarang juga lalu buka usaha, kedua menabung hingga 50 Juta lalu buka usaha.

Cara yang ketiga ini berdasarkan apa yang saya alami selama ini, mungkin yang paling aman dari kedua cara di atas, anda tidak perlu keluar dari pekerjaan dan tidak perlu mengumpulkan modal hingga 50 juta.
cara punya usaha sendiri

Dalam beberapa artikel sebelumnya saya sudah menyinggung cara ini.

Yap, cara cepat memiliki usaha adalah anda menjadi Reseller atau menjadi makelar produk atau jasa produsen. Bisa dari teman anda atau suplier yang dapat dipercaya. Dengan menjadi reseller, makelar , affiliate
atau dropship, modal yang anda keluarkan sangat minim, bahkan bisa nol sama sekali. Anda tidak perlu pusing memikirkan produksi, packing dan pengiriman. Tugas anda Cuma satu, membantu menjualkan barang tersebut. Jika laku anda dapat komisi.

Saya memiliki kenalan yang mendapatkan komisi ratusan juta hanya dari menjual model seperti ini. Dengan era internet seperti sekarang ini, anda bisa mendapatkan banyak produk yang anda sukai dengan mudah. Mulai dari apa yang anda sukai, agar muncul passion dalam menjualkannya.

Bisnis apapun bentuknya butuh 2 syarat utama, kesabaran dan kegigihan. Tidak ada hasil instan, semua butuh proses dan kadang membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Tergantung semangat, fokus dan konsistensi anda dalam membangun usaha itu sendiri.

Saya ambil contoh bahwa saya saat ini adalah agen Madu hutan, saya ambil dari suplier terpercaya, saya dapatkan harga jauh dibawah harga pasaran, saya mulai berjualan, saat mulai ada pesanan saya beli Madu dari suplier kemudian saya kirimkan ke pemesan. Saya selama ini memanfaatkan media online untuk melakukan fungsi marketing, jadi saya tidak perlu tempat untuk memajang produk, biaya sewa atau investasi tempat sama dengan nol. Kemudian, berapa pendapatan yang akan saya dapatkan? Ya itu tergantung kita juga, mau berapa keuntungan yang kita dapatkan dari masing masing produk yang kita jual.

Bisnis itu kerja marathon panjang dan butuh energi besar, kesabaran dan kegigihan menjadi bahan bakar. Jika anda konsisten, dalam waktu 1 tahun anda akan mulai dapat menemukan hasilnya. Saat sudah banyak yang tahu bahwa anda seorang agen produk tertentu, mereka akan lebih mudah menemukan anda.

Saya yang awalnya hanya agen madu, bermodalkan hanya 100ribu rupiah, saat ini mulai naik karir menjadi penyedia/ suplier madu hutan dengan merek saya sendiri, saya juga memiliki beberapa agen yang tersebar di beberapa daerah di sumatera dan jawa. Dan anda juga boleh jika ingin menjadi agen saya hehe, diskon untuk agen mencapai 40% dari harga eceran, lumayanlah untuk tambah uang jajan.

Begitulah kawan kawan, cara cepat untuk punya usaha, pertama anda keluar dari pekerjaan anda saat ini, kedua anda menabung hingga terkumpul modal 50 Juta rupiah, ketiga anda mulai dari menjadi agen produk orang lain, dari sana anda dapatkan komisi. Pelan pelan anda kuasai cara dan pasarnya, selanjutnya anda akan dapat punya yang anda manajemeni seutuhnya. Persis seperti apa yang saya lakukan. Kalo masih bingung mau jadi agen apa? Hubungi saya, insyaAllah saya punya banyak suplier terpercaya untuk anda.



Semoga bermanfaat.


---- 

baca juga :


*) gambar dipinjam dari sini

Senin, 15 Desember 2014

Sudah punya Bisnis?

Kata kata bisnis saat ini menjadi sesuatu yang indah terdengar. Seakan yang menyebutannya atau yang menyandang gelar seorang yang memiliki bisnis menjadi sesuatu yang membanggakan. Benarkah kita memiliki bisnis? Bagi kita yang ditanya bisnis apa sekarang? Kadang dengan bangga kita berkata, bisnis online, bisnis baju, bisnis konveksi, bisnis lain lainnya.

Dalam pengantar ebook gak penting “ 11 Kesalahan Manajemen Usaha Buat Pemula” saya katakan bahwa berat rasanya menyandang gelar seorang pebisnis entah mengapa? Mungkin sejatinya saya belum memiliki bisnis, saya hanya memiliki usaha/ pekerjaan, bedanya saya “bos” dipekerjaan saya sendiri. Dalam bahasa Robert T Kiyosaki self employee.

cashflowquadrant

Bagi yang telah mengenal konsep cashflow Quadrant yang dicetuskan Kiyosaki, tentu kita gak asing dengan istilah Self employee, Employee, Business Owner dan Investor.

Bagi kita yang mengaku memiliki bisnis, coba anda tinggalkan bisnis anda selama 1 minggu, kemudian perhatikan apakah bisnis anda tetap tumbuh dan berkembang atau justru malah stagnan dan jika ditinggalkan lebih lama malah tutup?

Jika jawabnya adalah tetap hidup dan terus  meningkat, selamat anda memiliki bisnis. Jika belum artinya anda hanya memiliki pekerjaan bukan memiliki bisnis.

Bisnis sejatinya adalah sebuah pekerjaan yang kita miliki namun ia bekerja dengan sistem. Sistem yang membuat ia tetap berjalan saat ada atau tidak adanya anda.  Membangun sistem bisnis itu bukan perkara sebentar butuh waktu dan konsetrasi. Bahkan bisnis online yang katanya tinggal tekan tombol kemudian ditinggal tidur dan akhirnya menghasilkan juga merupakan sebuah akumulasi dari kerja keras berbulan bulan dan modal materi yang tidak sedikit.

Penyakit pebisnis pemula adalah ingin segera mensistematisasi bisnisnya, mencoba memaksakan membuat sistem dan merekrut banyak orang untuk menjalankan sistem itu. tapi perlu diingat, bahwa bisnis pondasinya adalah kita sang pemilik, jika kita tidak menyiapkan pondasinya terlebih dahulu, bisnis kita ibarat rumah tanpa pondasi rapuh sekali.

Tidak ada sukses dalam semalam

Semua butuh proses waktu, tenaga dan konsistensi dalam menjalankannya.

Kabar baiknya semua itu bisa kita pelajari dan percepat dengan mempelajari pola sukses orang orang yang sudah sukses dengan bisnisnya.

Ingat bahwa sukses itu berpola dan gagal itu juga berpola.

Tugas kita adalah menemukan pola sukses dan menghindari pola gagal. Sekali kita temukan pola suksesnya, maka dalam bentuk bisnis apapun kita tetap akan berhasil.

Jadi inilah definisi Bisnis menurut Robert T Kiyosaki, bisnis adalah “sebuah sebuah organisasi yang memiliki sistem dan dapat  menghasilkan uang, tanpa melibatkan keberadaan Anda dan pada akhirnya akan menghasilkan apa yang disebut sebagai penghasilan pasif, kita tetap berpenghasilan walau tidak bekerja.

Jadi sudahkah kita memiliki bisnis?

Salam


---- 

Baca Juga 


Cara Cepat Buka Usaha Sendiri

mulai usahaSaya punya banyak kawan yang pengen segera punya usaha sendiri, apalagi yang sudah mulai jenuh terjebak dalam rutinitas pekerjaan. Akhirnya banyak juga kawan saya tadi, yang mengurungkan niatnya entah karena apa?

Padahal  kata seorang teman saya lagi yang sudah berbisnis, buka usaha itu mudah kok, tinggal bilang aja, “ ya, saya mulai usaha sendiri.” Mudah kan? Hehe

Sayangnya ada banyak mitos yang kita percayai saat kita hendak memulai usaha sendiri dan akhirnya membuat kita TAKUT untuk memulainya, ya kan?

Kemaren saya datang ke acara ulang tahun anaknya kawan istri saya, saat sedang acara game oleh badut ada beberapa anak yang dipanggil ke depan dan ditanya cita cita nya, kalo besar mau jadi apa? Macam macam jawabnya sayangnya gak ada yang bilang pengen jadi pengusaha.

Mungkin salah satu faktornya adalah orang tua kita juga tidak terlalu setuju kalo kita membangun usaha kita sendiri, pesan orang tua rata rata “ sekolah yang bagus, biar bisa kerja di sini di sana dan lain lain”  belum pernah atau jarang sekali orang tua yang berpesan ke anaknya, “nak, sekolah yang bener biar jadi pengusaha sukses” salahkah orang tua? Gak, karena yang beliau beliau tahu selama ini hanya sebatas hal di atas, bahwa bekerja itu harus punya gaji, punya kantor, punya seragam. Mungkin ya.  Mohon maaf buat orang tua.

Ok, lanjut, jadi bagaimana cara cepat untuk buka usaha?

Robert Kiyosaki pernah memberikan 2 tips

Keluar dari pekerjaan anda saat ini dan segera memulai usaha sendiri
Katanya sih Robert Kiyosaki paling suka cara ini, langsung keluar dan langsung buka usaha sendiri. Tapi tergolong ekstrim, tapi seru sekaligus menantang, keluar dan membangun kerajaan bisnis sendiri.

Mengumpulkan uang hingga 50 juta baru buka usaha sendiri
Cara ini tergolong moderat, kalo masih bekerja, silahkan bekerja ada dulu sembari mengumpulkan uang hingga mencapai 50 juta rupiah. Kenapa 50 juta, ini modal yang cukup aman untuk memulai usaha sendiri. Jadi anda bisa buka usaha tanpa modal dari pinjaman/ hutang.

Makan apa kami nanti gan, kalo langsung keluar begitu aja? Mungkin itu reaksi pertama yang muncul kalo kita di sodori opsi pertama. Ya, bagi anda yang masih takut, kurang nyali dan tekad, opsi ini memang tidak direkomendasikan. Ibarat mau bisa berenang, kalo Cuma baca teori ya gak bakal bisa berenang, kalo mau bisa berenang cepat ya langsung nyebur di kolam dong, ya kan?  

Cara pertama  ini tidak saya rekomendasikan ya, tapi untuk yang siap berdarah darah, cara ini paling efektif untuk bisa punya usaha dalam waktu singkat. Tips dari kami, segera kembangkan bisnis anda dan hasilkan aliran kas harian, mingguan, bulanan dan tahunan.

Kalau yang kedua? Ini juga bukan pilihan yang enak ya, uang  50 Juta itu bukan jumlah yang sedikit, belum lagi kalau sudah terkumpul dan dimulai tetap ada resiko gagal dan bangkrut, gimana? Hehe, tenang sembari anda menabung anda bisa mempelajari hal pokok tentang bisnis, apa saja?

Pertama sekali anda perlu belajar tentang Marketing, kedua Tentang Keuangan, ketiga tentang hukum bisnis, lalu tentang sistem bisnis dan produk. Saya tidak sarankan anda memulai dari memikirkan produk, repot nanti. Hehe, cukup saya saja yang salah, dulu saya mikirnya urutannya dibalik, hasilnya sukses, sukses ditutup.

Nah, belakangan ini saya menemukan cara KETIGA untuk bisa memulai usaha sendiri. Untuk yang ketiga ini nanti saya tulis dalam bagian khusus 


salam

--- 

baca juga 

Jumat, 12 Desember 2014

Bagaimana Mendapatkan Prospek

calon pembeli potensial

Setiap kita membangun sebuah usaha atau bisnis yang kita inginkan adalah produk yang kita jual laku di pasar, tidak hanya laku, tapi juga mudah menjualnya. Bagi kita yang pernah belajar tentang marketing, bahwa dahulu produsen asik memproduksi barang lalu di jual. Karena dahulu belum banyak pesaing, asal produk itu dibutuhkan dan belum ada subtitusinya, maka konsumen ‘terpaksa’ untuk membelinya.

Hari ini dengan pasar yang sangat terkotak kotak, masyarakat mulai cerdas memilih produk/ jasa yang dibelinya, maka sang pemasar harus cerdas memikirkan strategi bagaimana produk yang kita jual laku di pasar.

Dalam tulisan yang lalu sudah saya singgung tentang segmentasi dan marketing mix, ini menjadi dasar penyusunan strategi pemasaran kita. Kita gak mungkin sanggup penjangkau semua orang. Dan gak semua orang membutuhkan produk kita. Itulah sebabnya kita perlu memilah dan memilih siapa yang patut dan layak menjadi konsumen kita.

Mereka yang patut dan layak itu kita sebut sebagai PROSPEK.

Kawan saya pernah memberi contoh seperti ini:
Bagi para Lelaki yang sudah menikah, dahulu saat sebelum menikah, siapa prospek anda? Pasti seorang wanita, apakah semua wanita bisa menjadi istri anda? Tidak juga kan, kita harus menentukan kriteria siapa yang pantas menjadi istri kita.? Ya kan?

Nah, itu yang kadang dilupakan para pemasar, mereka lupa bahwa mencari prospek itu ibarat mencari pasangan hidup. Tidak main terabas  atau main tebas sembarangan, harus diseleksi. Kalau kita mencari pasangan hidup ada 4 kriteria, agama, harta, rupa dan keturunan. Lalu bagaimana jika prospek untuk produk kita?

Kriteria utama calon pembeli yang potensial adalah BAN

B : Budget

A : Authority

N : Need

Calon pembeli potensial itu harus memenuhi ketiga kriteria ini, 

Budget adalah calon pembeli yang memiliki daya beli, percuma kan kalo kita menjual atau menawarkan produk ke orang yang tidak punya daya beli? Sampai berbuih kita menjelaskan kelebihan produk kita, mereka gak akan beli, gak mampu...

Authority atau pembuat keputusan untuk membeli. Salah satu trik yang sering diberikan para sales profesional adalah  tembak langsung ke bos-nya. Minimal orang yang bisa membawa kita menemui bos-nya. Ini penting juga, kadang kita menjumpai orang orang yang punya uang, tapi ia harus minta izin orang yang lebih berpengaruh untuk meminta persetujuan membeli atau tidak.

Need, pembeli potensial adalah mereka yang membutuhkan produk kita. Ingat konsumen hanya membeli sesuatu yang berguna bagi mereka. salah satu kriteria berguna adalah produk itu haruslah apa yang ia butuhkan.

Ketiga kriteria ini menjadi kunci bagi kita untuk dapat mengenali siapa pasar potensial kita, mereka punya keinginan/ kebutuhan akan produk, mereka punya daya beli dan mereka memiliki otoritas untuk memutuskan, oke saya ambil ini.

sebenarnya ada role play yang bisa kita mainkan agar pemahaman semakin kuat, ini akan saya sambung di tulisan berikutnya, stay tune.


Salam.


*) hasil diskusi KPMI medan

----

baca juga :

Kamis, 11 Desember 2014

3 Film yang Menginspirasi untuk Berbisnis



Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, semua bisa diraih jika kita berusaha untuk meraihnya.

----

Keterbatasan fisik tidak menghalanginya untuk hidup mandiri. Walau sebenarnya ia berhak untuk mendapat santunan, ia berkeras bahwa ia mampu.

Tumbuh bersama ibunya ia mengenal dua kata yang selalu diajarkan sang ibu, yaitu patience dan persistence. Dua kata  ini yang terus mendorongnya untuk berusaha terus hingga akhirnya mencapai apa yang ia inginkan.

Inspirasi memulai BisnisBill porter, itu namanya. Seorang pemasar langsung. Ia berjalan dari satu rumah ke rumah lainnya menawarkan barang barang kebutuhan sehari –hari dari perusahaan watkins. Penolakan? Adalah sebuah rutinitas yang ia temui dalam kegiatannya sehari – hari. Namun ia tidak menyerah, terus berusaha dan akhirnya pelan pelan orang orang mulai percaya dengannya dan mulai berlangganan. 

Bahkan hubungan yang terjalin tidak hanya antara penjual dan pembeli, namun sudah seperti keluarga. Bill sudah menjadi bagian keluarga besar pelanggannya. Kadang ia datang tidak untuk menjual barangnya, namun untuk diskusi banyak hal termasuk di dalamnya urusan pribadi.

Hasilnya, beberapa kali Bill potter menjadi pemasar terbaik di perusahaannya. Sebuah harga yang pantas untuk usaha tak kenal lelah, sabar dan gigih. Film tentang bill potter ini berjudul “Door to Door”.  Pernah juga saya tulis sedikit catatantentang film ini di sini.


----

Bertahun tahun hidup dalam keadaan yang tak enak. Memiliki pekerjaan sebagai penjual mesin untuk mengukur kepadatan tulang. Sebuah mesin yang bagus namun sayangnya memiliki harga yang lumayan tinggi. Ia sebenarnya seorang yang cerdas, namun satu kesalahan dalam mengambil keputusan mengakibatkan hidupnya kacau bertahun tahun. Tidak hanya ditinggal istri, iapun ditinggalkan kawan-kawannya.

Inspirasi BisnisSatu titik balik dalam hidupnya terjadi saat ia memutuskan untuk menjadi pialang saham. Ia melihat para pialang saham adalah orang orang yang bahagia. Ia mengejar itu. mengejar kebahagiaan. Bosan ia menjalani hidup seperti sampah, tinggal di penampungan, mengharapkan bantuan pemerintah. Begitu lemah di depan anaknya.

Anaknya menjadi motivasi agar ia hidup lebih baik. Ia tidak ingin anaknya menderita, ia harus berhasil agar hidup mereka membaik.

Setiap keputusan ada harga, tidak ada makan siang gratis. Saat ia memutuskan untuk mulai bekerja sebagai pialang saham, ia harus belajar banyak hal baru, mengerjakan sesuatu yang sebelumnya tidak pernah ada dalam pikirannya. Tapi satu yang pasti ia yakin bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika kita berusaha untuk mencapainya.

Will smith berbagi ceritanya untuk kita dalam pursuit of happiness.

----

Inspirasi bisnis

Lahir dari keluarga yang berkecukupan membuatnya terlena dan banyak menghabiskan waktu untuk hal yang sia – sia.

Sehari hari ia habiskan waktunya untuk bermain game online, padahal ia masih berstatus seorang pelajar.  Setelah menyelesaikan SMAnya ia masih belum juga berubah, minimal mengurangi waktu bermainnya untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian masuk perguruan tinggi negeri.

Apalagi, ia mulai menemukan keasyikan baru dalam game online. Ia bisa mendapatkan uang dari menjual asesoris yang ia dapatkan dari permainan itu. bahkan pembelinya dari negeri lain.
Di usia yang sangat muda, ia sudah memiliki banyak uang dan mampu membeli mobil sendiri.
Namun, pada akhirnya akun game onlinennya di banned, ia kehilangan semua aset di game onlinenya.

Sudah merasakan enaknya punya uang sendiri, ia mulai untuk berbisnis. Bisnis pertamanya adalah menjual vcd player bajakan, murah namun kualitasnya tidak terjamin. Ia gagal. Lalu ia mencoba banyak usaha, menghadiri expo peluang usaha dan sebagainya.

Tengah asik membangun usahanya, usaha ayahnya bangkrut dan seluruh aset ayahnya harus di sita bank. Merasa tidak memiliki apa apa lagi, orang tuanya diminta pindah ke Cina oleh kakaknya yang sudah hidup mapan di cina. Ia menolak pergi. Ia berjanji akan membawa kembali keluarganya ke kampung halamannya.

Secara tidak sengaja, ia menemukan produk yang menarik, cemilan rumput laut. Mulailah ia membangun usahanya. Berkali ujicoba tak ditemukan rasa yang pas sesuai dengan apa yang pernah ia makan sebelumnya. Saat semua sumberdaya telah dikerahkan, saat sang paman yang menemaninya juga sudah tumbang dan harus dirawat di rumah sakit, saat itulah muncul pertolongan Tuhan. Ia menemukan resep camilan rumput laut yang enak.

Selanjutnya produknya terus diminati dan berkembang bahkan sekarang sudah masuk ke berbagai negara di dunia. Di usia 25 ia sudah punya aset milyaran. Dan sesuai janjinya ia jemput orang tuanya pulang dan ia lunasi hutang ayahnya.

Itulah sedikit cerita tentang “Top” ittiphat, seorang pengusah muda dari Thailand, jika kita pernah menemukan produk camilan rumput laut “tae kae noi” di supermarket, itulah produk si Top ini.

----


Baca Juga

Memulai Usaha Modal Nol, Bagaimana Caranya?
case study : mengundang Investor
Buka usaha : Mulai dari mana?

Minggu, 07 Desember 2014

Faktor Kali dalam Bisnis




Jika ingin mendapatkan 100 juta perbulan, maka begini caranya. 

Jika produk kita memiliki harga Rp. 100.000, dengan keuntungan 20% nya atau sekitar Rp. 20.000, maka untuk mencapai keuntungan 100 Juta per bulan, kita harus menjual sebanyak 100 juta dibagi Rp. 20.000 = 5000 unit produk. 

Sederhana itu, lalu tugas kita selanjutnya adalah membagi 5000 unit tadi menjadi penjualan harian, artinya 500 unit dibagi 30 hari atau sekitar 167 unit perhari. 

Menurut hukum penjualan asuransi yang diyakini para sales profesional, bahwa setiap 10 prospek maka akan ada 3 orang yang tertarik dan 1 orang yang membeli. jadi untuk menjual 167 unti produk sebulan, kita harus menawarkan minimal ke 1670 orang.

Dan kabar baiknya, anda dapat meningkatkan rasio prospek dan closing menjadi lebih tinggi dengan semakin berpengalamannya anda dibidang penjualan. bahkan ada seorang sales profesional yang rasio prospek dengan closing sebesar 10 : 8, setiap ia memprospek 10 orang, maka 8 di antaranya membeli produk yang ia tawarkan. salah satu teknik yang digunakannya adalah dengan membangun Rapport. 

Seperti itu cara mendapatkan keuntungan 100 juta perbulan. jika memang target 100 juta masih terlalu tinggi, silahkan sesuaikan dengan target penjualan anda sendiri. Prinsipnya tetap sama, faktor kali yang akan membantu mengangkat nilai keuntungan usaha anda. 

Namun, satuhal yang harus kita pahami juga bahwa, semakin tinggi penjualan, semakin tinggi keuntungan, maka faktor resikonyapun akan meningkat pula dan kita harus mempersiapkan mental untuk menghadapi tingginya faktor resiko bisnis yang akan semakin membesar, seiring dengan meningkatnya penjualan.

Akhirnya tetaplah berpikir positif dan lakukan hal hal yang positif, bahwa tidak ada yang tidak mungkin, semua adalah mungkin jika kita serius menginginkannya dan percaya bahwa Tuhan akan membantu kita. 

selamat mencoba, kreatiflah 

Rabu, 03 Desember 2014

Kesalahan Pemula : Tidak Paham Bagaimana Kelola Keuangan Usaha

cara manajemen usaha


Kelemahan usaha yang baru dibangun adalah masalah manajemen keuangan
usaha. Prinsip yang harus kita pegang terus dalam membangun usaha adalah uang
cash adalah darah dalam usaha. Dia tidak bisa kurang, harus selalu tersedia dalam
jumlah yang kita tentukan (posisi aman). Seperti cadangan devisa yang harus
selalu ada, yang digunakan untuk keadaan darurat. Seperti gagal bayar, hutang
macet dll.

Untuk itu pertama sekali coba kita buat catatan berapa uang cash yang saat ini
sedang kita pegang? Berapa yang ada di dalam rekening bank?

Lalu, hitung berapa besar piutang kita?

Berapa banyak persediaan barang yang dapat dijual segera?

Selanjutnya, buat catatan tentang hutang – hutang usaha kita, karena ini harus
segera di bayar, jangan sampai lupa kapan jatuh temponya. Walau si pemberi
piutang tidak masalah, ini terkait masalah kepercayaan.

Dalam manajemen keuangan ada 3 hal yang harus kita pahami. Pertama proyeksi
laba rugi, lalu Laporan Arus Kas, dan Perubahan Neraca. Ketiga laporan dasar
keuangan ini mudah kok dipahami, agar kita tahu seberapa sehat keuangan usaha
kita, seberapa besar pertumbuhan usaha kita. Bagaimanapun, pertumbuhan usaha
itu dilihat seberapa besar pertumbuhan “uang” yang mereka miliki.

Secara sederhana melihatnya, selama usaha ini berjalan, berapa banyak asset dan
nilai ekuitas (modal) usaha itu tumbuh. Semakin banyak atau besar, maka semakin
baiklah usaha tersebut. Dibandingkan dengan apa? Dengan hutang usaha.

Untuk awal, minimal kita mencatat semua pendapatan dan pengeluaran usaha
kita. Sedetailnya. Dalam bentuk catatan sederhana, terdiri dari

| Tanggal | Keterangan | Debet | Kredit | Saldo |

Selanjutnya, dalam manajemen keuangan usaha ini, bedakan uang pribadi dan
uang usaha. Buat beberapa rekening, tandai bahwa rekening ini untuk uang –
uang usaha. Dan rekening yang lain untuk keperluan pribadi.

Walau usaha itu punya kita, seluruh uang cash yang ada di rekening usaha adalah
milik kita, tapi belajarlah untuk menggaji diri kita sendiri. Yang nominalnya
disesuaikan dengan perkembangan usaha. Jangan mematok gaji terlalu tinggi,
nanti dapat mengganggu keseimbangan uang usaha itu sendiri. Ambil sewajarnya,
jika terus tumbuh kita bisa menambah gaji kita atau menambah bonus untuk diri
kita sendiri.

Tapi ingat, PISAHKAN uang PRIBADI dan uang USAHA.

Kecerdasan finansial adalah kunci untuk kaya. Saya menyesal tidak mempelajari
hal ini sejak dulu, baru beberapa waktu belakangan ini saya memahaminya.
Padahal di perkuliahan S1 saya dulu, prinsip – prinsip keuangan ini semua
dipelajari.

Saran saya kita jangan mengikuti kesalahan saya dulu. Kita harus melek
finansial, minimal kita mengerti cash flow (arus kas) usaha kita, kendalikan agar
tetap sehat. Saat itu berhasil kita lakukan, insyaAllah usaha kita akan tumbuh
terus, walau tidak langsung besar, usaha ini punya ketahanan yang lebih
dibandingkan usaha lain.


-----

baca juga :

Cara Hitung Break Even Point dan Manfaatnya
Kesalahan Pemula : Ingin Bermalas malasan

Selasa, 02 Desember 2014

Bagaimana Mendapatkan Kepercayaan Saat Berjualan di Media Sosial



kepercayaan


Sering kali ada yang bertanya kepada saya, kok sulit sekali ya mendapatkan pelanggan di media sosial ini? Bagaimana sih caranya untuk mendapatkan kepercayaan teman – teman di media sosial agar dapat menjadi pelanggan kita?

Pada prinsipnya berjualan secara online ataupun offline tidak jauh berbeda. Yang berbeda hanya medianya saja. Jika online kita tidak tatap mata, jika offline kita bertemu langsung. Bagi sebagian orang, lebih mudah untuk meyakinkan saat bertemu langsung, ada juga sebagian yang malu jika harus bertemu langsung.

Prinsip yang saya yakini selalu sama adalah kita hanya membeli dari orang yang kita kenal dan kita percayai. Kenal dan percaya menumbuhkan kenyamanan. Orang kalo dah nyaman, pikiran bawah sadarnya mudah digerakkan, masih ingat pembahasan rapport building?

Prinsip kedua yang selalu sama adalah kita sebenarnya gak suka jika dijuali atau ditawarkan sebuah produk. Coba saja perhatikan jika di tepi jalan ada yang bagi brosur, kita cenderung menolak atau jika ada sales datang menawarkan produknya kita langsung menolak. 

Di media online, kurang lebih sama, kita cenderung gak terlalu suka jika ada yang broadcast pesan yang isinya promosi ataupun edukasi, atau kita di tag sebuah gambar/ statusnya yang isinya promosi produk yang kita tidak butuhkan. Atau diculik masuk sebuah grup yang gak jelas, tau tau banyak aja promosi barang di dalamnya. Penuh timeline kita dengan isi grup tersebut.

Prinsip ketiga, kita akan mudah percaya dengan penjual yang sangat paham selukbeluk produk yang dijualnya. Tidak hanya kelebihan namun juga kekurangannya, sehingga kita kalaupun membeli tidak ada penyesalan setelah barang kita terima dan terdapat sedikit kekurangan di produk tersebut. Karena sebelumnya telah dijelaskan. untuk ini telah saya jelaskan pada pembahasan product knowledge.

Lalu, bagaimana menjadikan diri kita menjadi penjual yang dikenal, dipercaya, orang nyaman berinteraksi dengan kita, tidak ada penolakan saat kita men-tag promo kita...?

Pertama, bangun kredibilitias, jadilah pribadi yang dipercaya. Baik secara offline maupun online, jika kredibilitas kita sudah semakin baik, teman – teman yang berinteraksi dengan kita secara online maupun offline akan memberikan rekomendasi secara tidak langsung kepada orang lain yang tidak kita kenal sebelumnya.

Kedua, jadilah orang yang dikenal. Kata kuncinya berinteraksilah. Media sosial ada sarana untuk saling berinteraksi. Buat apa kita berkawan jika tidak ada interaksi di dalamnya. Saling bertukar like, komen di status atau chat sesekali, akan membuat kita saling kenal. Walau tidak pernah bertemu tapi kedekatan itu terasa sekali karena hati kita sudah saling berdekatan. Saya dengan sebagian besar suplier saya, belum pernah bertemu secara fisik, namun transaksi kami sudah ratusan juta rupiah. Semua terjadi saat hati kita sudah dekat.

Ketiga, jadilah pribadi yang bermanfaat. Memberilah lebih banyak, Give and then  you will given. Memberilah kemudian engkau akan diberi. Bukan give and take, tapi memberilah tanpa berharap ada balasan, karena balasan itu akan datang dari Tuhan yang memberi inspirasi kepada orang orang disekeliling kita untuk menjadi jalan untuk memberi balasan atas apa yang sudah pernah kita beri. Memberi itu ibarat menebar benih dan memupukinya, selanjutnya biarkan alam yang bekerja untuk membantu kita menuai hasilnnya nanti.

Aplikasinya dalam media sosial adalah seringlah menulis status yang mencerahkan, menginspirasi, memberi masukan berarti, jangan pernah menulis keluhan. Apalagi jika status kita membantu menyelesaikan masalah orang lain, mereka akan sangat berterimakasih kepada anda.  Sebisa mungkin tidak men-shared sesuatu secara utuh, tapi berilah sedikit ulasan sebelum kita tampilkan sumber aslinya. Berhenti menyebarkan berita yang negatif dan provokatif.

Berbagilah dengan sesuatu yang kita ketahui, bukan dari apa yang tidak kita ketahui. kita dapat menceritakan tentang keunggulan produk kita tapi tidak secara langsung. Ini biasanya disebut soft selling, contoh saat kita bicara tentang produk pakaian maka ceritalah tentang bahan yang digunakan untuk membuat pakaian itu, kelebihan bahan itu, mengapa memilih bahan itu dan sebagainya.

Akhir dari semua proses itu adalah Personal Branding

Personal branding adalah kegiatan, aktivitas, kelakuan dan semua hal yang berhubungan dengan jatidiri sendiri yang mencerminkan siapa diri kita. Kegiatan dan kelakuan yang dilakukan selama beberapa waktu akhirnya menimbulkan karakter ataupun keahlian yang baik di mata publik. (olpreneur.com)

Saat kita sudah mempunyai sebuah personal branding yang kuat, orang – orang akan lebih mudah percaya kepada kita, mereka akan nyaman berinteraksi dengan kita, mereka akan dengan sukarela merekomendasikan kita ke orang lain. Apa indikasinya? Jumlah like, komen dan share status kita meningkat. Saat itu terjadi, selamat langkah pertama untuk berhasil dalam berjualan di media sosial sudah kita lalui.

contoh ada kawan saya, beliau membrandingkan diri sebagai pakar teknologi pikiran (berbasis NLP dan Hypnosis) , status yang beliau tulis selalu berkaitan dengan teknologi pikiran. Apa saja aplikasi teknologi pikiran dalam kehidupan sehari hari, bagaimana memanfaatkan keahlian ini untuk kemajuan karir dan bisnis dan sebagainya. Sesekali ada juga promosi training beliau, tapi gak setiap nulis status langsung ada iklan di bawahnya. Sekitar 10 status edukasi, 1 isinya promosi. Bahkan perbandingannya lebih besar.

Kita ulangi ya, pertama yang harus kita pahami bahwa prinsip jualan online dan offline adalah sama. Prinsip yang mengatakan bahwa kita hanya membeli dari mereka yang kita kenal dan percayai, kita sebenarnya gak suka dijuali/ ditawari sebuah produk, dan kita lebih nyaman bertransaksi dengan penjual yang paham seluk beluk produknya, baik kelebihan maupun kekurangan.

Untuk itu apa yang harus kita lakukan? Pertama bangun kredibilitas, jadilah pribadi yang dapat dipercaya dimulai dari dunia nyata, kedua, perbanyak intensitas interaksi agar kita dikenal, lewat apa? like, komen dan chat. Tentunya komennya dengan isi yang relevan dengan statusnya, jangan bicara asal. Orang juga gak suka kan? Ketiga, seringlah berbagi, menulis status yang bermanfaat bagi teman teman kita. Terutama target pasar kita. Ingat menjual adalah proses menawarkan solusi bagi orang lain. Jika kita tidak bisa mendeliveri nilai atau solusi dari produk kita, orang tidak akan membeli produk kita. Lewat status, kita mengedukasi pasar tentang produk kita. Tapi bukan sekedar promosi ya.

Lalu akhir dari semua itu adalah terciptanya personal branding, apa manfaatnya ? kita akan menjadi pusat perhatian, memiliki otoritas, dan setiap omongan kita didengar dan satu lagi orang orang nyaman berinteraksi dengan kita. Setelah itu terjadi, menjual menjadi sesuatu yang mudah dan ringan.

Jika masih ada yang merasa susah? Itu karena kita salah jalan, kita ingin instan dengan promosi yang sporadis, justru itu membuat orang jadi mual berinteraksi dengan kita. Semoga bermanfaaat.


Salam

Kamis, 27 November 2014

Product Knowledge : Pengetahuan Produk

product KnowledgeAda pertanyaan dari calon konsumen, “Maaf bang madu abang aman gak untuk penderita diabetes?” Apa yang harus saya jawab? Kalau saya jawab aman, rupanya tidak aman artinya saya berbohong. Kalau saya bilang gak aman artinya saya kehilangan calon pembeli?

Dalam kasus ini, salah satu kuncinya adalah product knowledge atau pengetahuan produk. Sehingga saya bisa menjawab pertanyaan calon konsumen secara ilmiah dan akhirnya mereka  membeli produk saya.

Pertanyaannya apa guna product knowledge?

Seandainya kita disuruh untuk memilih mana yang paling mudah menjual produk yang kita ketahui seluk beluknya baik itu kelebihan dan kekurangannya,  atau yang tidak kita ketahui?  Product knowledge bukan hanya fokus kepada pengetahuan kita tentang seluk beluk produk kita, kelebihan dan kekuraangan serta manfaatnya, namun juga faktor lain yang harus kita ketahui, antara lain :

Kita harus mampu mendemonstrasikan produk kepada calon pembeli agar ia dapat melihat dan merasakan kualitas produk kita. Dengan demikian akan muncul keyakinan dalam benaknya tentang produk kita



Kita harus mengetahui dengan jelas segmentasi masing masing produk, jangan sampe salah sasaran, untuk pembahasan segmentasi bisa dilihat disini.

Kita harus mengetahui juga perkembangan produk kompetitor, sepak terjangnya dan lebih baik jika kita membandingkan head to head keunggulan produk kita dengan produk kompetitor

Apa yang harus kita dan calon pembeli ketahui tentang produk kita, ada yang menyebut FKM (Fakta/ Fitur yang ada pada produk, Keunggulan dari fakta tersebut, Manfaat dari fitur tersebut.

Bagaimana aplikasinya?

Contoh produk kita ambil satu produk, misalnya teknologi ISS (idling Stop system)  Honda Vario 125 ISS.

Fiturnya : ISS,
Keunggulannya : mematikan mesin secara otomatis apabila motorberhenti lebih dari 3 detik, untuk menghidupkannya kembali cukup dengan menarik tuas gas saja.

Manfaat : Menghemat bahan bakar dan mengurangi polusi udara.

Dengan FKM ini kita jadi lebih mudah untuk melakukan demostrasi produk kepada calon konsumen.
Bentuk penyampaian kepada calon konsumen bisa seperti ini:

Pak, mau gak motornya lebih hemat bahan bakar? Dan merasakan teknologi kelas dunia? Coba bayangin pak, berapa banyak kita berhenti di lampu merah atau karena macet, bahan bakar terbuang sia sia, emisi gas dari knalpot juga bikin lingkungan panas, pembororsan banget gak tu pak? Sayang bensin dah naik lagi.
Namun, hal itu gak bakal terjadi jika bapak menggunakan motor ini, karena motor ini apabila berhenti lebih dari 3 detik, maka mesin otomatis akan mati, bahan bakar setetespun tidak akan keluar, emisi sedikitpun tidak ada dan apabila ingin menghidupkan motor kembali tidak perlu on/off kunci kontak, tidak perlu tekan starter, cukup tarik saja sedikit tuas gasnya,motor langsung kembali menyala. Inilah keunggulan teknologi ISS, teknologi yang hanya ada di motor honda tidak yang lain.

Itulah tadi manfaat dari jika kita memahami produk kita dengan baik. Jika product knowledge kita baik. Selain lebih mudah meyakinkan calon pembeli, kita juga bisa menghandle penolakan atau komplain calon pembeli karena ketidaktahuan mereka atas produk kita.

Semoga bermanfaat

*) sumber dari diskusi KPMI medan

Minggu, 23 November 2014

Marketing Mix : Place (Lokasi)



Dalam pembahasan marketing mix berikutnya adalah tentang Lokasi atau Place. Sebelumnya saya telah menuliskan tentang bagaimana menentukan harga produk dan tentang promosi yang merupakan bagian dari 4 P dalam marketing mix.

P selanjutnya adalah Place atau lokasi. Lokasi memainkan peranan penting dalam mementukan strategi pemasaran yang tepat. Sampai – sampai banyak orang mengatakan bahwa jika anda ingin berhasil dalam bisnis ada tiga syaratnya, pertama lokasi, kedua lokasi dan ketiga adalah lokasi.

marketing mix : lokasi
Dalam pembahasan pertama tentang Segmentasi, telah saya jelaskan bahwa kita tidak mungkin menjaring semua orang untuk menggunakan produk kita. Terlalu besar energi, biaya dan waktu yang harus kita habiskannya. Kita harus memilah dan memilih pasar yang paling sesuai dengan produk yang kita tawarkan.

Untuk memperbesar konversi pembelian pada produk kita, maka kita harus memastikan bahwa produk kita banyak dilihat dan ditemukan oleh target pasar kita. Karena alasan kemudahan menemukan dam mendapatkan produk kita, maka lokasi memainkan peranan yang sangat strategis dalam strategi pemasaran kita.

Tentunya dalam memilih lokasi, kita perlu mempertimbangkan banyak hal. Lokasi yang terbaik adalah lokasi dimana para “semut” (baca: target pasar kita) banyak berkumpul. Jika ingin dagangan kita laku keras, berjualanlah di dekat para semut ini berkumpul. Namun, untuk mendapatkan lokasi prime itu kadang kita harus membayar harga yang tidak sedikit. Coba bandingkan dengan kemampuan keuangan kita.

Lokasi yang bagus berikutnya adalah lokasi kita adalah jalur lalu lintas si semut. Baik ketika berangkat maupun pulang. Lokasi ini juga memberikan konversi yang tinggi. Harga juga masih tergolong mahal, namun dengan perhitungan yang keuangan yang tepat, dan memang dapat dipastikan memberikan keuntungan yang sepadan, harga bukanlah masalah kan?

Lokasi berikutnya, yang penting ramai dulu. Hehe, cara menguji ramai atau tidaknya suatu lokasi, coba secara random, kita menyebrang jalan di depan kita punya lokasi jualan. Jika kita masih butuh lihat kanan kiri dan masih harus hati hati dalam menyebrang, lokasi tersebut masih tergolong ramai, namun jika kita tidak perlu lihat kanan kiri saat menyebrang serta bisa slonong boy aja, pikir pikir lagi deh hehe.

Saya memiliki teman memiliki usaha konter HP, jual pulsa, aksesoris HP, servis HP, beliau selalu memilih lokasi yang berada tepat di depan sebuah perumahan. Target pasarnya adalah penghuni perumahan. Dan strategi ini jitu, keuntungan bersih perbulan tidak pernah kurang dari 5 juta. Kebetulan beliau punya 5 konter HP dengan besar penghasilan yang kurang lebih sama dan dengan strategi yang sama.

Nah, bagi teman – teman coba evaluasi pemilihan lokasi jualan kita selama ini, sudahkah kita mendekatkan produk kita dengan target pasar kita? Jika belum, segera cari lokasi yang paling dekat dengan target pasar kita agar tingkat konversi produk kita semakin tinggi. Jika konversi tinggi maka pendapatan kita semakin tinggi.

Jika terkait dengan penentuan lokasi pabrik, ada beberapa kriteria lain yang perlu di pertimbangkan, selain dekat dengan target pasar, kita perlu mempertimbangkan akses, kedekatan dengan sumber bahan baku dan tenaga kerja.

Ok, ini sebagai gambaran tentang marketing mix yang ketiga yaitu Place atau lokasi.


Semoga bermanfaat.


salam

Jumat, 21 November 2014

Marketing Mix (Bauran Pemasaran) : PROMOTION

marketing mix : promosi

Salah satu dari 4 P (atau 7 P saat ini) dalam marketing mix adalah Promotion.

Sebelumnya kami telah menuliskan salah satu dari 4 P, yaitu Tentang Harga. 

Promosi itu apa? Menurut Wikipedia, promosi adalah upaya untuk memberitahukan atau menawarkan produk atau jasa  denan tujuan menarik calon konsumen untuk membeli dan mengkonsumsinya.  Dengan adanya promosi, produsen  atau distributor mengharapkan kenaikan angka penjualan.

Dalam bahasa yang sederhana, promosi adalah the way to communicate, cara untuk berkomunikasi dengan calon konsumen. Cara untuk menyampaikan apa yang ada dalam produk kita dan apa manfaat yang bisa didapatkan konsumen dengan menggunakan produk kita.

Secara umum tujuan promosi adalah untuk : 
1) menyebarkan informasi produk kepada target pasar, 
2) mendapatkan kenaikan penjualan dan laba, 
3) mendapatkan pelanggan baru dan mempertahankan yang lama, 
4) menjaga kestabilan penjualan, 
5) membedakan dengan produk pesaing, 
6) membentuk citra produk, 
7) mengubah pendapat dari konsumen.

Media untuk berpromosi ada banyak dapat melalui : email, sms, pembicaraan langsung, iklan di koran, radio, televisi, memanfaatkan media sosial, dan lain lain.

Apa isi dari promosi kita? Pertama sekali sebelum menyusun konten promosi, coba kita jawab pertanyaan berikut ini, apa yang menajadi “masalah” dari konsumen yang kita targetkan? Jika kita sudah menemukan jawabannya, selanjutnya adalah kita harus mampu menjelaskan value (nilai) dari produk kita yang mana nilai tersebut mampu menjawab permasalahan yang sedang dihadapi oleh target konsumen kita.

Ingat bahwa konsumen hanya membeli sesuatu yang berguna bagi mereka, pastikan produk kita sangat berguna bagi mereka.

Berikut ini ada 3 (tiga) pertanyaan yang harus dijawab sebelum kita meluncurkan sebuah materi promosi baru.

  1.  Apakah informasi dalam materi promosi yang kita luncurkan udah cukup? Artinya value (nilai) yang dapat menjawab permasalahan konsumen sudah tersampaikan semua.
  2. Apakah materi promosi kita attractive? Menarik perhatian? Jika tidak cukup atraktif, silahkan perbaiki lagi.
  3. Apakah informasi yang ada sudah memadai untuk konsumen mengambil keputusan? ada kalimat yang memanggil konsumen untuk mengambil keputusan untuk membeli. 


inilah salah satu dari 4 atau 7 P dari Marketing Mix atau Bauran Pemasaran

Selamat mencoba, semoga bermanfaat


Salam.


-----
gambar dipinjam dari sini

Selasa, 18 November 2014

Cara Memaksa Calon Pembeli, untuk Membeli

Bagi kita yang berprofesi sebagai penjual pasti sering banget menjumpai calon pembeli  yang sudah bertanya  kesana kemari, ujung - ujungnya Cuma bilang, “Makasih ya mas/mba atas infonya, saya cari yang lain dulu.” Baik itu yang jual offline maupun di online. Akhirnya ada yang tanya ke saya, bagaimana caranya biar kalimat terakhir bukan itu, tapi “saya ambil yang ini ya mas/mba.” “kirim no rekening ya” atau “udah aku transfer ya.” Lebih enak lagi kalo si pembeli bilang, “saya ambil yang ini 5 ya.”

Pertama sekali jelas kita harus bisa membuat pembicaraan dengan si calon pembeli menjadi pembicaraan yang hangat, kita perlu bangun kedekatan dulu dengannya, bagaimana caranya? Silahkan baca disini. Selanjutnya kita harus menemukan kalimat yang tepat dan dapat memaksa dia untuk membeli. Namun dengan cara yang elegan.

Kata kuncinya adalah jangan memberi banyak pilihan kepada calon pembeli, apalagi sampai memberi dia kesempatan untuk berpikir lebih lama. Jadi, jika kira - kira obrolan kita sudah cair tinggal closing, segera mulai arahkan pilihan – pilihan pembeli menjadi semakin sempit dan semakin sedikit pilihan.

Itulah sebabnya kita perlu lebih banyak bertanya agar dapat memahami apa keinginan, apa kebutuhan dan apa masalah yang dimiliki calon pembeli. Sehingga solusi yang kita tawarkan menjadi sulit untuk ditolak. Kedua, jangan menggunakan pertanyaan yang berpotensi dijawab TIDAK. Contoh : Bagaimana mas deni, jadi diambil Hapenya? Kalo dia jawab nggak, selesai sudah.

Sebelum memunculkan kalimat untuk closing (urutan proses jualan bisa dibaca di sini), perlu kita lihat dulu ciri ciri calon pembeli sudah mulai siap untuk di closing, cirinya dapat dilihat secara verbal atau non verbal. Kalo verbal , calon pembeli akan berkata : oh, gitu..., wah menarik ya...ya ya ya...boleh juga tuh...hmm, kalo aktivitas non verbalnya terlihat dari mengangguk – ngangguk, usap dagu, bertanya tanya, senyum, badan dah condong ke depan, menyimak dengan penuh perhatian, partisipasi aktif.

Apa saja contoh kalimat untuk mempersempit pilihan calon pembeli, hingga peluang closing dan transaksi lebih besar?


  • Jadi, bapak lebih suka  warna merah atau biru?
  • Mau bayar tunai atau kredit pak?
  • Mau dikirim barangnya atau diambil kesini pak?
  • Dikirim ke rumah atau ke kantor?
  • Mau ambil 2 atau 3 pak? Kalo dua diskon 10%, kalo 3 diskon 10% plus ongkos free ongkir.
  • dll

Coba perhatikan pertanyaan di atas, ada peluang si calon pembeli berkata tidak?
Ingat, pertama bangun kedekatan, perhatikan calon pembeli apakah sudah siap untuk closing, perhatikan pertanyaan kita jangan sampai memberi kesempatan calon pembeli berkata tidak, dan persempit pilihan sehingga ia tidak punya kesempatan untuk berpikir dan memutuskan terlalu lama. Teknik ini memang butuh latihan, yang penting coba dulu, evaluasi hasilnya dan perbaiki terus menerus. Be creative. Selamat mencoba.


Salam.